
Malam ini sesuai dengan ucapan Delon, setelah Crystal tertidur dia melahap Arletta.
Agar kegiatan itu tidak mengganggu putrinya yang tertidur pulas, Delon meminta Arletta memesan satu kamar lagi untuk semalam.
Ditinggalkannya dulu putri kecil mereka sebentar yang sedang tertidur pulas sendirian di dalam kamar.
"Hmm pa, bisa-bisanya kamu memintaku memesan kamar lagi untuk semalam." Kata Arletta dengan tidak karuan karena menahan sensasi-sensasi yang sedang menjalar di tubuhnya. "Katanya capek lemas karena ketakutan naik London Eye."
"Biarin suruh siapa kamu jahilin aku hah?" Jawab Delon.
"Ya abis kamu lucu! Aku dulu gak tahu kalau kamu penakut gini" Ledek Arletta sambil tertawa.
Delon gemas, dia menggigit telinga Arletta.
"Aww.. Sakit!"
"Makanya jangan ngeledekin terus!" Kata Delon yang tangannya asyik meremas-remas gunung kembar Arletta.
"Mi kita jadi mau kasih Crystal adik?" Tanya Delon di tengah-tengah kesibukannya.
"Ehhmm. Jadi pa, tapi nanti ya kalo kita udah kasih Crystal pengertian dan dia setuju."
"Papa udah gak mau mi. Papa udah mikirin hal ini dari kemarin, dan papa rasa sisa umur papa ini mau papa gunakan untuk bahagiain mami dan Crystal aja."
Arletta tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.
"Makasih pa." Seru Arletta disertai dengan ciuaman manja untuk suaminya.
Delon ******* bibir Arletta dengan rakus, setelah itu dikecupnya leher istrinya sambil terus memainkan bagian-bagian sensitif di tubuh Arletta.
Kegiatan itu membuat Arletta mendesah kenikmatan.
__ADS_1
Ini memang bukan yang pertama kali bagi mereka. Tapi kali ini berbeda karena suasana di tengah-tengah kota London yang indah dengan udara yang cukup dingin, membuat mereka merasa sedang berbulan madu.
"Enak mi?" Goda Delon pada istrinya.
"Enggak." Jawab Arletta sebal, sempet-sempetnya Delon usil begitu.
"Hahahaha. Udahan atuh ya?" Ancam Delon bercanda.
"Terserah yeay! Yang minta jatah juga kan kamu." Jawab Arletta balik menantang.
"Iya ampun-ampun." Jawab Delon sambil langsung melanjutkan lagi kegiatannya pada tubuh Arletta.
Delon melanjutkan kegiatannya, dia sibuk memainkan seluruh bagian sensitif tubuh Arletta, sehingga membuat wanita itu nikmat kewalahan.
Kringg...Kring... Handphone Arletta berdering, tepat disaat mereka benar-benar mau menyatukan kedua tubuh mereka.
"Pa, bentar dulu pa." Jawab Arletta dengan terengah-engah, dia kesal dengan handphonenya yang berdering disaat dia sedang merasakan kenikmatan yang sudah memuncak.
"Bentar pa, itu dari Novi. Takutnya penting." Jawab Arletta, nada dering di handphone Arletta untuk Delon, Crystal, Andi, Novi memang dibedakan.
Masing-masing mereka memiliki nada dering sendiri-sendiri dan berbeda juga dengan nada dering untuk telepon umum yang masuk, hal itu dilakukan Arletta untuk memustuskan apakah dia perlu mengangkat telepon itu atau tidak jika dia sedang kagok.
"Kemarin Andi, sekarang Novi. Tiap lagi enak ada saja gangguannya." Gerutu Delon kesal yang harus merelakan kenikmatan yang dia rasakan sejenak.
"Hahahaha. Bentar ya sayang, nanti mami berikan service yang lebih deh!" Bujuk Arletta gemas.
Andi membiarkan Arletta mengangkat telepon dari Novi, setelah itu dia menarik kembali Arletta ke kasur.
"Aku mau sambil main." Jawab Delon yang melihat tatapan penuh tanya istrinya.
Arletta hanya menggeleng-gelengkan kepala pasrah dengan kegiatan nikmat yang mulai dilanjutkan suaminya itu.
__ADS_1
"Haa.. Halo Nov, ada apa?" Tanya Arletta mengangkat telepon Novi. Nada suaranya bergetar menahan geli karena kegiatan Delon terhadap dirinya.
"Dokter kenapa? Kok suaranya gitu?" Tanya Novi yang bingung kenapa Dr. Arletta suaranya begitu.
"Ah.. Enggg.. Engga Nov, ga apa-apa." Jawab Arletta yang makin tidak bisa menahan diri karena Delon semakin menjadi-jadi.
Ya memang mendengar suara Arletta yang seperti itu, membuat Delon semakin bersemangat mengerjai istrinya itu.
"Eh dok saya ganggu ya?" Tanya Novi salah tingkah ketika menyadari Arletta dan Delon mungkin sedang melakukan hubungan suami istri.
" Ehh. Gak apa-apa Nov. Ada apa? Ada yang penting?" Tanya Arletta berusaha menekan suaranya agar terdengar wajar.
Dia malu, kemarin Andi dan sekarang Novi yang mendapati dia sedang seperti itu dengan Delon.
"Gak dok cuma mau nanya pendapat dokter aja kok." Jawab Novi canggung. "Maaf ya dok udah ganggu dokter untuk urusan yang gak penting."
"Gak apa-apa Nov, kalo mau cerita sekarang juga gak apa-apa." Jawab Arletta penasaran apa yang ingin ditanyakan Novi.
"Gak ah dok, gak terlalu penting juga kok. Besok-besok lagi aja atau nanti kalau dokter udah pulang." Jawab Novi malu karena telah mengganggu atasannya.
"Ya udah, nanti aku telepon kamu lagi ya besok."
"Iya dok, makasih. Maaf ganggu dokter."
"Gak apa-apa Nov." Arletta megakhiri teloponnya.
"Ada apa mi?" Tanya Delon penasaran setelah istrinya mematikan teleponnya, sambil tetap memainkan salah satu bagian sensitif di tubuh Arletta.
"Gak tau pa, dia cuma ngomong mau minta pendapat. Besok deh mami telepon lagi. Penasaran, gak biasanya dia nelpon aku selain untuk urusan rumah sakit" Jawab Arletta sambil membalas sentuhan-sentuhan nakal Delon pada tubuhnya. "Lanjut?" Tanya Arletta nakal.
Delon menjawab pertanyaan istrinya itu dengan langsung memposisikan tubuhnya di atas istrinya dan membuat tubuh mereka menyatu.
__ADS_1