Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#39


__ADS_3

Akhirnya setelah beberapa hari di rumah sakit aku pulang ke rumah, ya rumah Edward, yang sekarang rumahku juga.


Sikap Edward tehadapku sekarang sudah kembali, bahkan dia lebih lembut dan lebih menyayangiku.


Entah mungkin dia merasa menyesal karena melihat aku sakit atau benar-benar sudah mulai mencintaiku. Aku harap kita akan seperti ini terus.


Dan sebentar lagi jadwal ku les, aku mempersiapkan keperluan ku.


"Kamu lagi ngapain?" Ujar Edward yang melihatku membongkar-bongkar laci.


"Aku mau cari buku dan pulpen untuk les" ujarku.


"Aku nggak menyimpan itu di kamar sayang" Ujar Edward yang sejenak membuat ku tertegun karena ia memanggilku sayang, ah bagaimana ini aku malu.


"Kenapa?" Ujar Edward sambil memelukku dari belakang. Ah jantung ku rasanya mau copot.


"Aku membawanya saat kesini" ujar ku cepat sambil melepas pelukannya.


"Semua barang mu sudah ku bereskan ke tempat seharusnya, buku juga sudah disiapkan di ruang belajar mu" ujarnya.


"Ruang belajar?" tanyaku.


"Iya ruang belajar, karena kamu masih belajar jadi aku membuat kan mu ruang belajar di sebelah ruang kerjaku, jadi kamu akan les di situ setiap hari." Ujarnya lembut.

__ADS_1


"Apa nggak terlalu berlebihan?" Tanyaku.


"Apanya yang berlebihan? Bukankah kamu nyonya di rumah ini? Kalau kamu sudah ahli dalam bahasa disini, kamu bahkan boleh mendekorasi ruang belajarmu menjadi apapun yang kamu suka, tinggal bilang saja." Ujar Edward yang sambil mendekat dan mencium ku.


"Uhmm.." ujarku yang kata-katanya tertahan oleh ciumannya.


Kali ini ciuman nya sangat manis sangat lembut, dan bahkan bisa membuat ku lupa diri.


"Tok....tok....tok...."


Suara ketukan pintu yang membuat kami tersadar dari hasrat buas kami.


"Masuk" Ujar Edward, aku langsung duduk di tempat tidur.


"Oke" ujar Edward.


Lalu asistennya keluar dan menutup pintu.


"Guru les mu sudah datang, habis kamu les kita akan lanjutkan ya." Ujar Edward yang benar-benar terdengar nakal.


Aku masuk ke dalam ruang belajarku, disana sudah ada perempuan yang mungkin berumur sekitar 40tahunan menanti ku diruangan.


"Halo saya Jenova, bisa panggil saya Frau Jenova" Ujar nya ramah.

__ADS_1


"Iya saya Ib.... Saya Elisha" ujarku yang tadinya aku berpikir menyebut nama ku sebagai Ibeth, tapi aku lebih suka nama panggilan dari Edward, lagi pula dia kan suamiku.


Ketika belajar, waktu berlalu begitu cepatnya. Tanpa terasa les telah berakhir, dan Frau Jenova pun sudah berpamitan pulang.


"Aaaahhhh !!!! Sungguh melelahkan tapi menyenangkan membuat energi ku terus bertambah" Gumam ku.


"Ohya? Kalau begitu harus nya sekarang nyonya Edward bisa langsung melanjutkan apa yang tertunda dong." Ujar Edward yang cukup mengejutkan ku karena tiba-tiba terdengar suaranya.


"Whaaatttttt !!!.Sejak kapan kamu disanaaa????" Ujarku.


"Dari tadi nyonya" Ujarnya sambil melangkah masuk dan langsung menggendongku.


"Aaahhhhh!!!!!!" Teriakku.


Pagi hari..


Badanku sakit semua karena Edward yang lumayan ganas juga. Tapi pagi-pagi dia bahkan sudah berangkat ke kantornya.


Hari ini aku berencana untuk mendatangi Edward dan membawakannya makanan, meskipun nggak bisa masak tapi setidaknya aku bisa belajar.


Dan sekarang aku belajar masak dengan koki di dapur, memasak makanan kesukaan Edward yaitu tim seafood.


Aku belajar berjam-jam cukup lama dengan segala kekhawatiran tiap orang-orang di dapur karena khawatir dapur nya meledak. Oh tidak lihat lah usahaku.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2