
Seusai makan dia pun pergi ke kasir untuk membayar tagihan kami, lalu aku berjalan keluar duluan, terlihat asisten nya telah menunggu kami.
"Silahkan nyonya" Ucap asisten nya sambil membukakan pintu untukku saat melihat ku mendekati mobil.
"Terima kasih" jawab ku sambil masuk ke dalam mobil.
Nggak lama kemudian, Edward berjalan menghampiri ku, dan masuk ke dalam mobil.
Kami pun memulai perjalanan kami, dan cuman ada keheningan yang menyelimuti kami.
"Ko, aku nggak berminat lagi kembali sama Frans, aku akan belajar menerima diriku sendiri dan menanggung resiko ini." Ucap ku untuk memecahkan keheningan.
"Iya bagus lah, tenang saja, setelah ini seumur hidup mu, kita tanggung resiko nya berdua." Jawab nya.
"Terima kasih, aku nggak tau harus gimana kalau tanpa kamu." Ucapku yang sedikit terharu.
"Apapun yang terjadi kamu jodohku, maka kita akan bertemu." Ucapnya dengan nada datar nya.
Kembali keheningan menyelimuti kami. Dan dia tiba-tiba mengeluarkan kotak kecil, dan memberinya kepadaku.
__ADS_1
"Apa ini?" Tanya ku saat dia menaruh kotak kecil itu di pangkuan ku.
"Kalung, karena kita nggak melewati prosesi lamaran, jadi aku berinisiatif memberinya ke kamu pribadi" Ucapnya.
"Terima kasih, sebenarnya nggak perlu seperti ini, dengan kamu yang menikahiku dan menerimaku yang seperti ini saja sebenarnya sudah cukup." Ucapku.
"Nggak usah merasa nggak enak, aku hanya melakukan apa yang mau ku lakukan." Ujar nya.
"Terima kasih." Ucapku sambil membuka kotak tersebut.
Kalung dengan bentuk hati dan terdapat hati kecil lagi di dalam nya lalu di tengah nya terdapat berlian, kalung berwarna putih, benar-benar terlihat mahal, dan aku sampai nggak bisa berkata-kata sama sekali karenanya.
"Bagaimana? Kamu suka?" Tanya nya.
"Kenapa nangis? Kalau nggak suka, aku bisa pesankan yang lainnya." Ucapnya yang keheranan melihatku menangis.
"Nggak, aku benar-benar suka banget. Aku nggak pernah di kasih barang sebagus dan terlihat mahal ini sama orang lain, jadi aku rasanya sampai nggak bisa berkata-kata dan terharu. Bahkan dari dulu sama mantan ku selalu aku yang kasih, dia nggak pernah kasih apapun ke aku." Ucapku sambil melihat kalung yang membuat ku terpesona.
"Jangan pernah membandingkan aku dengan mantanmu, karena kamu sekarang milikku, maka lupakan lah dia." Ucapnya yang terlihat ekspresinya berubah seketika saat aku melihatnya.
__ADS_1
"Maa.... maaf, kamu memang nggak bisa di bandingkan dengan dia, kamu lebih baik dari dia, aku akan belajar untuk melupakannya." Ucapku sambil melihat ekspresinya yang nggak senang.
"Bagus lah, sini ku pakaikan." Ucapnya sambil mengambil kalung itu, aku pun duduk membelakanginya, dia memakaikan kalung itu di leher ku, terlihat di pantulan kaca mobil, kalung yang melingkari leherku dengan begitu indah nya, aku memegang liontin kalung nya sambil melihat ke pantulan kaca.
Selesai memakaikan kalung dia tiba-tiba mencium kepalaku, membuat aku terkejut dan canggung dan perlahan menghadap ke arahnya.
"Maaf aku kelepasan." Katanya setelah melihat wajah canggung ku lalu melihat ke arah jendela.
"Nggak apa-apa. Terima kasih." Ucapku dengan perlahan.
Akhirnya kami pun sampai di rumah ku, aku pun berpamitan dengannya, dan keluar dari mobil.
"Elisha !" Teriak nya dari dalam mobil.
Aku pun berbalik arah dan melihatnya dia yang membuka kaca mobilnya.
"Besok kita fitting baju dan mengurus vendor, jadi tidur yang nyenyak hari ini, besok aku jemput." Ucapnya.
"Iya, terima kasih." Jawabku.
__ADS_1
Dan dia pun menganggukkan kepala nya dan perlahan menutup kaca mobil, setelah tertutup semua mobil pun berjalan pergi perlahan. Dan aku melihat nya sampai mobil itu tak terlihat lagi
Bersambung..