Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Chapter 50


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, tak terasa pernikahan Hari dan Crystal sudah berlangsung selama dua tahun. Semenjak menikah mereka memutuskan untuk tinggal di apartemen milik Hari, tapi walaaupun begitu Hari mengijinkan Crystal untuk tetap mengantar jemput dan mengawasi Thalia karena Crystal masih khawatir soal Dika.


Lama kelamaan setelah Crystal yakin bahwa Thalia baik-baik saja walau berhubungan dengan Dika, dia sedikit demi sedikit mulai membebaskan Thalia tapi tetap masih dalam pengawasannya.


Crystal juga meminta Hari agar menunda kehamilan, dengan alasan sebelum hamil dia ingin menyelesaikan pendidikannya dulu dan mewujudkan harapan papa, mami dan unclenya.


Awalnya Hari memang tidak keberatan mengingat tugas mereka untuk menggantikan posisi penting kedua orang itu sangatlah menguras pikiran, ya semenjak menikah dengan Crystal Hari juga diminta untuk mendampingi Crystal menggantikan posisi mamanya dan Dokter Andi di RS.CMC.


Tapi seiring berjalannya waktu Hari mulai merasa jengah, dia mulai merasa bahwa Crystal terlalu sibuk dengan pendidikannya dan melupakan kewajibannya sebagai seorang istri. Di sisi lain Hari juga sudah mulai menginginkan hadirnya buah hati di antara mereka, dia sudah mencoba membicarakan hal itu dengan Crystal dan untuk sekian kalinya Crystal meminta Hari untuk bersabar dan lagi-lagi Hari tidak bisa membantah karena paham akan pekerjaan istrinya.


Di situlah sebuah godaan datang menghampiri, godaan yang tidak sanggup Hari tolak dan membuat dia menjalani sebuah permainan yang akan menghancurkan bahtera rumah tangganya kelak.


"Mas.." Panggil Crystal manja, dia mendudukkan dirinya di pangkuan Hari yang sedang duduk di atas kasur mereka sambil bersandar. "Aku kan udah menyelesaikan pendidikanku, jadi sekarang aku siap untuk mengandung." Ucap Crystal dengan lirih, ya sakit bagi Crystal untuk mengatakan itu disaat dirinya sedang diselimuti keraguan akan kesetiaan suaminya selama enam bulan kebelakang ini.


Tapi karena Crystal tidak memiliki bukti selain perkataan rekan-rekannya yaitu Bayu, Tio dan Lukman, membuat Crystal mencoba berpikiran positif dan menepis kecurigaannya.


Hari menatap istrinya itu terkejut, akhirnya setelah sekian lama penantiannya dia mendengar juga perkataan itu dari istrinya.


"Maafkan aku karena selama ini terlalu sibuk dengan pekerjaanku dan tidak menjalankan kewajibanku sebagai istrimu dengan baik, mulai sekarang aku janji kamu dan rumah tangga kita akan menjadi prioritas utamaku." Ucap Crystal dengan senyum manis. "Aku juga sudah berbicara pada uncle, dia setuju jika aku lebih fokus kepada rumah tangga kita dan soal rumah sakit biar kamu yang lebih berperan disana."


"Terimakasih sayang, kalau gitu mari kita melakukannya tanpa pengaman!" Kata Hari menarik tengkuk Crystal dan mencium bibir istrinya itu, sejenak ada perasaan berasalah hinggap di hatinya karena telah menghianati kepercayaan istrinya yang sebenarnya tidak bersalah.


Walau Crystal jarang memiliki waktu untuknya, tapi istrinya itu selalu berusah menjalani kewajibannya sebagai istri di tengah-tengah kesibukannya.

__ADS_1


Hanya satu hal yang belum bisa Crystal berikan yaitu buah hati, hal itu dikarenakan pekerjaannya. Bukan karena Crystal takut kehilangan karir, tapi karena Crystal takut dia tidak bisa meluangkan waktu untuk mengurus anaknya jika pendidikannya belum selesai dan dia juga tidak mau menunda pendidikannya karena dia ingin cepat menyelesaikannya dan menikmati bahtera rumah tangganya.


