Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Chapter 6


__ADS_3

Pertemuan Delon dengan Crystal berlangsung dengan baik.


Crystal yang baru pertama kali bertemu dengan Delon, diberitahu bahwa Delon adalah ayah kandung yang selama ini dia dambakan kehadirannya. Crystal merasa sangat kaget, sekaligus senang karena akhirnya dia bisa mempunyai ayah.


Apa yang Delon dan Arletta takutkan jika mereka menjelaskan cerita yang sebenarnya kepada Crystal sama sekali tidak ada yang terjadi.


Mereka memberitahu gadis kecil itu cerita sebenarnya tentang apa yang terjadi dulu sesuai dengan keputusan yang telah mereka sepakati.


Crystal yang entah mengerti atau tidak tentang apa yang dijelaskan oleh kedua orang tuanya itu hanya menunjukan wajah antusias dan gembira karena menemukan sosok ayah yang selama ini didambakannya.


Crystal pulang ke Jakarta ditemani oleh Tante Julia. Tante Julia membeli tiket untuk pulang pergi Surabaya-Jakarta, Jakarta-Surabaya dalam satu hari itu.


Tante Julia sempat bertemu sebentar dengan Arletta dan Delon.


Dia terkejut melihat Delon ada bersama Arletta, tapi dia tidak banyak bertanya karena ada Crystal di tengah-tengah mereka.


Tante Julia mendengarkan penjelasan Arletta dan Delon kepada Crystal, dia sudah mengerti bahwa keponakannya itu sudah mengambil keputusan untuk bersatu kembali dengan Delon tanpa harus Arletta memberitahunya.


Sebelum Tante Julia kembali check in ke ruang tunggu untuk kembali pulang ke Surabaya dia mengatakan sesuatu kepada Arletta.


"Kamu sudah dewasa, tante akan mendukung semua keputusanmu dan mendoakan yang terbaik untukmu." Ujar Tante Julia sambil memeluk keponakannya itu.


"Makasih banyak tante, tante dan Om Mike selama ini udah banyak banget bantu Arletta. Sampaikan salam Letta kepada Om Mike tan. Tante hati-hati di jalan ya." Jawab Arletta. "Makasih juga tante dan om udah jagain Crystal selama sebulan ini. Maaf kalau anak itu merepotkan." Lanjut Arletta.


Tante Julia tersenyum sambil menggeleng, lalu melirik Delon.


"Delon, sudah lama sekali. Tante harap kamu kali ini bisa menjaga mereka dengan baik, saya titip mereka." Ucap Tante Julia pada Delon.


"Iya tante pasti, maafkan saya dan terimakasih." Jawab Delon menyalami Tante Julia. "Hati-hati tante."


Tante Julia pun melambaikan tangan pamit dan pergi masuk ke ruang tunggu keberangkatan.

__ADS_1


~


"Papa, boleh crystal memanggil om papa?" Tanya anak itu dengan wajah malu-malu, mereka sedang dalam perjalanan pulang dari bandara menuju ke rumah. "Om kan ayah Crystal, berarti aku harus manggil om papa kan?"


"Tentu saja sayang, aku senang sekali kau memanggilku papa." Jawa Delon bahagia. "Sekarang ceritakan kepadaku apa saja yang menjadi makanan kesukaanmu, kegemaranmu, dan apapun tentang dirimu! Papa ingin tahu."


Arletta yang mendengarkan percakapan antara ayah dan anak itu merasa sangat bahagia.


Arletta duduk diam memangku putrinya dengan senyum bahagia mendengar percakapan ayah dan anak itu, dia mendengarkan putrinya berceloteh memberitahu Delon apa saja makanan kesukaannya dan apa saja yang dia suka lakukan, serta apa saja yang dia minta nanti untuk dilakukan bersama papanya.


"Crys, mami mau bawa kamu besok ke rumah sakit ya." Kata Arletta memotong pembicaraan tepat di tengah-tengah celotehan Crystal tentang apa saja yang dia pinta untuk dilakukan bersama papanya. "Kita periksa kesahatan bersama. Papa, Crystal dan Mami, setelah itu kita lakukan salah satu hal yang Crystal ingin lakukan dengan papa ya." Lanjut Arletta yang segera membujuk Crystal setelah melihat wajah Crystal cemberut.


"Iya kita periksa kesehatan bersama ya sayang." Lanjut Delon ikut membujuk putrinya. "Setelah itu kita main bersama, setuju?"


"Baiklah mami, papa. Tapi temenin ya papa, Crystal mau ditemenin papa ya kalo disuntiknya!"


"Iya sayang." Delon tersenyum, sebelumnya dia tidak pernah membayangkan akan dipanggil papa oleh seorang anak anak lucu, pintar dan cantik seperti Crystal yang ternyata adalah putrinya.


