Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#41


__ADS_3

6 bulan kemudian..


Hubungan ku dengan Edward terus membaik, bahkan kita nggak pernah bertengkar sekalipun, aku pun sudah mulai terbiasa hidup disini hidup yang cukup menyenangkan. Aku juga sudah bisa bahasanya. Kehidupan indah yang tadinya aku pikir akan aku habiskan dengan Frans karena aku sudah memberikan segala yang aku punya hingga perawanku, tapi siapa sangka cara itu salah.


Aku bersyukur hadir Edward laki-laki sempurna yang menyempurnakan aku yang ternodai karena kebodohanku ini, meskipun dia nggak mempermasalahkannya, tapi bukankah lebih indah jika aku juga memberikan diriku yang sempurna. Tapi di dunia ini nggak ada kata-kata jika. Tapi bukankah pria yang mau menerima ku seapa adanya ini sangat istimewa?


Aku berjalan-jalan sebentar sambil memikirkan betapa beruntung nya aku yang seperti ini.


Aku pulang kerumah dan melihat pintu rumah terbuka, terlihat ada Dyana yang tengah berlutut di depan Edward.


Edward menyadari kehadiran ku. Aku pun melangkah masuk.


"Ada apa?" Tanyaku.


"Aku hamil, hamil anak nya Edward saat itu...... (dalam bahasa Jerman)" Ujar Dyana.


"DIAM ! (dalam bahasa Jerman)" Bentak Edward.


"Apa???!!" Ujarku yang sedikit terkejut.

__ADS_1


"Aku nggak pernah menyentuh mu sedikit pun, bahkan aku sendiri jijik menyentuh mu. (dalam bahasa Jerman)" ujarnya.


"Kenapa kamu tega? Ini benar-benar anakmu. (dalam bahasa Jerman)" Ujar Dyana.


"Ohya? Bukankah kamu tidur dengan pria yang berbeda-beda agar bisa hamil? Mungkin kamu seperti ini untuk menipu Elisha? Sayang nya kamu salah, aku bisa menghancurkan keluargamu (dalam bahasa Jerman)" Ujar Edward.


"Ini semua karena mu ! Seandainya kamu nggak pernah ada disini, seandainya kamu nggak pernah hadir aku dan anakku akan bersama Edward selamanya (dalam Bahasa Jerman)" Ujar Dyana sambil menunjukku.


"Apa pasti Edward akan memilihmu kalau nggak ada aku? Aku aja nggak yakin (dalam bahasa Jerman)" Ujarku.


Kita pun pergi meninggalkan Dyana yang tengah berlutut.


Edward...


"Bawa wanita itu ke kantor polisi atas tuduhan pembunuhan (dalam Bahasa Jerman)" Ujarku.


"Baik tuan (dalam Bahasa Jerman)" jawab seluruh pelayan ku.


"Ini semua aku lakukan karena aku mencintaimu ! Edward ! (Dalam Bahasa Jerman)" Teriaknya yang semakin membuat ku muak, aku nggak peduli dengan celotehnya, aku pasti akan menghancurkan nya.

__ADS_1


Aku menggendong Elisha yang sudah tak sadarkan diri dan membawanya kerumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Elisha langsung masuk ke ruang operasi.


Berjam-jam telah berlalu, bahkan nggak ada satu pun yang keluar, satu persatu keluargaku datang karena mengkhawatirkannya.


Elisha, apa kamu nggak mau bertahan demi aku? Lihat lah semuanya disini mengkhawatirkan mu.


Dokter pun keluar dari ruang operasi.


"Bagaimana dok (dalam Bahasa Jerman)" Ujarku khawatir.


"Nyonya sudah melewati masa kritis, dan anda harus baik-baik dengan nyonya karena nyonya tengah hamil 4bulan, dan janinnya kembar (dalam bahasa Jerman)" Ujar dokter.


"Hamil? (dalam bahasa Jerman)" Ujarku yang terkejut karena Elisha nggak memberikan reaksi apapun.


"Ya, dan baru di ketahui setelah kandungan berusia 4bulan, apa lagi kembar, anak-anakmu mungkin anak-anak yang tenang dan nggak suka menyusahkan ibunya (dalam Bahasa Jerman)"


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2