Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#38


__ADS_3

Edward..


"Dimana Nyonya(dalam bahasa Jerman)?!" Tanya ku kepada semua pelayan.


"Nyonya keluar Tuan (dalam bahasa Jerman)" Ujar salah satu pelayanku.


"Oh, memang dia bisa pergi kemana pintu itu tidak terbuka dengan begitu gampang nya untuk semua orang (dalam bahasa Jerman)" Ujar ku dengan percaya diri dan merebahkan diriku di sofa.


"Tapi tuan tadi kita sedang membereskan barang-barang nyonya yang baru tuan beli, mereka baru pergi, pagar belum di tutup rapat dan saat itu saat nyonya lari keluar(dalam bahasa Jerman)" Ujar salah satu pelayan.


"APA??!! Suruh semua orang untuk mencari nyonya dimana pun dia berada (dalam bahasa Jerman)" Ujarku yang sedikit terkejut.


Terlebih saat menyadari di luar hujan deras, dan cuaca disini lebih dingin dari Indonesia, apa dia nggak bisa bertindak lebih bodoh lagi dari ini.


Beberapa saat kemudian..


"Halo tuan saya sudah menemukan Nyonya dia pingsan di pinggir jalan, dan sekarang kami sedang membawanya ke rumah sakit X (dalam bahasa Jerman)" Ujar asisten yang menelepon ku.


Aku langsung menutup telepon nya mengambil kunci mobil dan bergegas berangkat ke rumah sakit X. Selama di jalan aku cukup mengkhawatirkannya entah apa yang terjadi padanya sekarang. Menyetir secepat mungkin meski hujan, sama sekali tidak melambatkan jalanku.


Sesampainya aku di rumah sakit salah satu anak buahku, Doni menunggu di depan lobby.

__ADS_1


"Dimana dia? (dalam bahasa Jerman)" tanyaku sambil memberikan kunci mobil padanya.


"Di ruang T 1 nomor 2 (dalam bahasa Jerman)" ujar Doni.


Aku langsung bergegas menuju ruangannya, dan melihat wanita itu masih tak sadarkan diri. Dan dokter yang masih memeriksa nya.


"Tuan, nyonya hanya kelelahan sehingga ia menjadi demam tinggi, di tambah tubuhnya belum beradaptasi dengan cuaca disini, karena asisten tuan berkata dia baru tiba disini (dalam bahasa Jerman)" Ujar dokter.


"Kapan dia akan sadar? (dalam bahasa Jerman)" Tanyaku.


"Sebentar lagi seharusnya sudah sadar (dalam bahasa Jerman)" ujar dokter.


"Baiklah kalian boleh keluar(dalam bahasa Jerman)" ujarku.


Aku duduk di sebelah nya memandanginya yang sedang tak berdaya ini pun bisa membuat hatiku cukup sakit.


Beberapa saat kemudian..


Elisha..


Aku membuka mataku perlahan, aku ada di mana, bau ini suasana ini seperti di rumah sakit.

__ADS_1


"Kamu sudah bangun?" suara seseorang yang seperti ku kenal, melihat ke arah dimana sumber suara itu datang. Aku melihat Edward disana.


Aku langsung bergegas bangun.


Edward yang kaget aku langsung duduk dia menghampiri ku memegang ku,.


"Maafin aku Edward maafin aku, aku, aku benar-benar nggak akan menyakitimu lagi, aku nggak pernah bermaksud." Ujarku sambil menangis.


"Nggak apa-apa kamu istirahat ya istirahat." Ujarnya lembut.


"Maafkan aku, aku salah aku benar-benar salah" Ujarku lagi dan lagi.


"Nggak aku yang minta maaf sudah menyiksamu sampai seperti ini, tapi aku mencintaimu hanya nggak ingin kamu pergi lagi, maafkan aku caraku salah" Ujarnya dengan lembut.


"Aku juga minta maaf" Ujar ku dengan lebih tenang.


"Iya, istirahat lagi ya." Ujar Edward.


"Iya" jawabku.


Aku membaringkan tubuhku lagi. Kali ini aku merasa lega telah menyelesaikan permasalahanku dengan Edward, kali ini akan aku pastikan aku nggak akan menghianatinya lagi sampai kapanpun.

__ADS_1


Dia terus mengusap kepalaku, dan menyuruhku untuk tidur dan terus mengusap kepalaku.


Bersambung..


__ADS_2