
"Makan lah. Jangan keras kepala, kasian baby nya kalau kamu nggak mau makan." Ujar nya lembut.
"Iya" jawabku dengan singkatnya.
Edward langsung menyiapkan makanan untukku. Menyuapiku dengan sangat lembut. Tapi disini aku tetap menyadari posisiku yang hanya lah seorang pengganti tidak lebih.
Semua kebaikan yang dia kasih ke aku, semuanya karena sebatas kasihan saja. Iya pasti hanya sebatas kasihan saja.
Beberapa saat kemudian.
"Permisi" sapa dokter yang berkunjung sambil membuka pintu.
"Halo dok" jawab ku.
"Silahkan dok" ujar Edward yang langsung bergeser ke samping.
"Bagaimana? Sudah enakan?" Tanya dokternya.
"Sudah dok." jawabku.
__ADS_1
"Oke ini nanti bisa pulang, tapi jangan terlalu emosi dan terlalu lelah yaa, janin nya kuat." Ujar dokter ke Edward sambil tersenyum.
"Baik dok, saya akan suruh asisten saya mengurus administrasiya." Ujar Edward dan langsung berjalan keluar.
"Bu, dijaga ya kandungannya, beruntung punya suami seperti dia, dia sangat khawatir waktu ibu pingsan, bahkan berjaga semalaman tanpa tidur, tadi juga bertemu di kantin dan bertanya makanan yang cocok untuk ibu, benar-benar beruntung." Kata dokter.
"Iya dok hehe" jawabku segan.
"Oke saya permisi dulu ya." Ujar dokter kepadaku.
"Iya terima kasih dok" Jawabku.
"Hai Ibeth, selamat ya atas pernikahanmu sebenarnya aku mau kasih tau kamu ini dari lama, Frans sebenarnya mencurangi kamu waktu kamu masih pacaran dulu, aku tau dari suami ku teman main Frans dari dulu, dia memanggil teman dia dari kecil Audy dengan sebutan sayang dan terus menerus merayu Audy supaya menjadi pacarnya biar Audy baper, tapi gagal Frans bilang ke Audy supaya Audy peka dan membuka hati buat Frans. Maaf baru kasih tau sekarang, karena aku nggak mau melukai kamu yang dulu masih buta."
Isi pesan itu seketika membuat ku shock, tapi sudah nggak ada lagi air mata yang tersisa untuk Frans.
Nggak beberapa lama ada pesan instagram masuk dari Frans.
"Gimana sekarang bahagia nggak? Pasti sengsara kan?" Ujarnya.
__ADS_1
"Aku bahagia sekarang bahkan lebih bahagia daripada dengan orang yang diam-diam merayu Audy di belakang ku saat masih pacaran disaat aku masih kasih banyak barang bahkan perawanku, dengan nggak tau malu nya masih merayu perempuan lain." ujarku.
"Akhirnya kamu tau juga, hahahaha bodo amat yang penting aku untung." Ujarnya.
"Semoga kamu dan keturunanmu dapat karma nya ya, lebih cepat lebih baik." Ujarku.
"Biasa nya kalau kayak gitu sih akan balik ke kamu." Ujarnya.
"Aku nggak pernah berkhianat, heran, masih mending kalau kamu tajir dan macam-macam di belakang, lah ini cuman parasit yang hidupnya cuman jadi beban orang lain" ujarku dengan geram.
"Bodo amat, ketawa aja sih aku" Ujarnya.
Dan aku pun memutuskan untuk nggak menjawabnya.
Nggak berapa lama dia langsung unfollow aku.
Ya ternyata dia memang benar-benar nggak tau malu, dan aku sangat menyesal. Aku harap karma bisa datang padanya secepat mungkin. Membuat nya merasakan apa yang pernah dia lakukan ke aku.
Karena aku yakin hidup ini cukup adil. Dimana karma akan menghampiri orang-orang yang nggak tau bagaimana caranya berbuat baik dan menghargai hubungannya.
__ADS_1
Bersambung..