Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#20


__ADS_3

Hari demi hari berlalu segala persiapan telah selesai, dan ini hari dimana pernikahanku berlangsung, benar-benar pesta mewah yang cuman di siapkan dalam sekejap.


Dari pintu gereja aku berjalan menuju Altar menghampiri calon suami ku yang tengah menunggu di depan Altar bersama Romo, dan lainnya.


Aku berjalan perlahan demi perlahan mengenakan gaun mermaid yang panjang nan indah.


Seusai sampai di Altar kami pun memulai pernikahan kami atas nama Gereja.


Setelah selesai, kami pun mendaftar pernikahan di pencatatan sipil dan melepas kewarganegaraan ku di sini.


Setelah nya, kami pun beristirahat, dan menanti resepsi yang akan di gelar nanti malam. Benar-benar hari yang melelahkan dan cepat berlalu, aku melihat keluarga Edward di Gereja tadi. Mereka memasang wajah yang tersenyum di depan ku.


Waktu untuk ke bridal pun tiba, kali ini berbeda dengan tadi pagi, hari ini aku mengenakan ball gown yang lebih indah dari gaun pagi ku. Aku pun mulai di riasi oleh team.


Selesai bersiap, aku di jemput oleh Edward, dan kami pun bergegas ke ballroom tempat dimana kami akan menikah. Sesampainya di ballroom kami bersiap-siap untuk masuk melangkah.

__ADS_1


Pertama-tama di awali oleh keluarga Edward, lalu keluarga ku, dan kemudian kami berdua melangkah masuk. Menyapa semua tamu yang hadir, aku melihat Frans dan semua keluarga nya hadir, termasuk teman-teman ku.


Edward terus menggandeng ku hingga naik ke atas panggung, dan acara pun dimulai.


Acara demi acara yang melelahkan dimulai.


Dyana..


"Coba deh di lihat masa Edward lebih memilih perempuan itu daripada kamu? Padahal dia kan lebih selevel sama kamu. Kemana sih itu akal nya, sudah gitu masih bikin acara mewah di Indonesia lagi (dalam bahasa Jerman)." Ujar Syena yang membuat ku semakin kesal.


"Iya mau bagaimana lagi dia sudah hamil anaknya Edward, pernikahan mereka cuman kecelakaan yang nggak di sengaja setelah itu juga pasti akan pisah, dan Edward akan tetap jadi milikku (dalam bahasa Jerman)." Ujarku.


"Benar kan, aku nggak mungkin Ibeth hamil sama aku, pasti ada laki-laki lain." Ujar ku ke Gio dan Siska.


"Kamu jangan sembarangan, dia cuman mau tolong Ibeth karena kamu nggak mau bertanggung jawab. Kalau kamu nggak percaya setelah anaknya lahir kamu bisa kok tes DNA." Ujar Gio yang sepertinya kesal.

__ADS_1


"Nggak mungkin, mau gimana pun perhitunganku tuh tepat, nggak akan bikin dia hamil." Ujarku dengan percaya diri.


"Perhitunganmu tepat, tapi bukannya dulu juga pernah kecolongan, dan kamu malah ninggalin dia, bikin dia keguguran, dan ini bukannya yang ke dua kali nya, dan kamu ninggalin dia lagi, terus dia ada orang yang mau tanggung jawab malah kamu bilang dia main di belakang mu." Ujar Siska karena benar-benar jengkel.


"Halah, dulu pasti ada laki-laki lain juga, Ibeth itu gampang tidur sama banyak orang." Ujar ku karena kesal.


"Heh ! Ngomong jangan sembarangan. Tolong mikir banyak yang sudah dia lakukan buat kamu. Kamu malah bukannya minta maaf tapi malah nggak tau terima kasih. Untung dia ketemu sih Edward yang mau bertanggung jawab meskipun bukan punya dia." Ucap Gio.


"Nggak mungkin, mana ada laki-laki yang sebaik itu." Jawab ku heran.


"Terserah !" Jawab Gio dengan kesal lalu melenggang pergi dengan Siska.


Beberapa saat kemudian.


Ibeth..

__ADS_1


Waktu pun berlalu dan acara pernikahan pun akhir nya telah selesai. Aku pun pergi masuk ke kamar karena merasa lelah, memiliki acara seperti ini di saat berbadan dua itu memang benar-benar cukup sulit.


Bersambung..


__ADS_2