Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Cahpter 38


__ADS_3

Arletta dan Novi yang ternyata juga hamil bersamaan dengan Arletta sekarang sedang berada di ruang operasi, sudah waktunya untuk mereka melahirkan.


"Papa, uncle, kapan dede dede akan keluar." Tanya Crystal pada papa dan unclenya.


"Segera sayang." Jawab Andi yang menunggu kelahiran Novi dan Arletta dengan tegang.


Novi dan Arletta melahirkan secara caesar.


"Lama banget!" Seru Delon yang tak kalah tegangnya. "Emang proses persalinan selama ini ya biasanya?" Tanya Delon pada Andi yang notabene.nya adalah seorang dokter.


"Gak tau, kalau dulu gue ikut beberapa kali operasi caesar sih kaya yang sebentar." Jawab Andi.


"Pak Delon!" Panggil seorang suster. "Selamat anak bapak perempuan." Ucap suster itu menyelamati Delon.


Delon tersenyum lega mendengar pernyataan suster.


"Makasih sus."


"Wahhhhh, asyik bisa Crystal dandanin!" Seru Crystal kegirangan.


"Selamat sayang." Ucap Andi memangku Crystal.


"Dokter Andi!" Panggil suster yang lainnya.


"Iya sus."


"Selamat, anak bapak laki-laki." Ucap suster itu kepada Andi yang sangat bahagia menyambut anak pertamanya itu.


"Makasih sus makasih." Jawab Andi bahagia, dia menciumi Crystal yang berada di pangkuannya.


"Ihhh uncle hehehehe." Kata Crystal geli. "Uncle nanti dedenya main sama aku dan adikku ya?"


Andi mengangguk.


~

__ADS_1


"Jadi anak kita mau kamu kasih nama siapa?" Tanya Arletta kepada Delon sambil memangku bayinya.


"Thalia Wiguna?"


Arletta mengangguk.


"Nah kalau kamu pi?" Tanya Novi yang seruangan dengan Arletta kepada suaminya.


"Vidi Nugroho." Jawab Andi. "Perpaduan dari Novi dan Andi." Jelasnya.


"Ihhhhh uncle lebay." Ejek Crystal


Novi, Arletta dan Delon tertawa mendengar ucapan Crystal.


~


"Makasih mi." Ucap Delon.


Mereka sudah kembali ke rumah dan sedang tiduran berempat, Crytal dan Thalia sudah tidur.


"Untuk memberikanku kesempatan kedua, untuk menjadikanku seorang suami dan ayah yang paling bahagia karena memiliki dua putri yang cantik seperti Crystal dan Thalia."


Arletta tersenyum.


"Sama-sama." Jawabnya.


"Kamu adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan padaku dalam hidup ini." Lanjut Delon. "Takan ada wanita yang bisa sepertimu, terimakasih karena kamu telah memberikanku dua bidadari kecil ini."


"Kamu tahu?" Tanya Arletta. "Aku tidak pernah sedikitpun membayangkan akan jadi seperti ini kehidupanku sekarang setelah kamu mengusirku."


Arletta mencium Delon.


"Dulu aku pikir, aku akan terus sendiri membesarkan Crystal." Lanjut Arletta. "Tapi ternyata kita disatukan kembali dengan hubungan yang jauh lebih baik dan dikaruniai kembali seorang malaikat kecil."


Delon mengangguk.

__ADS_1


"Semua ini karena Crystal mi, dia yang membuat aku dan kamu bersatu kembali."


"Iya pa, dia anak yang hebat."


"Anak yang membuat banyak orang menemukan kebahagiaan." Lanjut Delon. "Papa harap anak kita yang satu ini akan menemukan kebahagiaan terus kedepannya."


"Pastiii atuh." Kata Crystal tiba-tiba.


Delon dan Arletta terkejut.


"Eh kamu belum tidur?" Tanya Arletta kepada putrinya, dilihatnya Crystal sedang mengelus paha adiknya dengan sayang.


Arletta dan Delon yang juga melihat itu saling pandang dan tersenyum.


Betapa baiknya Crystal, pikir mereka bersyukur dalam hati.


"Mami papa berisik, Crystal gak bisa tidur takut Thalia bangun." Katanya.


"Maaf, maaf" Kata Delon.


"Udah sini biar mami yang elus-elus dede." Kata Arletta. "Crytal tidur sana peluk papa."


"Iya sayang sini!" Ajak Delon.


"Iya, jagain Thalia ya mi." Kata Crystal sambil menghampiri Delon dan memeluk papanya itu.


"Iya sayangku." Jawab Arletta.


"Mi." Panggil Delon ketika Crystal sudah tertidur di pelukannya.


"Apa?"


"Crystal anak yang hebat, walau awalnya terkesan manja dan gak bisa punya adik tapi ternyata sekarang dia sangat menjaga adiknya." Kata Delon bangga.


"Iya pi."

__ADS_1


__ADS_2