Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Chapter 48


__ADS_3

Ternyata tujuan keluarga besar Crystal belibur ke Bali mengajak Hari dan ayahnya adalah untuk membahas masalah perjodohan Hari dan Crystal, Hari dan Crystal yang memang sebenarnya saling suka akhirnya menyetujui rencana keluarga mereka walaupun awalnya mereka menolak karena gengsi.


Rencananya mereka akan melangsungkan pertunangan secara sederhana di pulau dewata sebelum kembali ke Jakarta dan mempersiapkan pernikahan yang telah disepakati akan diadakan sekitar lima bulan lagi.


"Kenapa kamu setuju Har?" Tanya Crystal ketika dia dan Hari berjalan-jalan di tepi pantai seminyak pada malam kedua liburan mereka.


Hari memandang Crystal sambil tersenyum, dia menyadari bahwa calon tunangannya itu sekarang sudah tidak menggunakan gue elu lagi.


"Malah ngeliatin!" Protes Crystal.


"Coba tadi ulangi kata-katanya!" Pinta Hari.


"Yang mana?"


"Kenapa..."


Crystal yang mengerti arah pembicaraan Hari memukul tangan calon suaminya itu lirih.


"Masa iya aku manggil calon suamiku dengan gue elu?"

__ADS_1


"Jadi aku calon suami kamu nih?" Goda Hari membuat Crystal mendelik sebal.


"Kalau kamu gak mau jadi calon suami aku dan hanya berpura-pura di depan yang lain tadi ya sudah, kamu tinggal jelaskan yang sejujurnya kepada mereka sepulang kita ke vila karena aku gak mau ikutan dalam kepura-puraan kamu!" Ucap Crystal emosi.


"Aku juga pengennya serius!" Goda Hari lagi membuat Crystal menghadiahinya dengan pukulan-pukulan kecil di dadanya.


"Aku cinta kamu Ta." Ucap Hari sambil menahan kedua tangan Crytal yang memukuli dadanya, membuat wanita itu menatap tajam ke arah menelisik kesungguhan akan kata-kata yang baru saja dilontarkannya.


"Sejak kapan?" Tanya Crystal.


"Sejak kita kuliah dan mulai dekat." Jawab Hari sungguh-sungguh.


"Ta..."


"Hmm?"


"Bagaimana kalau kita minta lansung dinikahkan saja?"


"Hah?"

__ADS_1


~


Hari sungguh-sungguh dengan ucapannya soal meminta agar langsung di nikahkan membuat semua keluarga awalnya menjadi bingung dan sempat berpikiran bahwa mereka telah melakukan hal-hal yang di luar batas, tapi setelah Hari dan Crystal meyakinkan semuanya bahwa mereka tidak pernah melakukan hal yang dicurigai oleh yang lainnya tapi jutru mereka ingin segera dinikahkan agar jauh dari hal seperti itu, akhirnya keluarga besarpun setuju.


Disinilah akhirnya mereka semua berkumpul untuk menyaksikan acara pertunangan yang berubah menjadi acara pernikahan.


"Saya terima nikah dan kahwinnya Crystal Wiguna binti Delon Wiguna dengan mas kahwin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan emas sebesar 50 gram di bayar tunai!" Ucap Hari dengan lantang, membuat semua yang ada disana mengucapkan kata SAH dan syukur.


"Hari, papa titip putri papa kepadamu ya. Tolong jaga dan sayangi dia melebihi papa, jangan pernah sakiti anak papa nak! Kalau kamu sampai menyakitinya jangan harap papa akan memaafkanmu!" Pesan Delon kepada Hari sambil memeluk menantunya itu, dia sungguh sedih sekaligus bahagia melepaskan putri sulungnya untuk menikah.


"Pasti pa, Hari akan menjafa Crystal!" Janjinya.


Bagi Delon semuanya berjalan begitu cepat, dia merasa belum puas mengurus dan memanjakan anaknya yang satu itu.


"Kau sudah besar nak, maafkan papa yang baru bisa mendampingimu di usiamu yang sudah sepu tahun." Ucap Delon dengan penuh penyesalan sambil memeluk putrinya itu.


"Sudahlah pa, aku sudah sangat bahagia memiliki kalian." Ucap Crystal yang tidak ingin papanya bersedih. "Maafkan Crystal yang belum bisa membahagiakan Papa dan mami."


"Keponakanku selamat ya, uncle harap kamu selalu bahagia!" Ucap Andi menghampiri anak dan ayah yang sedang berpelukan itu dan bergabung dalam pelukan mereka.

__ADS_1


__ADS_2