
"Ka Crystal...." Teriak seorang anak, membuat Hari dan Crystal menoleh ke arah suara itu.
"Thalia kamu.." Crystal dan Hari langsung menghampiri Thalia yang tadi berteriak memanggilnya, anak itu sedang digandeng oleng seorang anak laki-laki berseragam SMA sambil memakan ice cream. "Kamu kemana aja? Kenapa berani-beraninya keluar sekolah dengan orang asing dan gak ijin ke kaka?" Tanya Crystal sambil mengelus kepala adiknya lega.
"Ka Dika bukan orang asing Ka." Jawab Thalia polos dengan wajah tanpa dosanya, membuat Crystal dan Hari gemas saling memandang.
"Maafkan saya ka, saya Dika Nugroho kelas dua SMA. Saya sering ngobrol sama Thalia kalau jam istirahat sekolah, dia anak yang sangat pintar dan cantik." Anak SMA itu memperkenalkan dirinya dengan perkataan yang membuat Crystal dan Hari saling memandang.
"Cantik?" Batin Hari dan Crystal.
"Hari ini sekolah dipulangin cepat karena guru-gurunya ada rapat dadakan, terus aku lihat Thalia yang duduk sendirian nungguin jemputan jadi aku ngajak dia beli ice cream deh ke minimarket depan komplek, soalnya pasti dia bakal nunggu lama." Kata Dika menjelaskan. "Maaf ya udah bikin kaka-kaka khawatir."
"Ah iya gak apa-apa, terimakasih udah beliin adik saya ice cream. Maaf tapi lain kali kalaupun mau ngejajanin adik saya tolong di dalem sekolah aja ya, jangan di bawa keluar. Pinta Crystal, dia membuka dompetnya dan mengeluarkan selembar uang seratus ribu. "Ini dek buat gantiin ice creamnya Thalia." Kata Crytal sambil menyodorkan uang itu kepada Dika.
__ADS_1
"Ah gak usah ka, saya emang pengen beliin itu buat Thalia jadi saya ikhlas kok. Iya ka lain kali saya janji gak akan bawa adik kaka keluar sekolah lagi, kalau gitu saya permisi pulang duluan ka." Pamitnya sambil mengambil tangan Crystal juga Hari untuk salim. Satu lagi yang membuat Crystal dan Hari lebih terbelalak ketika Thalia mengambil tangan Dika untuk menyalimminya dan di balas oleh anak laki-laki itu dengan membelai rambut Thalia lembut.
"Kaka pulang duluan ya adik cantik." Pamit Dika kepada Thalia.
"Iya hati-hati kaka, makasih ya ice creamnya." Jawab Thalia sambil mendadah-dadahkan tangannya pada Dika.
~
Hari menepuk bahu Crystal yang terlihat sedang melamun di meja kerjanya, membuat gadis yang pikirannya sedang kalut itu terperanjat.
Crystal menghembuskan nafasnya kasar dan menatap Hari dengan tatapan pura-pura kesal.
"Ngagetin aja lu!" Protes Crystal sambil melempar bola kertas ke arah Hari.
__ADS_1
"Suruh siapa lu ngelamun? Udah sore bu, maghrib di rumah sakit lagi!"
"Gila dasar, udah hampir empat tahun di rumah sakit masih aja nakut-nakutin gue kaya gitu!" Kata Crystal, mereka berdua sama-sama tertawa tak habis pikir kenapa dulu mereka bisa memiliki ketakutan seperti itu. "Har.."
"Hmm?"
"Kata lu anak yang namanya Dika itu aneh gak sih?" Tanya Crystal meminta pendapat.
"Mau jujur apa gak?" Canda Hari.
"Ah gak tau ah, males banget.."
"Iya-iya canda, jangan baperan gitu napa?" Potong Hari.
__ADS_1
"Siapa yang baper? Mana ada orang yang lagi minta pendapat buat sesuatu yang musingin dirinya terus dibecandain kaya gitu sama yang ditanyanya gak kesel?" Omel Crystal.
"Iya maaf deh, abis muka lu serius amat. Lebih serius dari pada bedah kasus." Andi tersenyum dan mencubit pipi Crystal gemas. "Menurut gue Ta, Dika itu anak yang..."