Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#4


__ADS_3

Sambil berjalan sambil berpikir, tiba-tiba...


BRUK !!!


Aku menabrak seseorang yang memiliki postur tubuh yang besar, gagah dan tinggi sehingga menutupi pandanganku, aku mendongakkan kepala ku ke atas.


"Maaf tuan, saya tidak sengaja."


Dan aku langsung beranjak pergi.


Sesekali, aku berjalan sambil melihat kebelakang, orang itu terus menatapku, bersama dengan orang-orang di sebelahnya, hingga aku masuk ke dalam lift.


Pria misterius (Edward)


"Tuan, itu gadis di cafe yang tadi berbicara dengan temannya" ungkap salah satu bodyguard nya.


"Menarik, wanita yang polos, namun bodoh, sayang sekali sudah di pakai, dan sudah pernah memiliki janin, apa dia mau jadi bodoh selama nya" jawab ku sambil melukis senyum kecil di wajahnya.


Setelah melihat wanita itu masuk ke dalam lift, aku langsung melanjutkan langkah ku kembali.


"Coba cari informasi tentang dia selengkap-lengkapnya" ujar ku tegas.


"Baik tuan" kata asisten yang selalu bersama nya sepanjang hari.

__ADS_1


Ibeth


Saat pintu lift terbuka aku melanjutkan langkah ku menuju ke kamarku, setelah sampai di depan pintu, aku mencari kartu akses ku di dalam tas, dan saat menemukannya aku langsung bergegas membuka pintu kamar, dan masuk ke dalam kamar.


Aku merasa sudah mengeluarkan keringat, aku nggak langsung membaringkan tubuh ku, aku meraih koperku, membuka koperku, dan mengambil baju dan perlengkapan mandi.


Aku pun berjalan menuju kamar mandi, dan melepas pakaian ku untuk mandi.


Frans


"Sini aku aja yang nyetir mau gantian nggak?" tanya ku pada Gio,


"Yaudah, cari pom dulu" jawab Gio.


"Kamu emang nya udah nggak deket lagi sama sih Sukma?" Tanya Gio heran.


"Aku sama dia nggak ada apa-apa, cuman temen." jawab ku tegas.


"Tapi kan tau sih Ibeth nggak suka sama sih Sukma Sukma itu, karena sikap nya yang ganjen" jawab Gio.


"Lah yang penting kan aku cuman temen doang sama dia" jawab ku lagi dengan tegas nya.


"Susah ya di bilangin, baik-baik jaga perasaan cewe, perasaannya gampang hancur." kata Gio sambil menikmati rokoknya.

__ADS_1


"Yah yang tau dan yang jalanin kan aku" jawabku cuek.


Nggak beberapa lama Siska selesai dari kamar mandi dan menghampiri kita, dia duduk di sebelah Gio, dan mengeluarkan hp ny lalu memainkan hp nya.


Ya memang Siska nggak terlalu banyak omong, karena sifat nya yang pendiam.


Setelah Gio selesai menikmati satu batang rokok, kita pun melanjutkan perjalanan dengan aku yang menyetir mobilnya, dan Gio duduk di sebelah ku.


Siska duduk di belakang. Kita pun bersiap melanjutkan perjalanan kita.


Ibeth


Selesai mandi aku keluar dari kamar mandi.


"Ah.. keramas memang bisa membuat kepala terasa adem" Ujar ku sendiri.


Aku melangkah menuju kasur dan meraih hp ku, ternyata ada pesan dari Frans, dia sudah di jalan dan sudah dekat.


Betapa senang nya aku akhirnya bisa ketemu lagi sama Frans. Sudah LDR begitu lama. Dan ini adalah kesempatan kita bertemu lagi. Senang nya perasaanku sehingga nggak bisa di lukiskan dengan kata-kata.


Seketika kepikiran tentang omongan Ana. Membuat hati ku seakan-akan sakit dan membuat ku mengingat masa lalu yang cukup buruk.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2