Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#32


__ADS_3

Edward..


"Halo" aku menjawab telepon.


"Tuan saya sudah di rumah nyonya, tapi.. tapi.." ujar Doni di telepon.


"Tapi apa? Ngomong yang jelas !" Bentak ku.


"Nyonya sudah nggak ada di rumah, sepertinya nyonya pergi ke luar kota, karena membawa baju yang cukup banyak." Ujar Doni.


"Apa?!" ujarku terkejut.


"Iya tuan, saya sudah mengecek ke bandara, nyonya terbang ke Semarang hari ini." Ujar Doni.


"Baiklah aku mengerti, kejar dia, aku akan datang ke Indonesia juga dan membawa nyonya liar kalian pulang" Ujarku kesal dan langsung mematikan telepon.


"Siapkan semua keperluan dan pesankan tiket, kita ke Indonesia sekarang ! (dalam bahasa Jerman)" Ujarku tegas.


"Baik tuan (dalam bahasa Jerman)" jawab Bray salah satu asisten ku.

__ADS_1


Nggak butuh waktu lama, tiket sudah ku dapatkan, Elisha, aku nggak akan biarkan kamu kembali dengan Frans.


Ibeth..


Pada akhirnya aku sendiri datang ke Semarang, entah apa dan kenapa hatiku nggak bisa bohong. Aku ingin melihat Frans, aku sudah menggalao semalaman apakah pergi atau nggak, dan akhirnya aku sampai disini bahkan tanpa sepengetahuan Frans.


Tanpa pikir panjang tempat pertama yang ku datangkan adalah cafe dekat rumah Frans.


Aku duduk di sofa dan memesan beberapa cemilan, aku merasa sangat semangat seperti semangat dan tenaga ku sudah terisi penuh.


Sambil memainkan hp dan menikmati cemilan, tiba-tiba aku mendengar suara yang sepertinya ku kenal, ya benar ini suara Frans, dan mungkin dengan sahabatnya Aji, aku akan memberikan kejutan.


"Iya lah, aku sudah kehilangan kerjaan ku, kalau nggak ada Ibeth nggak ad lagi yang bisa ku manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ku, aku nggak mau hidup susah, nanti setelah aku dapat semuanya, dan aku sudah bisa menguasai usaha papanya Ibeth aku akan meninggalkan dia dan mengejar Monica adik kelas ku dulu" Ujar Frans yang membuat ku terkejut, dia benar-benar tanpa ragu, bukan, tapi dia selancar itu mengatakan hal itu.


"Tapi kamu apa nggak takut karma? Biarin Ibeth bahagia, kamu sudah berkali-kali menghancurkan dia dan bahkan masa depannya, entah dia bodoh atau memang buta dia benar-benar memaafkan mu dan bahkan mempercayaimu lagi dan lagi, apa kamu nggak memikirkan bagaimana perasaannya kalau tau kamu terus-terusan seperti ini?" Ujar Aji.


"Persetan lah peduli setan dengan semua itu, kalau karma itu ada aku sudah menderita dari dulu tapi buktinya, aku bahkan baik-baik saja dan bahagia, bahkan bisa membuat ****** itu percaya lagi denganku." Ucap Frans yang benar-benar membuat ku terkejut, bodohnya aku mempercayai dia bahkan sudah berniat untuk bercerai dengan Edward demi laki-laki ******** seperti dia.


Benar-benar tak tertahan air mata ku menetes lagi dan lagi.

__ADS_1


Tiba-tiba beberapa orang berjas berdiri disamping ku, aku mengangkat kepala dan disana ada Doni dan lain-lainnya, mereka asisten Edward.


"Nyonya, ayo ikut kami pergi dari sini" Ujar Doni sambil memberikan tisyu untukku.


Aku mengambil tisyu itu menghapus air mataku "baik" ujarku dengan pasrah, aku mengambil tas ku dan berdiri dari tempat dudukku.


Dan aku melihat Frans dan Aji yang terkejut akan keberadaanku di sini.


"I.. Ibeth.." Ujar Frans terbata-bata, dan langsung berdiri setelah melihat ku.


"Beth, kamu disini? Beth kamu.. aku bisa jelasin Beth" Ujar Frans sambil berusaha meraih tanganku.


"Maaf nyonya kami sedang tidak bisa di ganggu." Ujar Doni.


Tanpa berkata apapun aku pergi meninggalkan tempat itu dan di ikuti beberapa orang.


Sementara Doni mengurus pembayaran di dalam restaurant.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2