Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#2


__ADS_3

Sesampainya aku di lantai 11, aku melihat ke dua kamar, dan memilih kamar dengan view yang indah.


"Ah senang nya aku yang disini duluan, jadi bisa mencari kamar sesuai keinginan ku" kataku dalam hati.


Setelah melihat dua kamar yang akan di pakai, akhirnya aku memilih nomor 1102.


Setelah menaruh barang-barang di meja, dan menaruh koper ku di lantai begitu saja, aku langsung merebahkan diriku di atas kasur.


"Capeknyaa..." keluh ku.


Waktu berjalan dengan lambat membuat mataku terasa berat, dan aku pun mulai tertidur.


Frans ~


"Kalian sudah sampai?" sapa ku, sambil berjalan ke arah mobil yang tepat berhenti di depan rumahku, aku membuka pintu mobil, menaruh barang-barang ku.


Aku kembali masuk ke rumah untuk berpamitan sama mama.


Setelah berpamita, aku langsung bergegas masuk ke dalam mobil

__ADS_1


"Ibeth ngapain di Solo?" tanya Gio


"Nggak tau tuh ngapain. Nanti di tanya aja" Jawab ku dengan cepat.


"Ya ampun Frans masa pacar sendiri mau apa bisa nggak tau" ejek Siska.


"Beneran deh nggak tau, aku chat juga nggak di bales sama sekali".


"dia mah kayak babi, paling juga tidur" kata Siska dengan nada khas nya yang membuat Gio jatuh cinta dengannya.


Ibeth~


Kring...kring..kring...


Kring...kring..kring..


"Halo" jawab ku dengan lemas, efek karena baru bangun tidur dan masih merasa sangat ngantuk.


"Ibeth, jadi nggak? Aku udah di lobby hotel tempat kamu nginap nih. Yaelah malah tidur" Jawab perempuan di telpon dengan sedikit mengomel.

__ADS_1


Aku langsung sadar dan membuka mataku lebar-lebar dan melihat hp ku untuk memastikan siapa yang tengah menelepon, dan ternyata Ana yang menelepon, aku hampir lupa akan janji kita hari ini.


"Anaaa maaf maaf maaf banget, sumpah aku ketiduran, tunggu sebentar aku cuci mukandan langsung cari kamu. Kamu tunggu di lobby ya" jawabku.


"hey hey kamu nggak berniat..... (telepon terputus)" jawab Ana yang tidak sempat menyelesaikan pembicaraannya karena telepon nya sudah terburu di matikan.


"Ibeeetttthhhhh!!!!!!!! Kenapa aku harus punya teman yang menyebalkan kayak kamu sih ! Kamu bahkan nggak mempersilahkan aku masuk dulu" Gerutu Ana sambil menatap hp nya.


BEBERAPA SAAT KEMUDIAN.


Aku sudah selesai siap-siap, mengambil kartu kamar dan langsung berjalan menuju ke lift. Ku pencet tombol yang menunjukkan panah turun, Nggak berapa lama, salah satu pintu lift terbuka dan aku masuk ke dalam lift, dan memencet arah tujuan ku ke lobby.


Sesampai nya di lobby aku sudah bisa melihat Ana, yang tengah duduk bersama dengan anaknya yang super tampan, Andrew.


"Ana !!" Teriak ku karena reflek betapa gembira nya aku bertemu dengan sahabatku yang satu ini.


"Ssssttttt !!!" peringatan Ana yang malu karena aku berteriak sehingga menjadi perhatian banyak orang.


Aku pun langsung menghampiri Ana dan Andrew yang tengah duduk di sofa lobby. Aku langsung memeluk Ana dengan begitu kencang, karena aku merindukan wanita satu ini, seorang wonder woman dan ibu yanh sangat luar biasa untuk anaknya.

__ADS_1


Setelah melepas rasa kangen selama kurang lebih setengah jam di lobby, kita pun memutuskan untuk beranjak pergi ketempat makan yang menurut Ana lumayam enak


Bersambung..


__ADS_2