
Hari memperhatikan Crystal yang sedang duduk di depan kaca sambil membersihkan make up di wajahnya.
"Cantiknya Crystal, aku gak menyangka kita bisa bersatu dengan cara seperti ini setelah sekian lama aku memendam perasaanku kepadamu." Batin Hari.
Selesai akad mereka kembali ke vila baru yang telah dipesankan khusus oleh keluarga mereka untuk pasangan pengantin baru itu.
"Kenapa mas ngeliatin aku kaya gitu?" Tanya Crystal yang malu karena ulah sahabat yang telah menjadi suaminya itu.
"Kamu manggil aku apa sayang?" Tanya Hari menghampiri Crystal lalu memeluk istrinya itu dari belakang.
"Mas, boleh kan aku panggil mas? Lagian memang umur kami lebih tua setahun dari aku!"
"Tentu saja sayang, aku suka panggilan baru dari kamu." Kata Hari sambil mencubit pipi Crystal gemas.
"Mas lepasin dulu ih, nanti aku gak selesai-selesai bersihin make up.nya!"
"Kamu cantik sayang!" Ucap Fahri mencium pipi istrinya itu lalu melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Mas juga tampan." Balas Crystal sambil melanjutkan kegiatannya.
"Aku gak nyangka setelah sekian lama aku memendam perasaanku padamu, akhirnya sekarang kita bisa menikah." Ucap Fahri.
"Kenapa kamu gak pernah bilang suka ke aku?"
"Ya aku gak percaya diri, kamu selalu mengingatkanku bahwa hubungan kita ini sahabatan dan aku sadar bahwa kamu itu anak dan keponakan dari pemilik rumah sakit."
Crystal menghampiri Hari yang duduk di tepi ranjang dan duduk di atas pangkuan suaminya itu.
"Kenapa mesti gak percaya diri karena status keluargaku? Itu semua milik mama dan uncle, bukan milikku mas! Lagipula sebenarnya sudah dari lama aku menunggu pernyataan cintamu yang tak kunjung terucap." Ungkap Crystal.
"Makanlah mas, aku milikmu!" Tantang Crystal.
Hari yang merasa tertantang langsung menyatukan bibir istrinya itu dengan bibirnya, tangannya bermain di seluruh tubuh wanita yang sekarang telah resmi menjadi istrinya itu.
"Masshhh.." Desah Crystal ketika Hari mulai meremas salah satu gundukan di dada istrinya itu.
__ADS_1
"Hmm? Apa sayang?" Goda Hari. "Kamu ternyata nakal juga ya!" Hari melucuti kebaya yang dikenakan Crystal hingga istrinya itu tidak mengenakan sehelai benangpun.
"Hmm..." Desah Crytal lagi ketika Hari mulai mengecup dan memilin gundukkannya.
"Aku masukin ya." Ucap Hari lirih, dia sudah mencapai puncak gairahnya dan mulai berusaha memasukkan miliknya kepada milik Crytal.
"Hmm mas sakit." Ucap Crystal ketika merasakan perih di daerah intimnya karena ada yang terkoyak.
"Maaf sayang, tahan ya." Pinta Hari lalu ******* bibir Crystal dengan maksud untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan istrinya itu..
Akhirnya dengan beberapa kali mencoba Hari berhasil menyatukan miliknya dengan milik Crystal sepenuhnya, malam pertama mereka lalui dengan pergulatan yang indah di kasur hingga berkali-kali diiringi suara rintihan kenikmatan dari keduanya yang sama-sama baru pertama kali merasakan nikmatnya surga dunia.
"Terimakasih sayang." Ucap Hari berbaring di sebelah Crystal setelah mencapai puncak kenikmatannya berkali-kali hingga mereka lelah, dia menarik Crystal ke dalam pelukannya dan mengecupi kening istrinya berkali-kali. "Love you sayang."
"Sama-sama mas, love you too mas." Ucap Crystal sambil menenggelamkan wajahnya di dada suaminya. "Mas mandi dulu yuk?" Ajak Crystal yang merasakan lengket di tubuhnya.
"Kamu emangnya gak capek sayang?" Tanya Hari.
__ADS_1
"Capek sih, tapi gak nyaman mas! Lengket."
"Ya udah ayo, kita mandi sebentar." Hari menggendong Crystal dengan ala bridal style menuju kamar mandi.