Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Chapter 26


__ADS_3

"Hallo Nov. Kemarin tuh gimana?" Tanya Arletta menelopon Novi. Dia sedang duduk santai di jacuzzi yang ada di pinggir kolam renang, menunggu Delon dan Crystal yang sedang berenang. "Maaf ya kemarin kepotong." Lanjut Arletta.


Hari ini karena telah puas semalaman memadu kasih bersama Delon dan seharian penuh kemarin menemani putrinya bermain, Arletta yang kelelahan memutuskan untuk istirahat di hotel.


Crystal juga sepertinya kelelahan soalnya anak itu langsung setuju ketika maminya menyarankan untuk menikmati fasilitas hotel hari ini dan keluar jalan-jalannya nanti malam saja untuk mencari makan, dia memilih untuk berenang saja di hotel bersama papanya.


"Gak apa-apa dok, malah saya yang minta maaf udah ganggu dokter malam-malam." Jawab Novi dengan malu-malu dibalik telepon.


"Jadi ada apa kamu menelopon saya kemarin Nov? Mau minta pendapat soal apa?"


"Sebenarnya saya malu mau curhat sama dokter."


"Ya gak apa-apalah, curhat aja. Di luar rumah sakit kamu boleh kok mau curhat sama aku atau ngajak aku main." Kata Arletta sungguh-sungguh. "Jadi mau curhat apa?" Tanya Arletta lagi untuk menghilangkan keraguan Novi.


"Dok, dokter kan udah lama kenal sama Dr. Andi." Kata Novi, membuat Arletta yakin bahwa tebakannya benar. Ya memang kemaren Arletta sudah menduga bahwa pendapat yang akan Novi tanyakan berkaitan dengan Andi.

__ADS_1


"Menurut dokter, Dr. Andi itu orangnya kaya gimana?" Tanya Novi malu-malu.


Arletta terdiam, dia berpikir sejenak agar jawabannya tidak membuat Novi berharap tapi juga tidak menyakitinya.


"Ya Andi baik, pintar, asik." Jawab Arletta. "Kenapa Nov? Kok tiba-tiba nanyain Andi." Selidik Arletta.


"Gak apa-apa dok, cuma pengen lebih tahu aja Dr. Andi tuh orangnya kaya apa." Jawab Novi sedikit bingung.


"Beberapa hari ini Dr. Andi sering ngajakin saya keluar dok." Cerita Novi pada Arletta akhirnya. "Ya sebenernya baru dua kali dok, makan malem doang."


"Oh. Andi itu orangnya ya kaya yang kamu tahu sehari-hari aja, tapi dia juga agak susah ditebak sih." Jawab Arletta bingung.


Gimana sih si Andi disuruh beresin biar gak salah paham, malah dibikin tambah salah paham. Gerutu Arletta dalam hati.


"Kamu suka ya Nov sama Andi?" Tembak Arletta memberanikan diri.

__ADS_1


Novi terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Arletta.


"Dokter bukannya udah tahu ya?" Novi bertanya balik kepada Arletta. Dia sadar bahwa sebenarnya Arletta sudah tahu perasaannya kepada Andi, bahkan dia merasa bahwa Andi sendiri juga sudah tahu.


"Tau sih, tapi kan gak pasti. Kamunya gak pernah cerita soalnya."


"Hehehehe iya sih dok. Nah makanya saya nanya dokter." Lanjut Novi. "Saya juga ngerasa kalo Dr. Andi sebenernya udah tau perasaan saya. Kemarin tuh saya gak bisa tidur dok, saya pikir karena Dr. Andi udah tahu kalau saya suka sama dia, kalau dia gak ada perasaan juga sama saya, dia gak akan deketin saya dan ngajakin saya makan kan ya dok?"


"Ya logikanya memang seperti itu Nov, tapi kalau boleh aku saranin kamu jangan terlalu berharap dulu Nov sebelum pasti, aku sih setuju pisan Andi sama kamu karena kamu perempuan yang baik. Tapi sedekat-dekatnya aku sama Andi, aku juga gak tahu kan hatinya ke kamu kaya gimana. Jadi aku juga gak mau kamu terlalu berharap terus nantinya sakit." Saran Arletta. "Nov kamu juga udah aku anggap seperti adik. Walau selama ini kita gak terlalu dekat, tapi kamu orang kedua yang paling aku percaya setelah Andi." Ucap Arletta tulus.


Novi terharu mendengar perkataan Arletta.


"Iya dok saya mengerti, saya juga jujur bingung, walau logika saya mengatakan seperti itu tapi hati saya takut bahwa apa yang logika saya katakan itu salah. Hal itu membuat saya tidak bisa tidur dan jadi nekat menelepon dokter malam-malam" Jelas Novi tak enak karena telah mengganggu Arletta. "Maaf ya dok, dan terimakasih sarannya."


"Hahahaha. Gak apa-apa Novi, kalo kamu mau curhat ke saya mah curhat aja ya. Gak usah pake acara maaf-maafan dan gak enak segala, saya seneng kamu mau cerita ke saya."

__ADS_1


Arletta mengakhiri teleponnya dengan Novi dan dia langsung menelepon Andi.


__ADS_2