Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Chapter 39


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, sekarang Crystal sudah berusia 20 tahun, Thalia dan Vidi berusia 10 tahun. Delon dan Arletta juga sudah tidak muda lagi terutama Delon yang memang umurnya 15 tahun lebih tua dari pada Arletta, tapi untungnya baik Arlleta, Novi, Andi maupun Delon masih sehat sampai saat ini dan sangat menikmati peran mereka sebagai orang tua.


"Thalia..." Teriak Crystal memanggil adiknya yang belum juga terlihat batang hidungnya di meja makan padahal adiknya itu sudah hampir telat masuk sekolah.


"Aduh kaka, jangan teriak-teriak gitu dong sayang manggil adiknya. Samperin sana!" Tegur Arletta yang sudah bosan setiap hari mendengar teriakan dan omelan Crystal untuk adinya itu.


"Maaf mi, abisnya Thalia kebiasaan ini udah hampir telat masih aja belum siap."


Delon yang sedang menikmati sarapannya tersenyum melihat putri sulungnya yang sedang kesal pada adiknya itu, dia bangun dari tempat duduknya menghampiri Crystal dan mengelus kepala putrinya yang sudah beranjak dewasa itu.

__ADS_1


"Jangan marah-marah terus anak kesayangan papa nanti wajah cantiknya ilang loh."


"Iya pa, maaf. Aku tuh kesel tiap hari kalau waktunya sekolah pasti aja dia terlambat, ya udah deh aku susul dia dulu ke kamarnya ya pa, mi." Ijin Crystal sambil berlalu menuju kamar adiknya.


"Gak karesa ya mi, anak-anak sudah besar sekarang." Ucap Delon lirih dengan wajah sedih.


"Iya pa, apalagi Crystal yang sekarag sudah dewasa. Dulu dia kemana-mana harus dianterin sama kita, sekarang dia yang nganter-nganterin adiknya."


"Sudahlah pa, jangan diingat-ingat lagi semua itu udah berlalu dan papa juga udah banyak memberikan kebahagiaan dan kasih sayang untuk Crystal selama sepuluh tahun kebelakang ini." Hibur Arletta, dia menggenggam tangan suaminya untuk menghilangkan rasa bersalah yang ada dalam diri suaminya itu. "Mau sampai kapan papa kaya gitu terus? Lihat karena rasa bersalah papa yang berlebihan udah bikin Thalia kadang cemburu ke kakanya. Mami gak ngelarang papa untuk ngasih perhatian lebih ke Crystal, tapi sebisa mungkin papa juga harus memperlakukan Thalia sama. Dulu kan papa yang minta punya anak lagi dan ngasih adik buat Crystal."

__ADS_1


"Iya mi maaf, papa cuma ngerasa kalau Thalia itu udah mendapatkan kasih sayang dan perhatian papa dari lahir, sedangkan Crystal.."


"Hayu cepetan, udah telat kaka juga mesti ke rumah sakit ada bedah kasus. Nih rotinya bawa makan dijalan aja ya!" Ucapan Delon terhenti ketika dia melihat kedua anaknya berlari-lari dan Crystal mengambil setangkap roti di meja untuk adiknya sarapan di jalan.


Crystal berlari menuju lemari penyimpanan makanan dan mengambil sekotak susu untuk adiknya.


"Nih buat temen roti kamu, biar sarapannya cukup." Kata Crystal menyerahkan susu kotak itu kepada Thalia yang sedang mengunyah roti, walaupun kesal tapi Crystal tetap sayang dan perhatian sama Thalia dan adiknya juga tau itu.


"Makasih ka."

__ADS_1


"Ya udah hayu berangkat! Pa, mi Kita berangkat dulu ya." Pamit Crystal dan Thalia sambil mencium tangan ke dua orang tuanya.


__ADS_2