
Terlalu banyak berpikir membuat ku terlelap dalam tidur ku, tapi tiba-tiba, aku merasa ada yg pelan" meraba tubuhku, memasukkan tangannya ke dalam bajuku, menyentuh ku hingga menyentuh payudaraku dan membuat ku tersentak dan bangun, dan yang kulihat,
"Frans, kamu ngapain sih ! Kapan kamu balik?" Teriak ku yg langsung menghindar darinya. Pacaranku yang terlalu bebas, pergaulan ku yang terlalu bebas, membuat ku bertemu dengannya, pria mesum yang sebenarnya nggak punya apa-apa, yang sebenarnya hanya menjadi parasit ku, namun aku seperti terjerat di dalam nya dan nggak bisa keluar, karena aku merasa aku telah kotor, dan nggak pantas dengan orang lain lagi.
"Kenapa kaget gitu? Kayak nggak biasa aja." jawab Frans dengan santainya.
"Biasa?? Kamu gila ya ! Apa nya yang biasa? Hubungan kita lagi nggak baik tapi kamu tetap cari kesempatan buat pikiran kotormu !" Bentakku yang penuh dengan emosi.
Dia mendekatiku, memegang wajah ku,
"Sayang aku minta maaf yaa, aku salah, aku tuh sayang banget sama kamu, udah ya marahnya kita kan udah lama nggak ketemu." Rayu Frans, dan selalu seperti ini, setiap dia menginginkan jatah, dia akan merayu ku dan menuruti keinginan ku, namun aku harus membayar nya dengan badanku.
"Aku cuman mau kamu blokir Sukma, dan jangan ada hubungan lagi sama dia, apa sesusah itu?" Tanya ku yang mulai menahan tangis.
__ADS_1
"Iya, iya aku blokir nih." jawab Frans, sambil mengambil hp nya dan menunjukkan dia memblokir perempuan itu di semua akunt nya.
"Udah kan? Aku tuh sayang sama kamu. Jangan gitu yaa. Yuk.. aku mau kamu." ungkap Frans, yang semakin lama semakin berbisik di telingaku, dan tiba-tiba mencium ku, aku yang sudah membuat permintaan, kali ini lagi dan lagi, aku hanya bisa pasrah untuk melakukannya lagi dengan nya.
Edward..
"Tuan, apa kita perlu mengganggu waktu mereka? Mereka berdua di dalam kamar." tanya salah satu bodyguard ku.
"Nggak usah, asalkan dia bahagia itu sudah cukup, karena dia cukup bodoh, yang penting dia bahagia." jawab ku dengan tegasnya.
"Oke, siapkan semuanya untuk berangkat, kita akan berangkat malam ini." jawab ku dengan tegas.
Aku berdiri di balkon kamar hotel ku, melihat bintang di langit "kenapa aku peduli sama gadis bodoh itu? Dia bahkan nggak pantes buat aku, karena udah tidur sama laki-laki lain, tapi waktu menatapnya, dia kelihatan seperti tertekan, yang membuat ku bahkan nggak bisa berhenti untuk peduli dengannya." Keluh ku dalam hati.
__ADS_1
"Tuan semua barang dan keperluan untuk berangkat sudah siap, sekarang waktu nya untuk ke Bandara." Lapor asisten ku, hingga membuat lamunan ku terpecah.
"Oke, ayo kita berangkat." Jawab ku sambil melangkah pergi.
Ibeth..
"Kamu nggak pernah pakai pengaman, tapi kamu keluarin di luar kan?" Tanya ku setelah selesai melakukan hubungan intim dengannya.
"Tenang aja aku tuh sudah pro, sudah pasti keluar di luar, nggak akan kecolongan lagi." jawabnya.
"Aku langsung memakai pakaianku, dan bersiap untuk tidur.
"Seperti biasa setelah mendapatkan jatah, dia hanya sibuk dengan hp nya dan nggak peduli sama sekali denganku, seakan-akan aku hanya pelampiasan untuknya saja, aku hanya pelacur yang menemaninya tidur. Sampai kapan ini akan seperti ini terus, apakah kamu menganggapku pacar, atau hanya pemuas nafsu?" keluhku dalam hati.
__ADS_1
Bersambung..