
Sesampai nya di rumah aku pun turun dari mobil pria itu, terlihat mamaku telah menungguku dengan khawatir karena beberapa hari nggak pulang.
Dan tiba-tiba seseorang mendekati ku. Saat ku lihat ternyata Edward yang ikut turun.
"Selamat malam mama mertua." Sapanya.
"What??? Mama mertua dari mana?" Tanyaku.
"Ini siapa ya? Kenapa jadi manggil aku mama?" Tanya mamaku bingung.
"Aku ayah dari anak yang di kandung oleh putrimu." Jawab nya dengan wajah datar, seketika membuat semua orang yang mendengar shock.
"Apa sih maksudmu? Aku kan sudah bilang..." Belum selesai aku bicara dia sudah menyuruh asisten nya untuk memberikan laporan kehamilanku ke mamaku. Seketika mama ku shock.
"Beth, bukannya kamu pacaran sama Frans? Kok kamu bisa punya anak sama laki-laki lain?" Tanya mamaku yang nggak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Aku? Ma, waktu di Solo, Frans sudah selingkuh." Jawabku dengan takut.
__ADS_1
"Ya, dia selingkuh, dan membuat Elisha banyak minum, dan di ganggu oleh beberapa orang, dan saya yang membantu nya, dan saya nggak menyangka hal itu akan terjadi saat saya membawa nya ketempat ku dalam keadaan mabuk, karena saya juga setengah mabuk." Jawabnya.
"Elisha?" Tanya mama ku.
"Iya saya memanggilnya Elisha. Dan saya akan bertanggung jawab. Saya akan mempersiapkan pernikahan, karena kandungannya sudah masuk 5minggu, maka bulan depan akan saya adakan pernikahab untuk yang pantas untuknya. Mohon mama mertua bisa mengijinkan." Jawabnya dengan datar. Seakan dia berbohong seperti hanya menghirup nafas.
"Yasudah ayo ngomong di dalam saja." Kata ayah tiriku.
Kita pun masuk ke dalam rumah.
Mama pun menelepon papa dan memberi tau keadaan ku. Keadaan yang sebenarnya aku juga belum setuju untuk menikah, tapi karena alur nya sudah seperti ini, aku hanya bisa setuju. Aku nggak mau mengacaukan situasi yang sudah kacau ini.
Selesai mama ku telepon, nggak berapa lama, papa ku pun datang. Dan terus menanyakan mengapa bisa seperti ini. Dan terus di jelaskan oleh pria ini dengan santai dan datarnya.
"Ya sudah lah, sudah seperti ini, mau bagaimana lagi, memang jalan satu-satunya adalah menikah." Ucap papaku dengan sedikit merasa nggak enak hati yang terbaca jelas di wajahnya.
"Tapi, saya juga minta ijin, setelah menikah di Indonesia, saya akan membawa Elisha pulang ke rumah saya di Jerman, disana apapun yang dia butuhkan akan dia dapatkan." Ujarnya.
__ADS_1
"Iya nggak apa-apa, seperti itu juga nggak apa-apa." Ucap papaku dengan pasrah.
Waktu pun semakin larut, Edward pun meminta ijin untuk pulang.
"Kok bisa sih Sha? Kamu terlalu teledor." Kata mamaku.
"Tapi dia untung mau bertanggung jawab, dan sepertinya dia anak orang kaya." Ucap papaku.
"Yasudah lah, toh setelah menikah akan di bawa ke Jerman, jadi nggak terlalu kelihatan yang bukan-bukan." Ucap mamaku.
Dari sini aku tau, mereka memang mengharapkan aku pergi, agar nggak menjadi aib.
"Jadi Beth, eh Elisha deh, alasan kamu mau sekolah di Jerman karena Edward kah?" Tanya papaku.
"Oh iya, bahkan dia tadinya sudah mau menyiapkan tempat di perusahaannya supaya aku bisa magang." Jawabku yang setengah takut. Karena alasanku ke Jerman adalah kabur dari masa lalu ku dengan Frans, bahkan nggak ada hubungannya sama sekali dengan Edward.
Bersambung..
__ADS_1