
Aku membuka mataku, ada Edward yang sedang menggenggam tanganku, ah iya aku sampai lupa aku di pukul, oh lebih tepatnya aku di celakai karena di pukul dengan pot.
"Elisha, kamu sudah sadar?" Ujar Edward lembut.
"Ehm..hmm.." ujarku yang masih lemah.
"Kamu nggak perlu terlalu memaksakan, dan aku punya hadiah untuk kamu, oh nggak lebih tepatnya ini hadiah darimu untukku" Ujarnya yang membuat aku kebingungan.
"Kayaknya aku yang kepalanya dipukul, kenapa kamu yang gila? Apa terpengaruh karena kita suami istri? Apa kamu lupa aku di rumah sakit? Gimana bisa aku punya hadiah?" Ujarku bingung.
"Hah? Kamu bodoh.. Tapi aku tetap berterimakasih, waktu kamu belum sadar aku melakukan usg." Ujarnya lagi.
"hmm? USG?" tanya ku.
"Iya" Ujar nya sambil melangkah menghampiri keluarganya yang ternyata sedang berkerumun di tempat duduk.
Dia merebut sesuatu dari keluarganya yang tampak nya cukup membuat keluarganya kesal.
Dia pun menghampiriku.
"Nah ini hadiah yang kamu berikan untukku." Ujarnya sambil menunjukkan hasil USG.
"Ini apa?" tanyaku yang masih nggak mengerti situasi.
"Anak-anak kita" Ujarnya.
"Anak-anak kita?" Tanyaku lagi.
"Iya kamu hamil anak kembar kita, aku akan sangat menjagamu." Ujarnya dan melihat mertua ku dan keluarganya sangat senang dan juga terharu melihatku.
__ADS_1
Aku memegang hasil USG, perlahan air mataku menetes, air mata bahagia dulu aku kehilangan bayiku, dan sekarang Tuhan memberikan dua untukku sekaligus untuk menyempurnakan hidupku lagi.
"Anak-anakku" Ujarku
"Iya anak kita" ujar Edward.
Hari-hari pun berlalu Edward menjaga ku dengan ketat, dan sekarang aku bisa pulang dari rumah sakit, sebelum tau hamil aku jalan-jalan sendiri dengan asiknya, tapi sekarang aku di dampingi Edward dan asisten nya karena kekhawatirannya.
Sesampainya dirumah pun Edward memperlakukan ku dengan sangat baik, dia sangat amat memanjakanku. Dan dia ke kantor hanya sampai jam 12 siang lalu kembali lagi kerumah.
Satu yang aku penasaran keadaan Dyana, tapi aku pernah mendengar Dyana tengah mendekap di penjara seumur hidupnya.
6bulan kemudian..
Hari-hari yang menyenangkan selalu berlalu dengan cepat, hari ini aku kembali lagi ke rumah sakit, bukan karena kecelakaan tapi aku akan melahirkan kedua anakku.
"Ayo sayang kamu bisa kamu bisa, ah aku nggak akan membuat kamu merasakan hal ini lagi, aku nggak rela" Ujarnya di dalam kepanikan.
Akhirnya kedua buah hatiku lahir, perempuan dan laki-laki, sempurna.
Dan aku kembali ke kamar perawatan setelah menyelesaikan operasi.
Edward terus menatapku.
"Maafkan aku, aku nggak akan membiarkan kamu merasakan ini lagi, kita sudah cukup punya dua, sudah cukup." Ujarnya terus menerus, dengan raut wajah yang seakan-akan menyesal.
"Iya, cukup ini saja aku sudah bahagia ada kamu dan dua buah hati kita" Ujarku.
"Ward, Sha, mau di kasih nama siapa mereka? Ward kenapa kamu disana terus, anak-anakmu disini. (dalam bahasa Jerman)" Ujar mama mertua ku.
__ADS_1
"Namanya Leonard dan Cleora" Ujarku dan Edward secara bersamaan.
"Wah nama yang bagus" Ujar keluarganya.
Semua asisten dan keluarga kami terus berdatangan, begitu juga orang tua ku yang dari Indonesia. Betapa bahagia nya aku.
Aku menggendong Cleora, dan Edward menggendong Leonard. Kita pun foto di rumah sakit sebagai kenang-kenangan karena Edward berjanji nggak akan ada hal seperti ini lagi.
"Leon dan Cleo, papa mama sangat mencintai kalian, tumbuh lah jadi anak yang hebat, dan hiduplah dengan baik" Ujarku pelan di hadapan kedua anakku dan suamiku.
TAMAT.....
Haiii semuanyaaa !!!
Terimakasih sudah membaca KPB !!!
Sekarang KPB sudah selesai dengan happy ending, akhirnyaa....
Terima kasih untuk para readers, aku akan mengungkapkan isi hati ku, AKU MENCINTAI KALIAN SEMUA !!!
Terima kasih sudah membaca 😊😊😊
Cerita pendek ini aku akhiri sampai disini.
Mohon maaf jika ada kesalahan dari author.
Untuk readers, kalian boleh menanyakan apapun di kolom komentar dan aku akan jawab di tanggal 12April di episode Q&A.
Terima kasih !!
__ADS_1