Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Chapter 19


__ADS_3

Novi yang telah mendapat kabar akan segera menjadi asistennya Dr. Andi tadi siang, langsung membereskan sisa-sisa pekerjaannya.


"Nov belum pulang?" Tanya Andi mengejutkannya.


"Lah dokter kok ada disini?" Tanya Novi kaget melihat Andi tiba-tiba ada di mejanya. "Iya nih dok nanggung. Kerjaan saya terasa banyak ketika dibereskan, padahal biasanya saya suka bingung mau mengerjakan apa."


"Hahahaha. Aku juga sering begitu, kalo lagi dikerjain kaya yang banyak banget ya."


Novi mengangguk tersenyum.


"Ada acara gak Nov?" Lanjut Andi.


"Gak ada dok."


"Makan malem bareng yuk?"


"Berdua?"


"Iya lah, emang kamu mau ngajak siapa?"


Novi menggeleng


"Mau makan dimana dok?"


"Kamu suka masakan jepang gak?"


"Suka dok."


"Ya udah kita ke sushi tei aja ya?"

__ADS_1


"Oke. Bentar ya dok saya beresin dulu kerjaan saya, nanggung."


"Aduh aku udah lapar nih hayu buruan, besok lagi aja lah diberesinnya."


"Iya. Iya." Kata Novi tersenyum, sambil menyudahi pekerjaannya


~


"Nov kalau ngasih hadiah ke cewe pas ulang tahun bagusnya apa?" Tanya Andi ketika mereka sedang makan.


"Hmm. Ya tergantung dok. Cewenya sukanya apa dulu?" Jawab Novi dengan harapan yang tidak-tidak. Sebentar lagi kan dirinya ulang tahun.


"Aku juga gak tau sih kesukaannya apa, belum terlalu deket soalnya." Jawab Andi. "Nov, bisa gak kalo di luar rumah sakit panggil saya nama aja?" Pinta Delon yang semakin membuat Novi berharap.


"Tapi kan umur saya dibawah dokter." Tolak Novi.


"Ya gapapa kali, aku gak mempermasalahin soal panggilan dan umur." Jawab Andi. "Kan gak enak kalau dimana-mana kamu manggil aku dok, dok. Mana sebentar lagi kamu bakal sering ngabisin waktu sama aku lagi."


"Jadi gimana? Setuju ya panggil nama?" Tanya Andi lagi.


Novi mengangguk.


~


"Dok. Eh maaf maksudnya Ndi." Kata Novi canggung,  mereka sedang berada di dalam mobil Andi.


Andi tertawa.


Setelah makan Novi yang memang tidak pernah menggunakan kendaraan pribadi, dipaksa Andi supaya mau diantarkan pulang.

__ADS_1


"Gapapa nanti juga biasa manggil aku dengan nama." Katanya. "Mau nanya apa?" Tembak Andi.


"Hehehe. Iya dok. Engga, cuma maaf kalo boleh tahu dokter tuh lagi pedekate ya?"


Andi tertawa mendengar pertanyaan Novi.


"Gak sih Nov, kenapa gitu?"


"Soalnya tadi kan dokter nanyain hadiah apa yang bagus dikasihin buat cewe pas lagi ulang tahun."


"Oh itu Luna teman kuliahku dulu! Setelah mendapatkan gelar dokter dia langsung pindah ke Paris buat belajar jadi designer. Aneh kan?" Cerita Andi. "Dia tuh seminggu yang lalu baru pulang ke Jakarta dan ngontek aku. Sebentar lagi dia ulang tahun dan aku diundang ke pesta ulang tahunnya."


Novi terdiam kecewa.


Kenapa aku berharap terlalu banyak pada pria yang telah mencelakakan sepupuku ini? Dulu Arletta sekarang teman kuliahnya, renung novi dalam hati.


"Dokter suka sama Luna?" Tanya Novi memberanikan diri.


Andi menatap Novi tajam. Dia teringat bahwa Novi juga sebentar lagi ulang tahun dan dia tahu gadis itu kecewa padanya. Andi sadar mungkin dia telah membuat gadis itu berharap kepadanya.


"Enggak Nov, dia cuman temanku aja." Jawab Andi yang merasa tidak enak.


Dia tidak bermaksud memberi Novi harapan dan membuatnya kecewa. Sebenarnya Andi hanya ingin dekat dengan Novi dan memiliki sahabat baru.


Semenjak Arletta menikah, secara tidak langsung Andi merasa kehilangan Arletta. Maka dari itu dia ingin dekat dengan Novi, tapi cuma sebagai sahabat saja.


Karena walau Andi tahu Novi menyukainya. Dari dulu, dia tidak pernah memiliki perasaan lebih untuk Novi.


"Kamu mau ikut nanti ke pesta ulang tahun Luna, Nov?" Tanya Andi akhirnya dengan maksud menghibur Novi dan menebus rasa bersalahnya.

__ADS_1


"Gimana dokter aja, kalau saya diperlukan." Jawab Novi ketus.


__ADS_2