
Pagi telah tiba aku membuka mata ku, dan sekarang di setiap aku membuka mata akan seperti ini, melihat pria yang cukup sempurna tertidur di sebelah ku, pria yang menerima ku apa adanya tanpa syarat, yang menganggap anak di dalam perut ku adalah anaknya. Tapi aku masih merasa bersalah dan kasihan dengan pria yang sangat baik hati ini. Dia seharus nya bisa mendapatkan wanita yang lebih sempurna bukan dengan aku yang sudah seperti ini. Apa aku boleh menikmati kesempatan seperti ini setelah semua kesalahan yang sudah pernah kulakukan?
Aku terus menatap nya. Menatap nya dan terus berpikir, berpikir sampai aku meneteskan air mata.
"Apa aku sebegitu ganteng nya sampai-sampai kamu menatapku terus dan sampai nangis?" Katanya yang tiba-tiba sambil perlahan membuka matanya pelan-pelan.
"Kamu udah bangun? Kenapa?" Jawab ku kaget sambil menghapus air mataku.
"Kenapa? Ini kan sudah pagi, kenapa kamu tanya kenapa? Malu ya ketahuan terpesona melihat suami yang super ganteng ini sekarang di sebelah mu tidur satu ranjang denganmu." Katanya dengan sangat percaya diri.
"Aku cuman ingin menguap aja jadi aku tahan terus keluar air mata." Kataku menjelaskan lalu memalingkan muka.
__ADS_1
Dia pun mengarahkan wajahku ke hadapannya dan mencium ku persis di bibir.
"Karena kamu masih hamil aku akan menahannya, sampai waktunya tiba, aku akan melakukannya, sekarang ciuman sudah sangat cukup buatku." Katanya lembut.
"Apaan sih !" Kataku gelagapan yang langsung berdiri dari kasur dan masuk ke kamar mandi. Wajah ku memerah, benar-benar memerah, rasanya berdebar sangat kencang.
Karena sudah berada di kamar mandi aku pun bergegas mandi. Membersihkan diri sebelum check out dari hotel, meskipun masih agak pagi, entah pikiran sudah nggak karuan karena di cium, aku cuman berpikir untuk mandi.
"Elisha, kenapa?" Teriak Edward dari depan pintu kamar mandi yang terdengan khawatir.
Aku pun berjalan membuka pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Aku nggak apa-apa" Jawab ku, nggak lama rasanya mual dan aku berlari menuju ke wc, dan mual-mual hingga muntah, Edward yang melihat nya pun mengikutiku dan memijat belakang leher ku dengan lembut tanpa bicara sepatah katapun.
Setelah beberapa saat dan aku sudah merasa nyaman, aku pun kembali ke tempat tidur ku, dan Edward pergi mandi di kamar mandi.
Aku mengambil hp ku, banyak sekali ucapan-ucapan selamat kepadaku. Dan dari banyaknya ucapan-ucapan selamat, Frans ternyata mengirimkan pesan juga kepada ku yang isinya :
Congrats ya mantanku, semoga bahagia, jadi itu ya papa dari bayi mu, seorang bule? Kamu cukup membuat ku terkejut, benar-benar tukang tipu ya masih berani mengaku anak itu anakku, semoga hidupmu bahagia.
Mendapat pesan seperti itu membuat ku nggak bisa berkata-kata apapun, dan langsung meneteskan air mata, memang sudah ku duga orang-orang pasti akan memandang buruk aku yang seperti ini. Dan aku cuman membalas terima kasih kepadanya. Cuman itu yang ku balas dan aku selalu berharap dia mendapatlan hukum karma atas apa yang dia lakukan, dengan membuang ku seperti sampah dan menghina ku sampai seperti ini.
Bersambung..
__ADS_1