Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Chapter 31


__ADS_3

Sepulangnya dari pesta ulang tahun Luna, Novi terus memikirkan apa yang Andi ucapkan dengan bahagia.


"Sekarang aku dan Andi resmi pacaran." Ucap Novi kepada dirinya sendiri.


Novi mengambil handphonenya berniat untuk menghubungi Arletta.


"Halo Nov, ada apa?" Tanya Arletta dari seberang telepon.


"Dokter lagi sibuk gak?"


"Gak Nov ini lagi nungguin Delon mandi sebelum keluar nyari makan malam, ada apa?"


"Dok saya sama Dr. Andi udah resmi pacaran." Kata Novi, terdengar sekali bahwa wanita itu bahagia.


"Wah selamat ya Nov, aku senang mendengarnya." Ucap Arletta tulus. "Jadi gimana? Akhirnya dia nembak kamu?" Tanya Arletta ingin tahu.


Gila si Andi cepet juga, perasaan juga baru dua hari yang lalu dia ngomong ke gue mau nyoba jalan sama si Novi. Eh sekarang udah jadian aja mereka, pikir Arletta dalam hati.


"Tadi kan kita datang ke pesta ulang tahunnya Dr. Luna, nah Dr. Andi memperkenalkan aku sebagai pacarnya." Cerita Novi. "Terus pas kami pulang, di mobil aku nanya sejak kapan kami pacaran."


"Terus apa kata Andi?"


"Dia malah ngeledek, memang sih saya mengiyakan pernyataannya yang mengatakan bahwa aku pacarnya ke Dr.Luna soalnya dia kaya yang ninggiin statusnya gitu waktu kenalan sama saya." Cerita Novi kesal. "Dia bilang sayang banget, tadinya dia pikir dia bisa jadi pacarnya Dr. Andi dan dia memperkenalkan dirinya kepada saya sebagai seorang dokter dan fashion designer."


"Hahahaha, Andi gak akan mau sama Luna Nov." Kata Arletta geli, ketika mendengar cerita Novi bagaimana cara Luna meninggikan diri, "Aku emang gak kenal deket sama Luna kaya Andi sih, tapi aku tahu Luna orangnya gimana, dia tuh emang sombong serta cenderung memaksakan kehendaknya dan Andi gak akan pernah suka sama cewek kaya gitu." Kata Arletta memberitahu Novi.


Novi terdiam, selintas terbersit pikiran buruk di kepalanya.


"Dok, tapi Dr. Andi gak akan macarin saya untuk ngehindarin Luna yang mendekatinya kan?"


"Gak lah Nov. Dua hari yang lalu setelah aku meneleponmu aku memastikan perasaannya kepadamu dan dia bilang memang ingin jalan denganmu, karena kamu membuatnya nyaman."


Novi tersenyum sendiri mendengar kata-kata Arletta.


"Beneran dok?" Tanyanya lagi, memastikan.

__ADS_1


"Iya Nov beneran! Ngapain juga aku bohong." Jawab Arletta. "Eh Nov udah dulu ya, Delon udah selesai mandinya. Sekali lagi selamat ya, semoga langgeng sampai pernikahan. Eh iya sekarang jangan manggil Andi dengan sebutan dokter terus dong, kamu juga boleh manggil saya mba kalau di luar kantor. Andi bagi saya sudah seperti keluarga, dan sekarang berarti kamu keluarga saya juga."


"Iya siap dok. Makasih banyak dok." Ucap Novi bahagia.


"Eh dok lagi." Tegur Arletta.


"Hehehehe maaf mba, belum biasa." Jawab Novi malu.


"Hahahaha, gak apa-apa. Nati juga terbiasa, ya udah ah." Arletta menutup teleponnya.


Betapa bahagianya Novi hari ini. Apa yang selama ini menjadi telah impiannya dan dirasakannya tidak mungkin, telah menjadi kenyataan.


~


"Siapa mi?" Tanya Delon.


"Novi pi, dia cerita kalau dia dan Andi udah resmi pacaran."


Crystal menoleh mendengar ucapan maminya itu. Anak itu memang dari tadi mendengarkan maminya berbicara di telepon, tapi dia tidak mengerti bahwa ternyata Uncle Andinya sekarang udah pacaran sama Onty Novil.


"Mau apa sayang?" Tanya Arletta kepada putrinya.


"Mau ngomong aja sebentar ya mami, boleh?"


Arletta mengangguk lalu menelopon Andi.


"Hallo Let." Jawab Andi dari seberang telepon.


"Ndi lagi sibuk gak?"


"Gak kenapa gitu?"


"Ponakan lu pengen nelepon katanya, eh ngomong-ngomong selamat ya udah jadian" Ucap Arletta tulus. "Gue kira gak akan secepet ini."


"Hahahaha. Thank's Let, Novi langsung nelepon lu ya?"

__ADS_1


"Iya dia seneng banget kayanya."


"Maammmiiiiiii." Panggil Crystal kesal. Dia yang mau ngomong sama unclenya, tapi maminya malah ngobrol.


"Iya.. Iya, Ndi nih Crystal mau ngomong katanya."


Andi tertawa mendengar teriakan Crystal, sedangkan Delon hanya geleng-geleng melihat tingkah putrinya itu.


"Halo uncle." Terdengar suara lucu Crystal. Kangen juga, batin Andi.


"Halo sayang, gimana mainnya seneng? Ayo cepet pulang, uncle kangen nih."


"Seneng uncle, makanan disini enak-enak. Crystal juga kangen ucle, tapi pulangnya nanti ya masih mau main" Jawab Crystal. "Uncle Ndi sekarang udah pacaran ya sama Onty Novi?" Tanya anak itu polos.


Delon dan Arletta saling melirik, mereka memiliki firasat bahwa Crystal sedih mendengar Andi dan Novi pacaran. Anak itu takut kehilang perhatian dari Uncle Andinya.


"Hahahahaha, iya sayang." Jawab Andi. Dia mengerti  kekhawatiran Crystal. "Kamu nguping ya?" Candanya.


"Gak nguping uncle, kedenger." Jawab Crystal lesu.


"Crystal sayang, nanti kamu mau kan main sama uncle dan Onty Novi kalau udah pulang ke Jakarta?"


"Uncle sama onty mau ngajakin Crystal main?"


"Iya dong pasti! Crystal masih mau kan main sama uncle?" Tanya Andi kepada anak itu.


"Mauuuu uncle. Jangan sampai lupain Crystal ya, gagara uncle  udah jadian." Seru anak itu di balik telepon sambil menangis. "Crystal takut uncle Ndi gak akan main sama aku lagi gara-gara pacaran sama Onty Novi!"


Delon memeluk anaknya itu. Ya ampun ternyata Crystal sangat takut kehilangan orang-orang yang ada disekitarnya, batin Delon.


"Gak akan sayang, uncle bakal tetep main sama kamu." Kata Andi berjanji.


"Janji?" Pinta Crystal.


"Janji sayang, uncle janji!"

__ADS_1


__ADS_2