~


Melihat hasil test itu Delon bahagia bukan main, tetapi dibalik kebahagiaan itu terbersit perasaan bersalah yang mendalam meliputi Delon.


Kenapa dulu dia harus menceraikan Arletta? Kenapa dia bisa tidak peka bahwa Arletta sedang mengandung? Andai saja dulu dia tidak menceraikan Arletta, mungkin dia bisa menghabiskan waktu panjang yang telah hilang itu untuk melakukan hal-hal yang berharga dengan putrinya itu sesalnya


Delon sudah bertekad bahwa mulai sekarang dia akan berusaha membahagiakan Crystal dan Arletta.


Dia tahu kesalahannya yang dahulu tidak bisa di perbaiki, tapi dia tahu bahwa kebahagiaan bisa dimulai kembali.


Lagipula memang setelah ditinggal oleh Bella, Delon baru menyadari bahwa Arletta adalah satu-satunya wanita yang mengerti dirinya dan tulus mencintainya.


Semenjak lepas dari Bella sering kali di benaknya dia ingin bertemu kembali dengan Arletta, tapi dia takut akan ditolak dan lebih memilih untuk lari menjauh selama delapan tahun pindah ke kota Solo.

__ADS_1


Maka dari itu Delon bertekad bahwa mulai saat ini dia akan memberikan segalanya bagi kebahagiaan Arletta dan Crystal.


"Ar, beri tahu kabar gembira itu kepada Crystal segera." Desak Delon ketika mereka sedang makan malam bersama.


Kebetulan saat itu Dr. Andi sedang ikut makan malam bersama di rumah mereka, karena permintaan Crystal yang terus menerus menyuruh uncle Andinya ikut makan malam bersama hari ini, kangen katanya dia pada uncle.nya itu.


"Kabar gembira apa papa?" Tanya Crystal yang langsung penasaran.


Andi langsung melirik Arletta, dia tahu kabar bahagia apa yang Delon maksud.


Sebelumnya sebagai sahabat dan orang terdekat Arletta selama sembilan tahun kebelakang, Arletta yang dalam hatinya memang sudah memutuskan mengiyakan permintaan Delon untuk bersama lagi berbicara dulu kepada Andi serta menjelaskan alasannya agar sahabatnya itu tidak merasa diacuhkan sebelum dia memberitahukan keputusannya kepada Delon.


Awalnya Andi tidak setuju dan mendebat keputusan Arletta, dia merasa kesal kenapa sahabatnya itu memutuskan untuk kembali bersama orang yang telah membuat dia kehilangan segalanya? Tapi setelah mendengarkan alasan Arletta yang garis besar alasannya adalah untuk Crystal, Andi mengalah.


Menurutnya memang benar Crystal membutuhkan sosok ayah dan keluarga yang harmonis dan yang terutama Andi tahu tidak akan mungkin sosok itu didapatkan Crystal dari orang lain, karena walaupun membenci Delon, tetapi cinta Arletta juga hanya untuk Delon seorang.


"Crystal, mami dan papa mau bicara." Kata Arletta menuruti permintaan Delon. "Crystal udah tau kan mami papa dulu udah pisah?" Tanya Arletta kepada putrinya itu.


"Iya mami." Jawab Crystal polos.


"Nah Crystal mau gak tinggal bareng-bareng sama papa dan mami terus?"


"Harus mami, harus!" Jawab Crystal takut. "Gak mau kehilangan papa lagi! ataupun mami!" Lanjut Crystal.


"Nah untuk bisa tinggal bersama terus, mami dan papa harus bersatu lagi. Mami dan papa juga gak mau ninggalin Crystal." Terang Arletta kepada putrinya itu. "Jadi mami dan papa memutuskan untuk menikah dan bersatu lagi jadi suami istri seperti seharusnya, Crystal setuju kan?"


Crystal terdiam sejenak memikirkan apa yang dijelaskan oleh mamanya, kemudian setelah dia mengerti apa yang diucapkan mamanya dia meloncat kegirangan.


"Yeay, Crystal setuju mami, papa." Crystal berlari mencium mama dan papinya secara bergantian dan berlari memeluk Uncle Andi. "Uncle mami, papa Crystal mau menikah kembali, aku akan punya keluarga utuh kaya teman-teman di sekolah." Kata Crystal penuh kegembiraan kepada Andi, Andi tersenyum senang melihat Crystal yang sudah dianggapnya anak sendiri bahagia seperti itu. "Mami, Papa makasih." Lanjut Crystal.


Delon senang melihat wajah bahagia putrinya itu, bagai merpati kecil yang menemukan induk dan sangkarnya.

__ADS_1


__ADS_2