
"Selamat datang !" Sapa para pelayan cafe dengan senyuman cerah mereka, kami pun membalas dengan senyuman, ya kami datang ber3 tentu nya Andrew masih di gendong Ana. Kita pun memutuskan untuk duduk di dekat jendela pojok, karena kursi sofa nya yang terlihat nyaman. Pelayan memberikan kita buku menu cafe.
"Brown sugar boba fresh milk nya 1 ya, sama pancake boba nya 1" kata ku perlahan.
"Thai tea nya 1, chicken wings nya 1 ya" ujar Ana sambil mengembalikan buku menu yang ia pegang, dan juga mengambil buku menu yang ada di tanganku untuk di kasih ke pelayan nya.
"Dari dulu nggak pernah berubah yah, sukanya boba melulu" Ujar Ana membuka pembicaraan.
"Yah kan emang begini aku nya, mau gimana lagi" jawab ku sambil melihat Andrew yang tengah asik sendiri.
"Yah gara-gara kamu kan kita malah nggak jadi makan berat, cuman gara-gara lihat di sini ada boba. Huh dasar !" Cetus Ana dengan gaya juteknya.
"Hahaha yah mau gimana lagi kepincut sama boba" jawab ku sambil tertawa.
"Gimana hubungan mu sama Frans? Masih baik-baik aja? Kamu nggak mau mempertimbangkan lagi untuk nyari orang lain?" Tanya Ana yang mulai serius.
__ADS_1
"Hmm.. gimana ya Na, kamu tau sendiri lah aku sama dia udah pacaran sampai seperti apa."
"Iya aku tau, aku nggak mau kamu salah jalan, apa lagi Frans orang yang cukup nggak bertanggung jawab sih menurutku. Aku juga sama kayak kamu, cuman doi cukup bertanggung jawab Beth, aku kebobolan dan dia mau tanggung jawab, nggak kayak Frans yang malah minta kamu gugurin, dan nekat ninggalin kamu gitu aja, dan kembali lagi setelah kamu positif keguguran." Ceramah Ana.
"Sudah lah An, jangan bahas masa lalu, toh sekarang Frans juga balik lagi sama aku kan?" jawab ku sambil memegang tangan Ana yang sudah mulai gemas.
"Kalau kamu nggak pernah ngadu sama keluarganya, aku yakin Frans nggak akan balik lagi sama kamu, itu tuntutan dari keluarganya buat nyuruh dia tanggung jawab, nggak dari hati dia, kalau dari hati dia, kenapa dia ninggalin kamu?"
"Dia nggak tau aku in pregnancy" jawab ku pelan.
"Masih" jawab ku pelan.
"Duh udah deh nggak tau lagi, yang aku lihat sekarang dia nggak serius sama kamu, cuman mau tubuh mu doang. Aku bilang gini bukannya kenapa-kenapa Beth, tapi aku khawatir sama kamu, jangan sampe kamu ngalamin kejadian dulu lagi, dan kalau bisa juga jangan sampe kayak aku lagi, ngerti kan? Aku sayang banget sama kamu" Ujar Ana sambil menaruh tangan di kepala nya.
"Iya thankyou An." Jawab ku.
__ADS_1
"Permsi, pesanannya" Ujar pelayan yang langsung membuat suasana yang tegang itu pecah seketika.
Kami pun mulai menyantap makanan kami, sambil melihat Ana yang menyuapi Andrew.
"Andai dulu aku nggak keguguran, mungkin anakku akan se Andrew" ujar ku didalam hati.
Beberapa saat kemudian.
Setelah berbincang-bincang dan makan, Ana mengantarku kembali ke hotel, kita mengucapkan salam perpisahan, meskipun aku sudah meminta nya untuk tinggal, tapi Ana nggak mau bertemu dengan Frans, ya seburuk itu nama lelaki ku di mata sahabatku. Tapi aku selalu berharap dia sudah berubah.
Aku pun keluar mobil, menatap lambat laun mobil Ana pergi menjauh dan sudah nggak kelihatan, aku berjalan masuk, menuju lift.
"Apa keputusan ku balik sama Frans salah? Tapi semua orang bukannya seharus nya bisa berubah menjadi lebih baik ya? Aku berharap kamu bisa jadi lebih baik" pikirku dalam hati.
Bersambung..
__ADS_1