
"Mami. Mamiiiii, kita mau main kemana hari ini?" Tanya Crystal membangunkan Arletta.
Delon yang ikut terbangun meraih Crystal dan menggelitiki putrinya itu.
"Masih pagi neng." Kata Delon gemas.
"Papaaa selagi disini kita harus memanfaatkan waktu dengan baik dan benar!" Kata Crystal seperti orang dewasa.
Delon dan Arletta tertawa.
"Crystal mau kemana?" Tanya Arletta pada putrinya.
"Harry Potter mami." Kata anak itu centil.
"Oke, tapi sekarang tidur lagi dulu ya?" Ajak Arletta. "Masih pagi, belum buka Harry Potter nya juga."
~
"Tempat apaan sih ini mi?" Tanya Delon ketika mereka sampai di Harry Potter Studio.
"Studionya Harry Potter pa. Mami juga belum tahu sih pastinya, soalnya belum pernah kesini."
"Mami, papa beli jas sihirnya Harry Potter yuk." Ajak Crystal yang melihat banyak pengunjung menggunakan jas sihir ala-ala murid Hogwart's.
"Crystal aja ya." Kata Delon.
Di umurnya yang sudah mulai tua, dia merasa risih jika harus menggunakan kostum seperti itu.
"Ih papaaaa, ayo." Rengek Crystal. "Biar nanti bisa difoto dan baju kita sama."
"Iya deh hayu." Delon mengalah.
__ADS_1
Apa yang dibaca Arletta tentang Harry Potter studio Tour memang benar, mereka merasa seperti berada dalam setting film Harry Potter.
"Bagus." Kata Delon yang ikut menikmatinya.
"Kaya ada di dalam film Harry Potter ya pa?" Tanya Arletta.
Delon mengangguk.
"Excuse me ma'am, may you help me to take picture of us?" Kata Crystal kepada seorang wanita yang ditoelnya tiba-tiba.
Delon dan Arletta langsung melirik ke arah putri mereka. Arletta tersenyum ke arah wanita yang dipinta tolong oleh Crystal.
"Sorry." Ucap Arletta pada wanita itu.
Wanita itu tersenyum dan menghampiri Crystal.
"Ofcourse honey, where i must take your picture?" Tanya wanita itu.
"There." Kata Crystal sambil menunjuk. "Papa, mama hayu foto bertiga."
"Sorry." Kata Arletta lagi.
"No problem."
"Oke one. Two. Three and say cheese." Seru wanita itu sambil mengambil foto Delon sekeluarga.
"Oh my good, you are look so happy." Kata wanita itu sambil mengembalikan handphone Arletta ke Crystal. "Here sweety, i hope you have a great day." Katanya lagi kepada Crystal.
"Thank you ma'am, i hope you too." Crystal berterimakasih. "Bye." dia melambaikan tangannya.
"Lihat dong." Kata Delon kepada putrinya.
__ADS_1
"Bagus papa." Crystal menunjukkan foto mereka pada papanya.
Delon melihat dirinya merangkul Arletta dan Crystal, istri dan anaknya tersenyum bahagia.
Andai dari dulu seperti ini, batin Delon.
"Hayu jalan-jalan lagi." Ajak Arletta yang melihat suaminya mulai melamun.
"Hayu." Kata Crystal dan Delon bersamaan.
~
"Pa." Arletta memanggil Delon yang sedang mengelus-elus rambut Crystal yang sudah tertidur.
"Hmm?"
"Lupakan masa lalu." Kata Arletta kepada suaminya itu.
"Maksud mami?" Tanya Delon sambil memandang istrinya.
"Papa gak usah ingat-ingat lagi masa lalu."
"Papa gak inget-inget mi."
"Terus kenapa papa sering banget melamun dengan wajah menyesal kalau sedang melihat Crystal?"
Delon berpindah posisi mendekati istrinya, lalu tangannya meraih tangan Arletta.
"Mi wajar kan kalau papa merasa menyesal atas apa yang papa lakukan dulu?" Tanya Delon.
"Mami ngerti pa, tapi kalau terus-terusan juga gak baik." Jawab Arletta. "Papa sekarang udah berubah dan memulai hidup baru bersama mami dan Crystal."
__ADS_1
"Iya mami bener, papa cuma nyesel karena papa telah kehilangan banyak waktu berharga sama mami dan Crystal." Kata Delon mencium kening Arletta. "Papa janji akan berusaha menghilangkan perasaan itu pelan-pelan kalau mami gak suka, ya?."
Arletta mengangguk.