Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#25


__ADS_3

Aku berjalan terus meneeus tanpa arah, tanpa tau harus kemana, tanpa tau tujuan. Sekarang aku sadar dia nggak tulus sama aku, aku hanya seorang pengganti yang entah kapanpun bisa di buang.


Edward..


Aku berjalan menuju mobil, aku buka pintu mobil dan hanya terlihat asistenku.


"Dimana nyonya?" Tanya ku tanpa basa basi.


"Bukannya tadi pergi sama tuan?" Jawab Doni asistenku yang mendampingi kami, yang berasal dari Indonesia. Dengan tatapan bingung dan takut menatap ku.


"Jalan, cari dia, dia sudah kembali satu jam yang lalu." Ujar ku.


Dia salah paham, awalnya aku hanya memperhatikan nya karena mirip dengan dia, tapi kali ini aku benar-benar menginginkan dia. Bukan sebagai pengganti tetapi sebagai dirinya bagaimana dia. Dia yang tengah mengandung, kemana perginya.


Ibeth..


Aku berjalan terus tanpa arah dan tujuan, rasanya benar-benar lelah, terasa seperti aku sudah nggak kuat lagi berjalan.


Tiba-tiba ada yang meraih lenganku dari belakang, aku langsung berbalik kebelakang melihat siapa yang memegang ku, dan ternyata Edward yang terlihat khawatir tapi tanpa berkata apapun. Dan lama-lama aku merasa benar-benar sudah tidak tahan dan tiba-tiba semua menjadi gelap.

__ADS_1


Edward..


Setelah aku menemukan dan memegang nya, dia tiba-tiba pingsan tidak sadarkan diri.


"Elisha ! Elisha !" Teriak ku khawatir.


"Tuan ! Nyonya !" Asisten ku menghampiri dengan perasaan khawatir mungkin ia merasa ada yang salah.


Aku pun menggendong nya dan membawa nya masuk kedalam mobil dan membawanya ke rumah sakit.


Ibeth..


Aku terbangun dari tidur ku, aku melihat sekeliling dan ini di rumah sakit. Aku melihat Edward menggenggam tanganku sambil membaring kan kepala nya di kasur.


Aku merasa masih kesal, dan berusaha untuk melepaskan genggaman tapi tiba-tiba.


"Sa udah sadar?" Tanya nya yang terbangun karena aku berusaha melepaskan genggaman nya.


"Ya, terima kasih." Jawabku singkat.

__ADS_1


"Kamu istriku, g perlu ada terima kasih di antara kita." Ujar nya.


"Aku cuman seorang pengganti, nggak perlu kamu sok baik sama aku." jawabku.


"Aku nggak sok baik, aku.."


"JANGAN BANYAK OMONG ! BAGIKU KAMU SAMA AJA SAMA FRANS NGGAK ADA BEDA NYA ! BRENGS*K !" potong ku dengan emosi yang cukup meluap.


"Heh.. Pengganti? Bukankah aku juga cuman pengganti? Aku cuman pengganti untuk ayah dari anakmu." Ujar nya dan langsung pergi.


Ya dia nggak salah, dia pun sama-sama pengganti. Jadi sebenarnya bukankah kita sama saja? Bukankah sebenarnya keterlaluan sikapku. Kita sama-sama pengganti. Dia butuh aku untuk melepas rindu kekasihnya yang sudah pergi, dan aku butuh dia menjadi suami dan ayah untuk anakku. Tapi apa seumur hidup aku akan menjadi seperti ini? Semua ini benar-benar karma ku, kesalahanku di masa lalu, pergaulan ku yang begitu bebas dengan Frans sehingga aku bisa di "gauli" sampai seperti ini. Ini adalah akibat kesalahanku sendiri.


Jika waktu bisa diulang dan aku nggak melakukan kesalahan yang fatal ini. Bisakah aku memiliki hidup yang lebih baik?


Tapi sayang di hidup ini nggak pernah ada jika.


Tiba-tiba seseorang membuka pintu, Edward yang datang, ya siapa lagi, itu sudah pasti dia.


"Makan lah" Katanya sambil memberikan ku kotak nasi yang ia bawa. Dia nggak pergi, hanya keluar membelikan makanan untukku.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2