
Jakarta..
Akhirnya aku sampai di Jakarta, di jemput mama dan suaminya, berkali-kali bertanya kenapa aku pulang begitu cepat. Tapi aku hanya diam dan melihat keluar jendela.
Aku ingin memiliki hidup yang lebih baik lagi.
"Mama, aku mau sekolah lagi di luar negeri, bisa kah?" kataku mendadak.
"Hah? Kamu yakin? Udah lulus kok, yaudah disini aja. Kenapa tiba-tiba mau pergi?" jawab mamaku yang penuh dengan pertanyaan.
"Ma aku ingin jadi orang yang lebih berguna lagi. Bisa kan?" Jawabku.
"Yaudah kamu mau sekolah dimana?" Tanya mama ku.
"Jerman" jawabku dengan cepat.
"Loh Jerman itu pakai bahasa Jerman loh emang kamu bisa?" Tanya mama ku dengan penuh kekhawatiran.
__ADS_1
"Bisa ma, aku cari tempat les bahasa Jerman aja diluar jam kerja juga bisa kan?" jawabku tenang.
Dan akhirnya hari demi hari berlalu aku sudah mulai masuk kerja dan belajar bahasa. Demi masa depan yang lebih baik.
Tapi tiba-tiba sesaat aku buka anstagram ku, tanpa sengaja aku melihat Frans yang tengah merekam momen nya bersama wanita itu. Aku langsung meneleponnya.
"Kamu dimana ? Kenapa kamu sama si anj*ng Sukma itu sih? Apa kamu nggak bisa ngehargain perasaan ku sedikit pun?" Kataku saat telepon di angkat oleh Frans.
"Aku cuman pergi doang, toh aku juga masih pacarmu kan bukan pacar dia, jangan berlebihan lah." Jawabnya dengan entengnya.
"Oh oke, kalau gitu. Terserah, mulai sekarang aku nggak akan peduli sama semua tentang kamu lagi, dan begitu juga sebaliknya jangan pernah ikut campur sama semua urusanku, apapun yang aku putuskan." Jawab ku dengan pasrah.
"Oke" jawabku dan langsung menutup telepon.
Aku yang tengah istirahat di sela les pelajaran bahasa, nggak bisa menahan air mata ku, air mata ku terus mengalir tanpa henti. Rasanya seperti aku sudah dibuang jauh-jauh karena sudah tidak berguna. Beberapa saat beberapa teman ku menghampiri ku menanyakan apa yang terjadi padaku, tapi aku bahkan nggak kuasa untuk menjawab. Sampai akhirnya aku merasa pandanganku gelap, nggak bisa melihat sekeliling lagi.
Di waktu bersamaan..
__ADS_1
Edward..
"Halo tuan, nona Ibeth menangis di koridor, sepertinya habis bertengkar di telepon." Kata asisten ku yang aku tugaskan untuk menjaga Ibeth sebelum berangkat. Dua bulan semua terlihat baik-baik saja, Ibeth hanya sibuk menghabiskan waktu untuk bekerha dan les bahasa. Dan aku yang sibuk menyiapkan cara dan tempat agar Ibeth bisa merealisasikan keinginannya, maka aku kembali ke Negara ku, untuk mengatur semua nya. Tapi saat asisten ku memberitahu hal itu, aku merasakan sakit, dan bahkan nggak bisa ngomong apa-apa.
"Halo tuan, apa tuan masih disana?" Tanya asistenku lagi.
"Iya.." jawab ku yang belum selesai tiba-tiba terpotong.
"Tuan, Nona pingsan !!" Sela asisten ku dengan paniknya.
"Tolong dia dan bawa ke rumah sakit, aku akan cari pesawat ke Jakarta, besok aku sudah bisa sampai." Jawab ku.
"Baik" Jawab asisten ku langsung menutup teleponnya.
"Tolong carikan tiket pesawat ke Indonesia dengan keberangkatan tercepat (b.jerman)" kata ku kepada sekretaris ku.
"Baik tuan." jawabnya dan langsung pergi menjalankan tugasnya.
__ADS_1
"Perempuan ini, selalu bodoh, bodoh sampai dia menyerahkan semua nya ke laki-laki itu, tanpa tau betapa berharganya dia" bisikku dalam hati.
Bersambung..