
~Dua Bulan Setelah Pernikahan Andi~
Sudah dari tadi pagi Arletta muntah-muntah dan ditambah bulan ini dia sudah telat datang bulan.
"Pa."
"Kenapa mi?"
"Kalau aku hamil gimana?"
"Kok nanya gimana? Ya baguslah sayang."
Delon memeluk istrinya.
"Emang kamu hamil?" Tanyanya.
"Gak tau sih, tapi kayanya iya deh."
"Kenapa gak di periksa?"
"Takut."
"Takut kenapa?" Tanya Delon bingung.
"Gak apa-apa, hari ini rencananya aku mau periksain." Jawab Arletta bohong.
"Aku temenin ya?"
Arletta mengangguk.
~
Arletta memberikan hasil lab.nya kepada Delon sambil tersenyum.
Delon melihat hasil pemeriksaan istrinya dan langsung memeluk istrinya dengan bahagia.
"Mi, makasih mi." Kata Delon mencium istrinya.
"Papa seneng?" Tanya Arletta iseng.
"Banget! Kita kasih tahu Crystal segera ya mi, dia pasti seneng." Kata Delon tidak sabar ingin memberitahu putri kesayangannya itu.
__ADS_1
Arletta mengangguk, ada kekhawatiran yang mengusik pikirannya.
~
"Ada apa mi?" Tanya Delon yang tahu bahwa istrinya menyembunyikan sesuatu. "Tadi mami ngomong ke papa takut, takut apa?"
Arletta menghela nafas.
"Pa usia mami kan sudah tidak muda lagi."
"Terus kenapa?" Tanya Delon yang tidak mengerti maksud istrinya.
"Takut ada apa-apa sama bayi kita." Jelas Arletta. "Kehamilan di usia lanjut itu resikonya lebih tinggi"
Delon tersenyum, ternyata itu yang dikhawatirkan istrinya.
"Mami kan dokter, papa yakin mami bisa jaga kesehatan bayi kita dan diri mami." Kata Delon menyemangati. "Apa yang mesti mami takutkan? Banyak kok yang udah lanjut usia mengandung, dan buktinya ibu dan bayinya sehat."
"Iya sih tapi..."
"Jalanin saja ya sayang." Saran Delon.
"Eh mi, kalau hamil aman gak sih hubungan badan?"
Arletta tertawa.
"Kenapa gitu?"
" Ya pengen tahu aja. Kamu kan dokter dan aku juga belum berpengalaman."
"Boleh-boleh aja sih selama nyaman." Jawab Arletta. "Tapi jangan terlalu sering.
"Maksudnya jangan terlalu sering?"
"Ya maksimal seminggu tiga kali."
"Jadi kita masih bisa?" Tanya Delon Jahil.
"Ih kamu ya! Dasar laki-laki!" Kata Arletta tertawa.
"Eh apa? Hahahaha." Seru Delon tak terima. "Ingat ya gini-gini juga selain sama kamu aku gak pernah, dan aku udah nahan selama kurang lebih sembilan tahun."
__ADS_1
"Iya deh kamu hebat, maksudku bukan seperti itu." Kata Arletta. "Maksudku laki-laki itu tidak mengenal umur, mau umur berapa juga masih aja suka."
Delon tertawa.
"Emang wanita gak ya?" Tanyanya.
"Wanita sih ada batasnya, sampai menaupose aja."
"Masa?" Tanya Delon gak percaya.
"Iya! Masa kamu gak tahu sih?" Tanya Arletta tak habis pikir. "Kamu kan dulu kerja di apotek."
"Hehehehe gak aslian aku gak tahu, soalnya aku gak pernah mikirin sampe kesana." Jawab Delon malu.
"Dasar!" Arletta tersenyum.
"Terus?" Goda Delon.
"Apa?"
"Malam ini dapat jatah gak nih?" Tanya Delon pada istrinya.
Arletta tertawa dan menggeleng, menggoda Delon.
"Yah kenapa?" Rajuk Delon. "Kan udah seminggu libur."
"Loh siapa yang bilang enggak?" Arletta jahil.
"Itu tadi geleng-geleng!"
"Yeah itu mah cuma gak habis pikir aja sama kamu!" Jelas Arletta jahil. "Jadi gak usah aja nih?"
Delon yang sedang menyetir mobil, memarkirkan mobilnya di samping jalan.
"Jahil ya kamu!" Katanya sambil mencium Arletta dan memegang bagian-bagia sensitif di tubuh istrinya.
"Piii ini di jalannn!" Kata Arletta di sela-sela ciumannya.
"Biarinnnn suruh siapaa jahill!"
"Iyaa.. Iyaa nantii malam dikasihh."
__ADS_1