Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Chapter 20


__ADS_3

"Let gue kayanya ngelakuin kesalahan." Seru Andi tiba-tiba dibalik telepon.


Delon, Arletta dan Crystal sudah berada di hotel setelah seharian jalan-jalan di daerah Shaftesbury Avenue.


"Maksud lu?" Tanya Arletta yang tidak bisa konsentrasi karena tubuhnya sedang digerayangi oleh tangan dan bibir Delon. Crystal yang mulanya tidur pulas di tengah-tengah mereka, bertukar posisi dengan Delon yang sekarang berada di tengah kasur dan sibuk memainkan tubuh Arletta.


"Gue barusan ngajak Novi makan malam, dan gue minta pendapatnya soal hadiah ulang tahun buat Luna."


"Hmmm.." Suara Arletta di balik telepon.


Andi geleng-geleng mengerti apa yang sedang dilakukan oleh Arletta.


"Aduh Let! kalau lu lagi begitu, kenapa telepon gue lu angkat?" Tanya Andi tertawa gak habis pikir.


"Engga kok Ndi, gila aja ada crystal disini." Elak Arletta. "Cuma ini bayi gede gue lapar!Jadi gimana soal Novi?" Delon yang mendengar kata-kata Arletta itu langsung makin menjadi, menjahili istrinya.


"Ndi. Ndi bentar dulu. Jangan ditutup." Kata Arletta yang sudah tidak bisa mengontrol tubuhnya akibat ulah Delon.


"Bentar ya, Andi mau curhat soal Novi." Kata Arletta menyudahi permainan Delon dan beranjak ke luar kamar.


Delon memasang wajah cemberut, Arletta tertawa dan memberi kecupan kilat di bibir Delon.

__ADS_1


~


"Lanjut Ndi." Seru Arletta di balik telepon setelah dia berada di luar kamar.


"Hahaha gila! aduh mimpi apa gue semalam? Mau curhat tapi malah kebayang temen gue lagi begituan!"


"Aduh udah ah gau usah bahas itu! Buru mau cerita gak? Kalo gak gue tutup nih!" Kata Arletta malu.


"Iya. Iya. Nah kayanya si Novi awalnya salah paham deh, dia nyangka gue nanyain hadiah ulang tahun buat dia."


"Lah emang lu gak ngomong ke dia awalnya kalo itu buat Luna?"


"Ya salah lu sih Ndi. Gue yakin lu tahu kan dari dulu kalo Novi itu suka sama lu!" Arletta menarik nafas. "Ya wajar aja dia kecewa, lu ajak dia makan tapi malah ngebahas hadiah ulang tahun buat cewek lain."


"Terus gue mesti gimana? Lu tau sendiri gue gak punya perasaan lebih ke Novi Let. Gue cuma pengen bisa sahabatan sama dia. Kaya kita gini."


"Ya susah Ndi, kalau Novi sifatnya kaya lu sih mungkin bisa. Tapi kan kita gak tahu sifat Novi kaya gimana." Kata Arletta. "Gak banyak yang bisa berbesar hati tetep sahabatan sama orang yang disuka kaya lu Ndi."


"Lu terharu Let?" Goda Andi.


"Iyalah jujur! Gue berterima kasih banget dan salut sama lu Ndi." Jawab Arletta tulus. "Ya kalau soal Novi sih gue saranin kedepannya lu harus lebih peka sama perasaannya. Bikin dia ngerti pelan-pelan kalo lu tuh emang cuma mau sahabatan sama dia."

__ADS_1


"Gue udah ngajak dia ke acara ulang tahun Julia sih gagara gak enak."


"Terus? Dia mau?"


"Terserah kalo diperluin." Kata Andi tertawa menirukan jawaban Novi.


"Ati-Ati Ndi, jangan sampe perasaannya yang awalnya melindungi kita malah berbalik jadi mencelakakan kita." Arletta memperingati. "Jangan sampe lu bikin dia sakit hati!"


"Iya ya tenang aja, kalo emang perlu gue jadiin aja sekalian!"Jawab Andi asal.


"Gila! Mau lu nikah sama orang yang gak lu suka dua kali?" Bentak Arletta.


"Kan gue nikahin mereka demi cewek yang gue suka!" Goda Andi tertawa.


Arletta geleng-geleng mendengar perkataan Andi.


"Heh, gue udah punya laki bro."


"Iya-iya gue tahu! Udah ah sana lanjutin lagi kegiatan lu! Kasian laki lu nungguin, ntar bete lagi dia sama gue." Lanjut Andi. "Gue mau tidur dulu, udah subuh disini."


"Bye." Jawab Arletta menutup teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2