
"Nov, siap-siap ya." Kata Andi di balik telepon. "Aku jemput kamu setengah jam lagi."
"Oke." Jawab Novi yang sebenarnya sudah siap dari tadi.
Hari ini mereka akan pergi ke acara ulang tahun Luna.
"Dok beneran gak apa-apa aku ikut?" Tanya Novi di mobil, ketika mereka dalam perjalanan menuju pesta. Dia mulai merasa takut dia akan mempermalukan Andi di pesta itu.
"Lah Nov, kan emang aku yang ngajak kamu." Jawab Andi aneh dengan pertanyaan Novi. "Kenapa mesti nanya sih?"
"Gak apa-apa sih, aku cuma ngerasa gak pantes nemenin kamu ke pesta itu." Jawab Novi rendah diri. "Secara kamu kan dokter, sedangkan aku cuma lulusan SMA."
"Kenapa mesti ngebahas tingkatan pendidikan sih?" Tanya Andi kesal. "Mereka yang pendidikannya tinggi aja belum tentu lebih pintar dibanding yang pendidikannya kurang."
"Tapi kan Ndi, teman-temanmu memiliki jabatan yang baik." Balas Novi.
"Gak usah peduliin itu lah Nov, yang penting aku kan gak pernah mempermasalahin itu." Tegas Andi.
~
"Luna selamat ulang tahunnya." Kata Andi kepada sang pemilik pesta.
"Makasih Ndi." Luna merangkul Andi dan mengajaknya cipika cipiki. Luna melirik Novi. "Siapa ini Ndi?"
"Cewek gue Lun." Jawab Andi santai yang membuat Novi melirik tajam kepadanya.
Sejak kapan kita pacaran? Kenapa dia mengakui sebagai ceweknya , batin Novi.
__ADS_1
"Yah sayang banget. Tadinya gue harap bisa ngisi posisi itu." Kata Luna blak-blakan, sambil mengajak Novi salaman. "Halo saya Luna Clarissa, dokter sekaligus fashion designer"
"Halo saya Novi Melisa, pacarnya dokter Andi." Jawab Novi sengaja yang kesal mendengar kata-kata Luna.
Andi kaget mendengar Luna berani bilang kalau dia pacarnya.
"Hahahaha, emang lu minat sama gue?" Andi menanggapi kata-kata Luna dengan candaan.
"Iyalah! Dari dulu kali, lu sih gak peka!"
"Ya mana gue peka, kelakuan lu ke gue sama ke yang lain sama aja." Jawab Andi. "Tapi ya maaf, sekarang gue udah ada Novi."
"Gak masalah. Lagian janur kuning kan belum melengkung, jadi gue masih punya banyak kesempatan kan?."
Andi hanya mengangkat bahu, lalu menggandeng Luna.
"Ok Ndi thank's, kapan-kapan kita nongkrong bareng ya." Ajak Luna.
Andi mengangguk.
~
"Boleh nanya gak?" Tanya Novi saat perjalanan pulang.
"Boleh."
"Kenapa kamu bilang aku cewekmu?"
__ADS_1
Andi melirik Novi.
"Kamu juga mengakuinya kan?" Goda Andi.
"Ya masa aku bilang bukan di depan teman-temanmu ya sudah kamu beritahukan seperti itu."
"Kamu gak mau jadi pacar aku?"
"Bukan kaya gitu. Kamu sendiri belum pernah menyatakan kalau kamu mau jadi pacar aku."
"Kan tadi udah di pesta."
"Maksudnya?" Tanya Novi memastikan. Dia merasa senang sekali.
"Maksudnya kamu mau gak jadi pacar aku Nov?" Tanya Andi sambil meraih tangan Novi ke genggamannya.
"Kamu serius Ndi?" Tanya Novi. "Kamu beneran punya perasaan sama aku? Kamu gak akan nyesel kalau milih aku?"
"Serius Nov, aku mau jadi pacar kamu." Jawab Andi singkat.
Dia tidak bisa menjawab bahwa dia memiliki perasaan untuk Novi atau tidak, tapi yang jelas dia serius untuk pacaran dengan Novi.
"Kenapa aku mesti nyesel?" Tanya Andi.
"Kan Dr. Luna juga suka sama kamu, kenapa kamu milih aku yang gak ada apa-apanya dibanding Dr. Luna?"
"Karena aku nyaman sama kamu." Jawab Andi jujur. "Cinta itu bukan soal status Nov, lihat aja Arletta dan Delon."
__ADS_1