
Keesokan harinya sesampainya di rumah sakit Arletta berlari mencari Andi ke ruangannya, dia menemukan sahabatnya itu sedang membaca sebuah buku.
"Ndi, gue butuh bantuan lu!"
"Apa Let?"
"Soal Bella." Andi tertegun sejenak, dia tahu apa yang akan Arletta pinta selanjutnya dan apa yang ditakutkannya selama ini sepertinya akan segera menjadi kenyataan.
__ADS_1
"Let, semalam gue nelpon lu ngomongin soal Bella bukan karena dia bakal jadi masalah." Jelas Andi mencoba untuk membuat Arletta agar mengurungkan niatnya. "Jadi lu juga gak perlu khawatir, gue juga gak berniat buat bilang apapun ke siapapun Let. Cuma awalnya gue pikir lebih baik kalo lu ngasih tau Delon kalo sekarang Bella adalah istri gue dan keadaannya koma. Daripada suatu saat dia tahu sendiri atau dari orang lain." Jelas Andi.
"Iya gue tahu bakal jadi masalah kalo suatu saat Delon tahu sendiri, tapi kalo gue ngasih tahu dia juga emang gak akan jadi masalah? Dia bakal mikir kenapa bisa lu yang merupakan sahabat terbaik gue nikah sama Bella dan sekarang kondisinya koma. Terus kalo dia mencari tahu terus nemuin bahwa lu adalah anak dari komisaris PT. Chemical yang sekarang menjabat sebagai komisaris PT Chemical, menurut lu apa yang bakal dia pikirakan? Belum lagi kenyataan bahwa papa lu yang merupakan komisaris PT. Chemical dan Almarhum paman lu yang merupakan suami Bella dulu meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil!." Kata Arletta kepada sahabatnya gemas.
"Terus lu mau gimana? Jangan aneh-aneh, kemungkinan Bella sadar saja cuma hampir nol. Kita tunggu saja dia meregang nyawanya sendiri." Saran Andi.
"Gak bisa! Kemungkinan hampir nol itu sama aja masih ada kemungkinan dan sekecil apapun itu kemungkinan itu bisa menjadi mungkin." Arletta ngotot. "Gue rasa lu udah tahu dan ngerti apa yang bakal gue pinta, tolong lakuin apa yang gue pinta sebelum semuanya jadi kacau." Perintah Arletta.
__ADS_1
Arletta sebenarnya mengerti maksud baik Andi, dia juga sebenarnya ketakutan atas apa yang telah diperbuatnya kepada Bella.
"Gue tau Ndi, tapi gak ada pilihan yang lebih baik buat kita. Yang bisa kita lakuin cuma berusaha menutupi dan mengakhiri apa yang telah kita lakukan dengan sebaik-baiknya" Jawab Arletta dengan nada lelah. "Makasih lu udah mikirin gue, maaf gue udah egois dan bawa-bawa lu ke masalah hidup gue Ndi. Lu emang sahabat terbaik."
"Ya udah kalo itu keputusan lu, besok kita adain rapat komisi etika rumah sakit untuk membahas rencana melepaskan ventilator (alat bantu hidup) Bella."
"Makasih banyak Ndi, lu udah banyak berkorban demi gue." Kata Arletta tulus.
__ADS_1
Andi dan Arletta tahu bahwa keputusan mereka untuk melepas alat bantu hidup Bella akan disetujui, karena memang kondisi Bella yang vegetatif persisten (disfungsi otak kronis) sudah berlangsung selama dua tahun dan kondisi tersebut didapat Bella karena andil dari Andi dan Arletta.
Ya Bella memang tidak berubah, dia gila harta, kekuasaan dan martabat. Setelah Delon diperalatnya, Direktur PT. Chemical pun dijadikan mangsanya, Disitulah dia bertemu dengan Andi keponakan dari suaminya, yang merupakan anak dari komisaris PT. Chemical dan sekaligus sahabat Arletta.