"Ahhhh Rey..." Ucap Hari tanpa sadar dengan lirih ketika dia mencapai klimaksnya.


Crystal mendorong tubuh Hari dari atasnya, dia segara menutupi tubuhnya dengan selimut sambil menangis tersedu-sedu.


Sudah beberapa bulan ini memang Hari tidak pernah meminta jatahnya, ketika Crystal mengajakpun Hari selalu menolaknya dengan halus.


"Ta, sayang..." Panggil Hari ketika sudah menyadari kesalahannya, dia mendekati Crystal lalu ingin merengkuh istrinya ke dalam pelukannya.


"Jangan dekat-dekat Har, sekarang aku tahu apa yang dikatakan anak-anak benar." Ucap Crystal sambil menangis kecewa. "Sudah berapa lama?" Tanya Crystal.


"Sudah berapa lama Hari??"


"Kenapa? Kenapa kamu melakukan itu diasaat aku bersusah payah berusaha agar cepat menyelesaikan pendidikanku? Apakah selama aku sibuk, aku melupakan kewajibanku untuk melayanimu? Gak kan!"


"Gak sayang, kamu selalu menyempatkan diri untuk melayaniku, hanya saja aku juga mendambakan rumah tangga yang selayaknya, apalagi di awal-awal pernikahan kita."


"Jangan panggil aku sayang!" Bentak Crystal. "Kamu pikir hanya kamu yang mendambakan itu? Taukah kamu betapa tersiksanya aku ingin cepat menyelesaikan pendidikanku agar aku bisa mengandung anakmu tanpa aku harus bekerja lagi di rumah sakit? Aku ingin mengandung, tapi aku tak ingin mengecewakan papa, mami dan uncleku, di sisi lain aku juga tidak mau ketika anakku lahir nanti aku harus kembali ke rumah sakit untuk menyelesaikan pendidikanku dan membuatnya kekurangan perhatian ibu seperti yang kurasakan dulu! Aku sudah mengatakannya kepadamu Har, apakah kau tidak bisa mengerti alasanku?"


"Aku minta maaf sayang, aku janji aku akan mengakhirinya dengan Reyna." Mohon Hari tulus.


Hari menyadari semua yang dikatakan Crystal memang benar, Crystal sudah memberikan alasan yang masuk akal kenapa ingin menunda kehamilannya dan Hari juga tau posisi Crystal seperti apa. Hanya saja Hari juga cuman seorang manusia biasa yang tidak tahan godaan, apalagi beberapa hari ini dia mulai meragukan cintanya kepada Crystal dan mulai fokus pada Reyna.

__ADS_1


"Apa kau mencintainya? Jawab aku jujur!" Tanya Crystal.


"Bagaimana kamu akan mengakhirinya jika kamu mencintainya? Bahkan ketika kamu melakukannya denganku yang kamu sebutkan namanya." Ucap Crystal sinis karena tak kunjung mendapat jawaban dari Hari. "Ceraikan aku Har, jelaskan baik-baik kepada keluarga kita!"


"Ta itu gak mungkin Ta!"


"Kenapa? Bukannya kau mencintainya?"


"Ta aku tidak mungkin mengecewakan papaku Ta, maafkan aku Ta kamu boleh marah dan membenciku tapi jangan minta aku menceraikanmu." Hari berlutut kepada Crystal memohon.


"Hanya karena papa, lalu apakah kau bisa berjanji padaku bahwa kau akan meninggalkannya Har?"


"Maaf Ta, aku akan mengakhirinya tapi mungkin tidak bisa secepatnya."


"Kenapa?"


"Dia sedang mengandung anakku Ta."


Plakk..


"Talaklah aku, ceraikan aku secara sembunyi-sembunyi agar orang tua kita tidak tau masalah ini dan silahkan hidup bebas dengan wanitamu dan anak kalian!" Ucap Crystal sambil memakai pakaiannya.


"Ta, maafkan aku aku memang mencintainya tapi aku juga gak mau menceraikanmu. Entah apa perasaanku padamu, tapi yang aku tau aku gak bisa kehilanganmu." Ucap Hari lirih.

__ADS_1


"Jangan egois Har, karena aku gak mau didua!"


__ADS_2