Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#9


__ADS_3

Jam 06.00pagi.


Dalam tidur ku terasa seperti ada yang perlahan menyentuhku, menarik ku kepelukannya dengan paksa, dan mencium ku berkali-kali, ya setiap tidur bersamanya dia selalu meminta jatah entah pagi, siang, sore, ataupun malam, entah aku bersedia atau tidak, rasanya aku hanya ingin tidur, dan mengabaikannya.


Dia yang terus mencumbu ku, dengan aku yang mengabaikannya membuat tangannya pun terus menyentuh tubuhku, hingga menyentuh payudaraku, membuka paksa baju ku, dan menempelkan bibirnya di payudaraku dan tiba-tiba, aku merasa sakit, karena di gigitnya, dan membuat mata ku terbuka lebar seketika.


"Kamu ngapain sih?!" Bentak ku, sambil menjauhkan diriku dengannya.


"Ayo dong bangun, sudah pagi waktunya kita morning sex" jawabnya sambil mendekatiku.


Dan lagi memaksa melakukan hubunhan sex lagi dengannya. Dengan segala caranya yang membuat aku akhirnya bertekuk lutut dan melakukannya. Entah bagaimana, aku bisa bebas dari ini semua.


Beberapa saat kemudian.


"Udah sana mandi." Perintahnya sambil membersihkan bekas sperma nya.


Aku yang masih merasa kesal, pergi ke kamar mandi dan langsung menyalakan air, membiarkan air membasahi tubuhku yang kotor ini. Semakin terus melakukan aku merasa semakin nggak bisa lepas darinya. Semakin merasa betapa kotornya.


Namun hari ini, aku akan pulang. Kembali ke Jakarta, ya, itu adalah cara terbaik untuk nggak melakukan hubungan dengannya.


Beberapa saat kemudian.


Aku selesai mandi, dan mengenakan pakaianku.

__ADS_1


Lalu aku keluar, melihat Gio dan Siska sudah di dalam kamarku.


"Siang ini aku balik Jakarta." kata ku dengan tiba-tiba.


"Lah kenapa?" Tanya Siska.


"Oh, mama ku mau minta tolong aku buat jaga toko, karena dia besok ada urusan." jawab ku dengan cepat.


"Oalah.. yaudah biarin aja." jawab Frans sambil berjalan masuk ke kamar mandi, "toh hotel udah dibayar sampe malam ini kan?" tanya Frans.


"Sudah. Kalian tetap disini aja, sayang kalau kalian check out juga." Jawabku.


Frans langsung masuk ke kamar mandi.


Aku yang nggak bisa menahan nya seketika langsung meneteskan air mata "aku udah nggak sanggup lagi kalau harus bareng dia terus, kamu tau belum ada 24jam, aku udah 3x ditidurin dia, padahal kita habis berantem karena cewe lain" jawabku sambil menahan tangis.


"Iya yaudah kamu pulang aja, kalau bisa lepasin aja sih Frans" jawab Siska sambil membelai rambutku.


"Aku sama Siska juga ngelakuin sih, tapi nggak seekstrim itu, harus menghargai lah, apalagi posisi nya kalian bertengkar karena masalah dia sama cewe lain" jawab Gio


"Dan lagi, dia kayak gitu, apa sama sekali nggak mikirin kamu?" tambah Gio.


"Nggak tau." Jawabku.

__ADS_1


Seketika semuanya langsung diam, dan aku sibuk menghapus air mataku.


Beberapa saat kemudian.


Frans selesai mandi, dan keluar dari kamar mandi.


"Kamu pesawat jam berapa?" Tanya Frans sambil membereskan peralatan mandi ku, dan sambil sibuk membereskan tasku.


"Jam 11 siang." Jawabku.


"Oalah yaudah." Jawabnya sambil membereskan barang-barangku, dimasukkan kedalam tas.


Ya, meskipun semenyebalkan apapun dia, sikap nya yang masih mempedulikan aku untuk hal-hal kecil ini, kadang membuat aku bimbang untuk meninggalkannya, dia yang mau membereskan barang-barang ku, dan masih begitu telatennya, kadang bisa membuat aku terhanyut.


Memang hati seorang perempuan begitu gampang tergoda pada hal-hal kecil yang di lakukan lelaki.


Setelah selesai membereskan barang, kita pergi jalan-jalan, tasku dan koperku di bawakan oleh Frans, dan menaruh nya di bagasi mobil.


Kita semua masuk ke dalam mobil, menuju ke bandara, supaya nggak ketinggalan pesawat.


Sesampai nya di bandara, mereka semua turun menemaniku, kita nongkrong di salah satu cafe di bandara, menunggu waktu boarding ku tiba.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2