Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#33


__ADS_3

"Ibeth !" Teriak Frans dari dalam.


"Maaf, nyonya kami tidak bisa di ganggu sembarangan." Ujar Doni.


Dan mereka pun membawa ku ke satu hotel yang terbilang cukup mewah.


Aku masuk ke dalam hotel, aku tau hari ini akan menjadi hari yang buruk, apa lagi semenjak anak buah Edward menemukanku.


Apalagi tadi Doni bilang Edward juga datang kesini.


Aku bergegas mandi membersihkan tubuhku, penuh dengan air mata dan keringat, aku nggak mau Edward melihat keadaanku yang seperti ini.


Seusai mandi aku merebahkan tubuhku di atas kasur, merasa sangat nyaman, tapi hati ku masih terasa sakit, ternyata Frans cuman memanfaatkan aku aja selama ini. Entah lah, aku merasa aku memang benar-benar bodoh. Aku harus minta maaf sama Edward karena sempat meminta cerai dengannya.


Rasa nya kepala ku penuh dengan banyak pikiran, dan perlahan aku tertidur lelap.


Beberapa waktu kemudian..


Aku perlahan terbangun, aku melihat ke arah jendela yang sedikit terlihat keluar, langit sudah gelap, lalu aku memalingkan wajah ku kearah lain, dan ternyata Edward sudah duduk di kursi menatap ku dengan penuh amarah, aku yang melihatnya sontak terkejut dan langsung bangun dari tidur ku lalu duduk di atas kasur.

__ADS_1


"Bagus ya, di kasih hati kamu minta jantung!" Ujar Edward kesal.


"Aku.. maaf.. aku" Ujarku terbata-bata.


"Kamu itu istri ku, kamu harus nya menghormati aku sebagai suami, bukan telepon minta cerai terus langsung cari mantanmu !" Ujar Edward sambil berjalan ke arahku.


"Aku minta maaf, aku salah" Ujarku takut.


"Sekarang baru sadar salah setelah ketahuan?" Ujar nya dengan kesal sambil menatap ku dalam-dalam dengan sangat dekat.


"Aku, aku akan berusaha jadi lebih baik." Ujarku dengan benar-benar penuh penyesalan.


"Kamu istriku, jadi lebih baik bagaimana kalau kamu aja nggak pernah melayaniku, kamu harus jadi milikku sepenuhnya." Ujar Edward sambil mencium bibir ku dengan paksa.


Edward tampak makin kesal dan kali ini dia nggak memberi ampun lagi kepadaku, nggak banyak berkata-kata dia langsung menyetubuhi ku meskipun aku meronta, dia terus melakukannya.


Beberapa saat kemudian..


Aku terbangun dari tidur ku, benar-benar Edward sama sekali nggak mengampuni ku, dia bahkan sudah tiga kali meniduri ku kali ini, tanpa ampun, meskipun aku nangis hingga pingsan. Aku melihat Edward yang sedang mengenakan pakaian.

__ADS_1


"Kenapa? Kenapa kamu kayak gini?" Tanya ku sambil menangis.


"Kenapa? Nggak ada kenapa, kita kan suami istri sudah sewajarnya, dan itu juga tanda kalau kamu cuman boleh jadi milikku, jadi jangan coba-coba untuk kabur lagi" Ujar Edward dingin.


"Aku nggak punya rencana atau pikiran untuk kabur lagi, aku akan ikut kamu, tapi tolong jangan begini lagi." Ujarku.


"Ikut aku itu kewajibanmu sebagai seorang istri, sisanya kamu nggak boleh bernegosiasi lagi, aku sudah pernah memberkan kepercayaan ke kamu, tapi kamu rusak, jadi ini harga yang harus kamu bayar ke suamimu" Ujarnya dan berjalan keluar meninggalkanku sendiri.


Dia yang menlong ku dulu, sekarang dia meghancurkanku dan membuka luka lama ku.


Dia yang sekarang benar-benar membuat ku ketakutan. Tapi mungkin ini memang pantas ku terima untuk apa yang telah ku lakukan selama ini.


"Hei Edward semoga kamu memaafkanku, aku janji nggak akan mengecewakan mu lagi, aku benar-benar mau membuka hatiku untuk mu kali ini, mungkin yang kamu lakukan tadi memang pantas aku terima karena kebodohanku." Ucapku di dalam kesendirian sambil menatap ke langit-langit kamarku.


Di sisi lain..


Edward..


Aku berdiri di depan pintu sejak tadi, mendengar ungkapannya membuat ku terasa aku begitu jahat, tapi maaf beri aku waktu untuk menenangkan hatiku lagi, agar aku bisa benar-benar menghapus semua rasa kecewaku padamu.

__ADS_1


Pikirku dalam hati sambil beranjak pergi.


Bersambung..


__ADS_2