Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#23


__ADS_3

"Heh bukannya harusnya aku yang bilang gitu, pacaran sama aku hamil anak orang lain, memang aku sudah buta pacaran dengan pelacur seperti kamu, heh kamu, sayang banget kamu kaya tapi harus menikah sama pelacur, siapa tau anak ini bukan anakmu, siapa tau dia sudah tidur sama banyak pria lain." Ucap Frans yang secara terus menerus menghina ku tanpa henti.


"Dia anakku atau bukan itu bahkan nggak ada urusannya sama sekali sama kamu. Ohya, kamu menghina istri ku seperti sekarang, aku takut besok kamu bahkan nggak bisa menghasilkan uang lagi." Ujar Edward yang langsung menggandeng ku keluar dari lift, saat pintu lift terbuka.


"Apanya yang nggak bisa menghasilkan uang, memang nya dia bisa bikin aku di pecar karena fakta yang ku bicarakan apa? Hahahaha" Ejek Frans.


Di lobby sudah terlihat banyak asisten Edward yang tengah menunggu kami, lalu Edward menghampiri Doni salah satu asistennya yang berasal dari Indonesia dan membisikkan sesuatu kepadanya, yang langsung membuat Doni pergi entah kemana.


Disisi lain aku juga melihat banyak keluarga dan teman Edward, hanya saja mereka terkesan kaku, tapi mungkin hidup mereka memang seperti itu, benar-benar sulit di tebak. Sayang nya aku masih belum bisa berkomunikasi dengan mereka karena bahasa Jerman ku masih buruk, bahkan sangat buruk.


"Ayo kita berpamitan, mereka akan pulang ke Jerman hari ini. Jadi sebelum pergi kita berpamitan dulu aja." Ujar Edward.


"Tapi aku nggak paham bahasa kalian" Ujar ku.


"Nggak masalah mereka mengerti." Ujar Edward.

__ADS_1


Kami pun menghampiri mama papa Edward, dan berpamitan.


"Ma, pa, aku sama Elisha pergi dulu jalan-jalan (dalam bahasa Jerman)" ujar Edward.


"Iya hati-hati ya, bersenang-senang lah, kita akan menunggu mu di rumah besok (dalam bahasa Jerman)." Ujar papanya.


Mama Edward menatap ku dan menghampiri ku lalu merangkulku.


"Jaga Elisha dan cucu mama papa ya (dalam bahasa Jerman)" ujar mama Edward dengan senyum yang hangat.


"Ja" jawab Edward.


"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Edward yang melihatku.


"Hmm.. nggak ada, cuman merasa keluargamu baik." Ucap ku sambil membalas pandangan matanya.

__ADS_1


"Mereka memang akan baik dengan wanita pilihanku, karena mereka sudah lama menginginkan aku untuk menikah, jadi mereka bahagia karena aku mendapatkan mu, dan bahkan akan memberikannya cucu." Ujar Edward.


"Tapi ini kan bukan....." ucapku yang belum selesai.


"Sstt.. diam, aku sudah bilang berkali-kali dia anakku. Sekarang aku papa nya yang sah." Ucap Edward dengan keras yang langsung memotong ucapanku.


"Baiklah" jawabku pasrah.


"Ehm ngomong-ngomong perempuan yang meluk kamu tadi siapa?" Tanya ku.


"Dyana, dia mengejarku sudah lama tapi keluargaku nggak suka sama dia, karena dia sering membuntuti keluargaku agar bisa menerima nya, tapi caranya malah membuat mereka membenci dia, dan aku bahkan sama sekali nggak menyukai dia." Ujar Edward yang memberikan penjelasan.


Aku hanya mengangguk dan mengalihkan pandanganku ke jendela.


"Kalau suatu hari nanti Dyana membuat masalah denganmu, kamu harus segera memberitahuku." Ucap Edward.

__ADS_1


"Oke" Jawabku.


Bersambung..


__ADS_2