
Arletta yang dulu pernah tinggal di London memutuskan untuk jalan-jalan ke daerah Shaftesbury Avenue yang berletak tidak terlalu jauh dari hotel mereka.
"Di Shaftesbury Avenue ada dua rumah makan Indonesia yang terkenal, Bali-Bali restaurant dan Nusa Dua restaurant. Kita kesana aja ya?" Ajak Arletta. "Udah makan kita bisa jalan-jalan ke china town."
"Setujuuuuuuu!" Seru Crystal bersemangat.
Anak itu langsung menarik papanya keluar dari kamar.
Mereka menuju ke Shaftesbury Avenue menggunakan mobil. Arletta memang menyewa mobil dan sopir untuk dua
minggu selama mereka berada di London.
"Pa, mau coba makan dimana? Nusa Dua atau bali-bali?" Tanya Arletta memberi pilihan ketika mereka berada di mobil.
"Aduh papa gak tau, terserah mami aja deh! Menurut mami yang mana yang lebih enak?"
"Kita ke Nusa Dua aja ya. Sebenernya sama aja sih, makanan Indonesia disini gak ada yang enak. Cuma kalo Nusa Dua mami suka tempatnya."
~
Arletta benar, makanan Indonesia di London gak enak.
"Kok rasa bumbu kacangnya gini sih mi?" Keluh Delon yang memesan sate ayam.
"Emang gitu pa. Mereka disini pake kacang mete jadi ya bumbunya gitu." Jelas Arletta.
"Gak ada wangi-wanginya lagi." Tambah Delon.
"Disini kan emang dibakarnya gak pake areng, tapi pake teflon."
__ADS_1
"Hihihi, gak enak ya pa? Kalo makanan barat disini enak-enak gak mami?" Tanya Crystal yang memang gak terlalu suka makanan Indonesia.
"Ya iyalah neng, kan emang makanan barat asalnya dari sini." Jawab Arletta tersenyum.
"Iya deh papa ngerti!" Timpal Delon. "Nanti mah kita makan makanan barat aja mi."
Crystal tertawa.
~
Setelah makan, mereka bertiga jalan-jalan ke china town.nya London.
"Mami mau ice cream ya." Pinta Crystal langsung ketika melihat tukang ice cream.
"Kamu ga dingin sayang? Papa kedinginan nih." Tanya Delon heran kepada putrinya. Pada saat itu memang suhu di london sedang berada di 3°C. Walau udah menggunakan baju rangkap tiga, dengan mantel, sarung tangan dan kaos kaki, tetap saja terasa dingin.
"Dingin papa, tapi dulu kata mami kalo kita makan makanan dingin saat kedinginan suhu tubuh kita akan menyesuaikan dan bakal jadi hangat."
"Ah kalo gitu papa mau juga ah."
"Papa mah, bilang aja sama pengen ice cream juga." Ledek Crystal.
"Udah-udah ayo kita beli ice creamnya." Potong Arletta yang gemas dengan kelakuan suami dan anaknya itu.
"Crystal, papa mau rasa apa?"
"Papa mah coklat aja mi." Jawab Delon.
"Crystal mau coklat sama strawberry ya mami"
__ADS_1
"One scoop chocolate, two scoop Strawberry and chocolate, and one scoop Charcoal." Kata Arletta pada tukang ice cream.
Mereka bertiga duduk di sebuah bangku untuk menghabiskan ice cream mereka dan menikmati kota London.
"Pa mau coba ga? Rasa charcoal." Tanya Arletta pada Delon.
"Areng ya mi?"
"Heeh, tapi enak kok." Kata Arletta sambil menyodorkan sesendok ice cream ke suaminya.
"Ngeresek." Seru Delon setelah mencobanya.
Crystal manyun. Anak itu yang sedari tadi lahap memakan ice creamnya, langsung berhenti makan.
"Kenapa sayang?" Tanya Delon yang takut putrinya sakit atau kedinginan.
"Mami, papa kalo mau beduaan kenapa bawa Crystal tapi di cuekin? Crystal kan bisa di titipin ke Uncle Ndi atau Oma Julia."
Delon dan Arletta saling pandang, bingung.
"Lah siapa yang mau berduaan? Kita kan emang kesini pengen bawa kamu liburan sayang." Jawab Delon sambil mengangkat Crystal ke pangkuannya. "Terus masa kamu dititip-titipin? Sekarang mah anak papa gak boleh lagi dititipin tinggal sama orang lain." Lanjut Delon.
"Kalo emang gak mau berduaan, kenapa Crystal ga ditawarin ice cream?"
Delon dan Arletta tertawa, ternyata Crystal cemburu sama Delon yang ditawarin ice cream oleh Arletta.
"Ini sayang ini. Gak usah ditawarin atuh, itu aja kan udah minta dua scoop." Kata Arletta sambil menyuapi anaknya.
Dia melirik Delon.
__ADS_1
"Tuh kan! Mana bisa kita nambah." Kata Arletta menjawab permintaan suaminya belakangan ini yang sudah ingin memberikan Crystal adik.