Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#30


__ADS_3

Ibeth..


Lalalalalala.... dering telpon ku berbunyi cukup mengagetkanku.


Ah ternyata Edward.


"Halo" Ujarnya saat aku.mengangkat telepon.


"Halo" jawabku.


"Sudah satu minggu aku kembali, kamu belum rindu aku kah? Kapan mau pulang ke rumah suamimu ini?" Tanyanya.


"Aku masih mau disini dulu, nggak tau kenapa tapi rasanya masih belum iklas buat pergi." jawabku.


"Iyaudah, kamu disana baik-baik ya, kalau ada apa-apa kasih tau ya." Ucapnya khawatir.


"Iya, danke !" jawabku dengan mengatakan bahasa Jerman sedikit.


"Sudah mulai pintar ya, belajar yang rajin juga ya bahasa nya, aku ada meeting aku meeting dulu, bye." ujarnya.


Yah nggak bisa di pungkiri kita benar-benar jarang berkomunikasi, sehari hanya sekali dan itu telepon, chat pun cuman sekali dalam seminggu, telepon sehari sekali. Yah ternyata orang sana secuek itu semua.

__ADS_1


Ah iya aku bahkan sudah lama nggak buka instagram.


Aku membuka instagram dan melihat satu pesan masuk


"Aku turut berduka ya atas kamu yang keguguran, aku benar-benar menyesal, aku nggak tau apa masih pantas aku bicara seperti ini, tapi aku tau dia anakku, aku benar-benar shock dan sedih, maafin aku dulu nyia-nyiain kamu, aku seperti itu supaya kamu bisa dengan suami mu yang sekarang agar anak kita nggak susah, tapi aku nggak pernah menyangka dia nggak bisa menjaga anak kita." Dari Frans.


Aku shock, dan benar-benar nggak bisa berkata-kata, apakah benar-benar seperti ini? Dia mengorbankan perasaannya dan hubungannya demi aku dan anak kitta? Apakah benar? Apa yang harus ku jawab? Apa hanya sekedar terima kasih? Tapi kalau benar seperti apa yang dia katakan, bukankah berarti aku selama ini sudah salah paham sama dia? Berarti selama ini, dia sangat tersakiti?


Tapi.. Entahlah.


Aku mulai mengetik pesan untuk membalasnya.


"Kenapa? Kenapa seperti itu? Bukankah kamu juga tau aku keluargaku masih mampu? Kenapa menyakiti ku dengan cara seperti itu? Kenapa? Semua kenapa tersimpan di benakku." Jawabku.


"Beth, makan !" Teriak mama yang menyuruh ku makan.


Aku langsung keluar dari kamar dan bergegas ke ruang makan. Ah rasanya benar-benar lapar.


Di meja makan..


"Kamu gimana kapan kamu ke Jerman? Meskipun bayi nya udah nggak ada tapi dia sekarang tetap suamimu, kamu tetap harus mengikutinya kemana pun." Ujar mama.

__ADS_1


"Entahlah aku belum siap." Jawabku dengan ragu.


"Belum siap apa?" Tanya mamaku lagi.


"Belum siap berangkat dan belum siap untuk benar-benar menjadi istri orang lain, yang bahkan belum lama ku kenal, selama ini aku menghabiskan waktu dengan Frans." Ujarku sambil memalingkan pandangan ke makanan.


"Maksudnya? Kamu ragu karena Frans?" Tanya mamaku lagi.


"Hah?? Ng... nggak.. Aku kan cuman bilang kenyataannya aja." Jawabku.


"Meskipun begitu, kamu tetap sudah punya suami, inget untuk menghargainya ya." Ujar mamaku.


"Iya ma, kuusahakan." Jawabku.


Beberapa saat kemudian..


Selesai makan aku kembali ke kamar, meraih hp ku. Dan ternyata Frans sudah membalasku.


"Iya, aku akan melakukan segalanya demi kamu dan kebaikanmu, tapi rasanya suamimu nggak bisa menjaga mu dan anakmu dengan baik. Beth, kembalilah denganku, aku akan benar-benar menjaga dan membuat mu bahagia."


Bersambung..

__ADS_1



__ADS_2