Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Chapter 43


__ADS_3

"Menurut gue Ta, Dika itu anak yang sopan cuma gue agak sedikit horor sih sejujurnya." Jawab Hari.


"Horor kenapa?" Tanya Crystal ingin memastikan bahwa kehororan Hari pada Dika sama dengannya.


"Ya lu bayangin aja deh Ta anak SMA yang cukup tampan dimana temen-temen seumurnya atau minimal adik kelasnya di SMP pasti ada yang cantik dan tubuhnya lebih menggoda dibandingkan Thalia karena udah berkembang, tapi dia malah nempelin adik lu dan ngomong adik lu cantik! Ada kecenderungan fedofil gak sih?"


Crystal menjetikkan jarinya dan dengan antusias menatap Hari.


"Apa yang lu pikirin sama yang gue pikirin sama Har, gue juga ngeri apalagi dia kan ngomong kalau sering ngobrol sama Thalia pas istirahat. Aneh gak sih? Berarti adik gue tiap hari setiap istirahat ngabisin waktu sama dia gitu?"


"Ya kayanya sih gitu." Jawab Hari santai sambil mengambil cemilan yang ada di atas meja Crystal dan memakannya, membuatnya mendapatkan tatapan tajam dari yang empunya cemilan itu. "Tapi ngomong-ngomong anehnya kenapa ya?" Tanya Hari, membuat Crystal memutarkan kedua bola matanya kesal.

__ADS_1


"Ya anehlah Har, mana ada sih anak SMA yang mau ngabisin waktu istirahatnya sama anak sd umur 10 tahun? Emang dia gak diejekin tuh sama temen-temennya gara-gara kelakuannya?"


"Gak tau lah kalau soal itu mah, ya lu tanya aja langsung nanti kalau kapan-kapan ketemu lagi sama anaknya." Saran Hari dengan mulut penuh camilan.


"Gue nanya pendapat lu oon! Aneh banget sih orang kaya lu bisa jadi dokter."


"Lah emang jawaban gue salah Ta? Kan engga, emang mana mungkin gue tau tuh anak diledekin gak sama temen-temennya gara-gara setiap istirahat ngobrol sama adik ipar gue."


"Enak aja adik ipar lu! Emang gue istri lu apa?" Tanya Crystal sambil berusaha menutupi salah tingkahnya.


"Andai aja aku bisa jadi istri Hari beneran." Batin Crystal

__ADS_1


"Ya kalau lu mau jadi istri gue mah, ya hayu banget Ta." Jawab Hari dengan nada bercanda. Mereka berdua tertawa terbahak-bahak.


"Ta, andai lu tau kalau gue emang pengen lu jadi istri gue." Gumam Hari dalam hati.


"Udah ah gila, gue serius nih Har! Menurut lu gue mesti ngomong gak sama orang tua gue soal ini?" Tanya Crystal minta pendapat.


"Tadi pas perjalanan pulang, lu udah nanya adik lu belum gimana dia bisa kenal Dika?"


"Udah sih, dia bilang dulu dia pernah jatuh di depan toilet dan kebetulan disana ada Dika terus Dika nolongin dia ke UKS dan semenjak itu kalau istirahat adik gue duduk sama temennya Dika suka nyamperin sambil ngasih jajanan buat adik gue sambil ikut ngobrol."


"Eh tapi kok gue jadi takut ya Ta! Maksud gue kan Dika itu lumayan tampan pastilah ada yang suka sama tuh anak, terus sekarang tuh anak deket banget sama adik lu, gimana kalau ada anak cabe-cabean yang terobsesi sama Dika terus nganggep adik lu penghalang dan akhirnya nyelakain adik lu." Kata Hari yang tiba-tiba terbayang hal itu. " Secara kita juga pernah sekolah kan dan ada aja cabe-cabean kaya gitu Ta."

__ADS_1


"Ya makanya itu Har, kalau cabe-cabeannya seumur mah gue suruh adik gue lawan tapi kan ini mah masalahnya beda umurnya lumayan. Gue takut adik gue kenapa-kenapa Har, mau sama Dika ataupun sama cabe-cabean yang ngefans sama Dika."


__ADS_2