Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#7


__ADS_3

Aku kini berdiri di depan kamarku, menyiapkan hati untuk masuk, namun sejujurnya, aku nggak mau bertemu dengannya. Tapi segala sesuatu yang akan terjadi harus di hadapi juga.


Aku membuka pintu dengan akses kartu cadangan yang ku bawa. Ketika pintu terbuka, terlihat Gio, Siska, dan Frans yang langsung melayangkan pandangan mereka kepada ku.


"Beth, dari mana?" tanya Siska dengan heran, aku mulai menutup pintu dan melangkah kan kaki ke kasur, "nggak kemana-mana" jawabku perlahan.


"Udah lah masalah kalian selesein baik-baik aja" Gio yang langsung menjawab perkataanku.


"Aku cuman mau dia blokir sih Sukma ini aja kok, dan nggak ada hubungan lagi sama dia, apa sesusah itu?" lontar ku dengan BT nya.


"Lah masalah nya aku tuh nggak ada masalah sama sih Sukma, masa kamu suruh aku musuhan sama dia, ya nggak bisa lah, kamu yang nggak suka aku yang suruh repot" jawab Frans dengan lantang nya.


"Kalau mau hubungannya baik-baik aja, harus nya kamu bisa cabut duri dalam hubungan kita" jawabku yang masih berusaha sabar.


"Duri ada karena pikiranmu aja yang udah terlanjur benci, pokoknya aku nggak akan musuhan, blokir, dan lain-lain", jawab Frans dengan santai.


"Iya lah nggak akan blokir, orang udah peluk-pelukan kenapa di blokir" jawabku dengan sedikit menyindirnya.

__ADS_1


"Lah itu tau" jawab Frans dengan santai nya.


Aku yang semakin emosi, sampai nggak bisa mengeluarkan sepatah kata pun kepadanya, dan hanya menahan air mata biar nggak jatuh.


Gio yang melihat aku mulai menangis, langsung membuka suara, "ayok pergi makan, aku laper."


"Yok" jawab Sisca dan Frans dengan bersamaan.


"Aku nggak ikut, aku nggak laper" jawab ku perlahan.


"Lah kenapa sih? Udah gede, harus dewasa, jangan malah kayak gini" jawab Frans dengan wajah serius nya.


"Udah udah, jangan ribut, yok makan aja yok" sela Siska yang menengahi kami.


"Aku nggak ikut, aku kenyang." jawabku yang langsung membaringkan badan ku di kasur dan melemparkan pandangan ku ke arah lain.


"Yaudah kalau nggak mau ikut, udah lah cabut aja rese emang" jawab Frans, yang langsung bersiap-siap mengambil dompet dan hp nya lalu pergi di susul dengan Gio dan Siska, pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

__ADS_1


Frans..


Sambil berjalan keluar, aku merasa benar-benar dibuat kesal.


"Emang kenapa sih nggak mau nurutin Ibeth aja?" tanya Gio.


"Iya kalau nurutin aja kan masalah selesai, apalagi kalian berdua tuh LDR loh, jarang-jarang bisa ketemu" lanjut Siska.


"Lah masa aku harus menjauhi teman ku sendiri" jawab Frans.


"Teman apa yang sampai ada adegan berpelukan segala? Dengan bangga di posting lagi sampai Ibeth tau" jawab Siska dengan nada yang sudah mulai kesal.


"Udah lah itu urusanku" jawab ku ketus.


Ibeth..


"Kenapa ya cuman butuh satu hal gitu aja rasanya sulit banget, seakan-akan kayak minta dia membunuh separuh jiwanya, dulu sempat keguguran juga karena dia tiba-tiba mutusin aku, dan pergi sama perempuan itu. Apa sekarang harus begini lagi, aku udah terjerumus ke pelukan dia dan cara pacarannya yang menerapkan sistem 'jatah'. Apa ada yang mau terima aku apa ada nya?" Keluh ku dalam hati.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2