Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#29


__ADS_3

Frans..


"Ibeth keguguran" ucap Aji setelah memarkirkan motornya.


"Ohya? Kapan? karma tuh makan tuh karma" ujar ku.


"dua minggu lalu" jawab Aji.


"Oh? Setelah nikah dong itu?" Tanya ku.


"Iya, waktu itu dokter yang menanganinya temanku yang ku ajak waktu nikahan Ibeth, dan kita ambil sampel janin nya dan janin itu bukan milik suaminya." ujar Aji sambil mengeluarkan rokok.


"Ohya? Wah gila banget ya Ibeth, murahan sekali." ujar ku.


"Janin itu anakmu, waktu pernikahan Ibeth aku ambil sampel rambutmu, aku pikir aku mau mengecek janin nya saat dia periksa kandungan, dan melakukan tes dari darah di janinnya, tapi siapa sangka malah keguguran." Ujar Aji yang sontak membuat ku terkejut, bahkan nggak bisa berkata apa-apa.


"Jadi, itu benar-benar anakku?" tanya ku lagi untuk memastikan.


"Ya sudah dipastikan." ujar Aji lagi.

__ADS_1


Entah kenapa rasanya bingung, tapi bukankah ini kesempatan ku untuk merebut Ibeth lagi tanpa perlu bertanggung jawab, dan bisa menikmati dia lagi, dan bisa mendapatkan banyak akomodasi dari perempuan itu.


"Aku akan menghubunginya lagi" ujar ku.


"Gila ya? Dia udah nikah, bahkan pria nya sempurna, kamu mau menipu dia lagi? Membodohi dia lagi?" Celoteh Aji.


"Sudah lah aku tau bagaimana caranya meluluhkan hati dia, sudah bertahun-tahun aku bersama nya dan memakai cara yang sama dan terus berhasil menjeratnya. Lagi pula, aku juga sangat membutuhkan uang sekarang, apalagi aku sudah di pecat tanpa alasan yang jelas, dan sekarang malah jadi nganggur begini, aku butuh uang dan yang bisa memberikannya dengan cuma-cuma hanya Ibeth" ujarku serius.


"Dia sudah punya suami." Ujar Aji lagi mengingatkan.


"Aku nggak peduli, dia bisa cerai kok" ujarku.


"Kamu itu ya hargai lah, orang sudah nikah" ujar Aji.


Aku pulang kerumah, dan mengecek instagram, ah iya aku di blokir dia. Bahkan nomornya pun aku nggak punya. Sudah dua minggu berlalu semenjak pernikahannya, semenjak dia memblokir ku.


"Frans, kamu sudah cari kerja?" tanya mama.


"Belum." jawabku.

__ADS_1


"Gimana sih Frans sudah nggak ada Ibeth harus cari kerja" ujar mama.


"Aku akan cari Ibeth, bawa dia kesini lagi, dan menjadikan dia bank kita lagi" ujarku dengan PDnya.


"Dia sudah nikah" ujar mama, yang lagi-lagi terus mengingatkanku seperti Aji.


"Terus kenapa? Dia itu kan cinta mati sama aku, nggak mungkin dia akan nolak aku" ujarku.


"Terserahlah. Kamu memang kadang keterlaluan." Ujar mama dan langsung pergi meninggalkan ku sendiri.


Apanya yang keterlaluan? Bukannya hanya menikah aja? Bahkan itu anakku yang di kandung sama Ibeth meskipun keguguran, aku juga bisa menikah aja. Kenapa di bikin pusing?


Sekarang nggak mengerti dengan mereka.


Aku pun bikin account baru, dan langsung follow Ibeth, nggak di sangka di instagramnya sudah di penuhi dengan foto pernikahannya, apa dia sudah sebahagia itu?


Aku langsung message dia,


"Aku turut berduka ya atas kamu yang keguguran, aku benar-benar menyesal, aku nggak tau apa masih pantas aku bicara seperti ini, tapi aku tau dia anakku, aku benar-benar shock dan sedih, maafin aku dulu nyia-nyiain kamu, aku seperti itu supaya kamu bisa dengan suami mu yang sekarang agar anak kita nggak susah, tapi aku nggak pernah menyangka dia nggak bisa menjaga anak kita."

__ADS_1


"Beres, tinggal menunggu respon nya yang sangat berbesar hati itu" gumamku.


Bersambung..


__ADS_2