
Delon dan keluarganya akan berada selama dua minggu di London.
Mereka menginap di hotel Corinthia, karena hotel itu memiliki pemandangan Big Ben yang terkenal sebagai ikon dari kota London dan hotel itu juga terletak dekat dengan pusat perbelanjaan barang-barang bermerek terkenal seperti Apple, H&M, Chanel, Burberry dan lain-lain.
"Mami. Mami hayu ajak papa jalan-jalan!" Ajak Crystal yang udah gak betah di kamar.
Dia sangat antusias karena baru pertama kali berlibur sepeti itu bersama papanya.
"Bosen! Udah satu jam kita di kamar terus." Tambahnya
"Aduh Crystal bentar lagi ya, masih capek nih." Jawab Arletta kepada putrinya. "Crystal juga istirahat dulu deh."
"Mami kan udah bobo di pesawat, ayolah masa bobo terus?" Rengek Crystal. "Kan mami bilang mau ngajak Crystal dan papa keliling-keliling tempat favorit mami waktu mami tinggal disini."
Arletta dan Delon geleng-geleng sambil tersenyum melihat putri mereka yang bersemangat.
Ya anak kecil memang tidak mengenal lelah.
Ketika SMA, Arletta memang bersekolah di London dan menyelesaikan pendidikan SMA.nya di sana sebelum akhirnya kembali ke Indonesia dan memutuskan mengambil pendidikan kedokteran di Jakarta.
"Disini masih pagi neng, baru juga jam 10.00." Kata Delon kepada putrinya.
Delon juga belum mau jalan-jalan karena masih pusing (jet lag).
Crystal menundukkan wajahnya dengan kecewa, dia langsung tiduran dintengah-tengah mami dan papanya.
"Nah mending denger cerita mami, kenapa dulu dia sekolah SMA disini." Saran Delon sambil memeluk Crystal yang tiduran di sebelahnya.
__ADS_1
"Iya deh." Crystal mengiyakan terpaksa.
"Ah gak mau cerita! Nanti aja mami kasih tau papanya kalo gak ada Crystal." Arletta menggoda putrinya.
"Ih mami mah gitu!" Rajuk Crystal. "Papa maminya tuh!"
Arletta geleng-geleng melihat kelakuan Crystal yang jadi sangat manja semenjak adanya Delon. Sedangkan Delon
tertawa mendengar celotehan manja putrinya itu.
"Abisnya kamunya juga jawabnya ogah-ogahan gitu." Kata Arletta.
"Iya maaf mami."
"Oke mami maafin, lagian mami juga cuma becanda." Kata Arletta sambil menggelitik putrinya.
"Jadi dulu memang mami rencananya mau disuruh kuliah di sini, ngambil management business. Tapi mami yang awalnya setuju, berubah pikiran dan ingin menjadi dokter. Makanya mami pulang ke Jakarta dan sekolah untuk jadi dokter." Cerita Arletta.
"Kenapa kamu pengen jadi dokter?" Tanya Delon yang tiba-tiba penasaran, disertai anggukan Crystal.
"Gak apa-apa sih, pengen aja." Jawa Arletta bingung. "Mungkin karena dulu perusahaan kakek bergerak di produksi obat kali ya."
"Mami!" Panggil Crystal."
"Apa sayang?"
"Mami udah selesai belum ceritanya?" Tanya Crystal sambil memegangi perut.
__ADS_1
Delon dan Arletta saling melirik sambil tersenyum.
"Belum, kenapa gitu?" Jawab Arletta jahil.
"Yah! Lanjut nanti aja ya boleh gak? Aku lapar nih."
"Masa lapar? Tadi kan anak papa udah makan di bandara sebelum ke hotel." Timpal Delon yang ingin ikut menjahili Crystal.
"Ih papa mah, itu mah ngemil. Crystal kan biasanya makan waktu Jakarta papa, dan sekarang udah waktunya makan siang." Alasan anak itu pintar.
Delon dan Arletta tertawa menyaksikan kepintaran Crystal.
"Iya deh. Hayu mi kita cari makan siang." Kata Delon pada akhirnya, dia kasian melihat putrinya yang sudah tidak sabar ingin keluar dari hotel.
"Iya, Papa dan Crystal mau makan apa?"
"Crystal mau ice cream yang kata mami besar itu." Jawab Crystal.
"Yeah, itu mah bukan makan."
"Hihihi. Terserah papi aja mau makan apa."
"Bener nih?" Tanya Delon memastikan, soalnya selera makanan Delom berbeda dengan Arletta dan Crystal.
"Iya papa. Kan disini mah lebih banyak makanan kesukaan Crystal, jadi gampang bisa besok-besok lagi. Sekarang mah makan makanan yang papa suka dulu aja."
"Mi, di daerah sini ada masakan Indo gak?" Tanya Delon pada akhirnya.
__ADS_1