
Delon dan keluarga segera kembali ke Jakarta.
Sesampainya di Jakarta Arletta langsung meminta sopir rumah sakit yang menjemput mereka mengantarkan ke CMC.
~
Sesampainya di rumah sakit Arletta langsung memeluk Novi.
"Mba." Panggil Novi sambil menangis.
"Nov gimana keadaan Andi hari ini?"
"Andi belum juga sadar mba, ini sudah empat hari."
"Tenang Nov, tenang. Aku mau menemu Dr. Samuel dulu ya."
~
"Dr. Samuel bagaimana status Andi hari ini?" Tanya Arletta yang menghampiri Dr. Samuel ke ruangannya.
"Dok, sepertinya Dr. Andi mengalami kondisi vegetatif."
Angella terdiam, apakah ini hukuman atas apa yang telah mereka lakukan pada Novi?
"Kita akan terus mengawasinya Dr. Arletta."
__ADS_1
"Baik dok, terimakasih."
"Dok, bisa saya bicarakan sesuatu?" Tanya Dr. Samuel ragu-ragu.
"Ada apa?" Tanya Arletta.
"Ini soal kecelakaan yang dialami Dr. Andi." Jawab Dr. Samuel.
"Ada apa?"
"Menurut kondisi Dr. Andi saat tiba di rumah sakit kita, dia tidak mungkin tertabrak kendaraan karena yang terluka hanya kepalanya saja." Jelas Dr. Andi. "Dan menurut kondisi Dr. Andi mendapatkan luka di kepala akibat benturan yang cukup keras pada lobus frontalnya. Jika dia benar tertabrak, harusnya dia memiliki luka lain di anggota tubuhnya dan tidak mungkin benturan itu mengenai lobus frontalnya, itu pasti mengenai lobus occipitalisnya."
"Maksud dokter?" Tanya Arletta terkejut membayangkan kemungkinan ada yang sengaja mencelakai sahabatnya itu.
"Dok, maaf saya harus mengatakan ini." Kata Dr. Samuel memberanikan diri. "Sebenarnya saya sudah mengetahui apa yang kalian lakukan kepada Bu Bella dan saya juga sudah mengetahui siapa Novi sebenarnya."
"Darimana kamu tahu?" Tanya Arletta.
"Saya tidak sengaja sempat mendengar percakapan antar Dr. Andi dan Novi." Jelas Samuel. "Tenang saja walau saya tidak akan membenarkan apa yang telah kalian lakukan kepada Novi, tapi saya mengerti alasannya dan saya tidak berniat untuk ikut campur." Lanjutnya meyakinkan Arletta.
"Lalu apa hubungannya hal itu dengan kecelakaan yang menimpa Andi?" Tanya Arletta yang sebenarnya sudah memiliki praduga tersendiri.
"Anda tidak curiga dengan Novi?" Tanya Samuel sungguh-sungguh. "Saya beberapa hari ini sudah mencari tahu beberapa kemungkinan dan menurut informasi yang saya dapatkan Novi sedang berada di rumah Dr.Andi semalam sebelum kecelakaan.
Arletta terdiam, dia ngeri membayangkan bahwa Novi benar-benar membalaskan dendam Bella kepada Andi.
__ADS_1
"Maksudnya Novi memukul kepala Andi hingga seperti ini dan membuatnya terlihat seperti tertabrak gitu?" Tanya Arletta.
"Iya."
~
"Mi ada apa?" Tanya Delon ketika mereka sudah sampai di rumah dan sedang berduaan di kamar. "Dari tadi papa perhatiin melamun terus."
"Pi mungkin gak kalau Novi mencelakakan Delon?" Tanya Arletta dengan berat kepada suaminya.
"Kenapa nanya kaya gitu?" Tanya Delon yang bungung mendengar pertanyaan istrinya itu.
Arletta menceritakan apa yang di duga oleh Dr. Samuel pada Delon.
"Mi, okelah kita anggap Novi yang melakukan semua itu. Tapi bagaimana caranya Novi memindahkan tubuh Andi malam-malam ke jalan tanpa terlihat orang sama sekali? Secara Novi gak punya mobil dan gak bisa nyetir."
"Kita kan gak tahu pa, dia beneran gak bisa nyetir atau gak." Jawab Arletta yang terpikir kemungkinan Novi berbohong.
"Entahlah mi, tapi papa yakin Novi tidak berbohong mencintai Andi."
Arletta merenung, tiba-tiba dia teringat bahwa di luar rumah Andi di pasang CCTV.
"Pa. Pa, diluar rumah Andi ada CCTV, ayo periksa!" Ajak Arletta.
"Sekarang?" Tanya Delon.
__ADS_1
"Iya." Arletta menarik tangan Delon. "Ayo cepet!"