Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#15


__ADS_3

Setelah percakapan panjang, papa pun kembali ke rumah nya, dan aku kembali ke kamar ku. Pesan dari orang tua ku cuman meminta aku istirahat.


Entah aku juga nggak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kalau mereka tau siapa ayah kandung yang sebenarnya dari anak ini. Pasti mereka malu banget sama Edward.


Mungkin Tuhan mengirimkan Edward sebagai penolong ku.


Pelan-pelan aku mulai terpejam dalam tidur ku.


Keesokan hari nya.


Pagi ini aku seperti biasa berangkat ke kantor tapi kali ini aku mengajukan surat resign. Aku sampai di kantor dan memberikan surat resign ku, dengan alasan akan menikah.


"Ibeth mau resign? Mau menikah? Ini nggak salah kah? Kok mendadak sekali?" Tanya HRD di kantor ku.


"Iya pak, habis nikah ikut suami." Jawabku.

__ADS_1


"Oke deh. Hari ini hari terakhir kerja, setelah itu pulang kerja langsung datang ke sini untuk ambil gaji terakhir ya." Ucap HRD itu.


"Baik pak." Jawabku dengan segan, dan melenggang pergi.


HRD nggak memberikan pertanyaan yang bukan-bukan dan juga menyetujui pengajuan resign ku. Aku pun kembali ke ruangan.


"Ibeth cie mau nikah yaa jadinya mau resign, tapi nggak pernah denger kabar pertunangan nya tiba-tiba udah mau nikah aja." Tanya Cencen salah satu teman kantorku.


"Iya nih, nggak pakai tunangan, dan nikah ku nggak sama Frans." Jawabku, karena Cencen adalah sahabat terdekat dan terbaik ku selama ini.


"Lah kenapa? Kan kamu sama Frans sudah lama." Tanya Cencen lagi.


"Hah? Apa? Anak siapa? Laki-laki yang mau kamu nikahi besok?" Tanya nya yang benar-benar terlihat shock saat mendengar ucapan ku.


"Anak Frans, tapi dia nggak mau bertanggung jawab. Dia malah nggak segan-segan membuang aku begitu aja dan masih bilang kalau aku pasti tidur sama laki-laki lain lagi." Jawabku yang nggak bisa menahan air mata untuk tidak keluar.

__ADS_1


"Sialan sih Frans, sudah nggak mau tanggung jawab masih fitnah lu lagi. Rasanya emosi gue pengen gue maki-maki dah orang nya." Jawab Cencen yang sangat terlihat kesal.


"Jangan, biarin aja. Karma akan datang di saat yang tepat kok. Nggak perlu usaha keras kita." Jawabku.


"Waduh baik banget sih kamu Beth. Terus laki-laki yang besok nikah sama kamu itu?" Tanya Cencen yang terlihat penasaran.


"Nama nya Edward dari Jerman, kita waktu itu ketemu di Solo, nggak sengaja, terus dia masih traktir aku dinner, waktu aku bertengkar sama Frans di Solo. Dan nggak cuman itu, ternyata dia diam-diam menempatkan bodyguard nya yang dari Indonesia di sekitarku." Kataku.


"What? Keren amat. Memang yah orang baik akan menghasilkan buah yang manis juga. Beruntung bisa ketemu Edward." Jawab Cencen yang menunjukkan ekspresi kagum nya.


"Iya tapi sebenarnya aku pun sebenarnya belum setuju sama dia yang mau tanggung jawab." Jawabku terus terang.


"Duh memang deh selain baik kamu juga bodoh, makanya bisa sampai kayak gini. Coba deh dipikirin, kamu dapetin pria yang jauh lebih baik loh. Sudah gitu bukan cuman itu, dia mau bertanggung jawab atas kamu loh, padahal kamu nggak melakukan sama dia, dan diam-diam dia menjaga dan memperhatikan kamu. Udah gitu selama ini kamu kan mau ke Jerman, jadi kan nggak perlu bersusah-susah payah untuk kesana. Langsung nikah sama orang sana otomatis langsung jadi orang sana kan." Jawab Cencen dengan semangat optimis nya.


"Iya sih cuman yang buat aku heran tuh, kok ya dia bisa kepikiran buat kasih aku satu bodyguard diam-diam begitu untuk jaga aku, memang sih niat nya baik, tapi kita baru kenal, seharus nya kan nggak begitu kan malah jadi kayak penguntit." Jawabku.

__ADS_1


"Iya tapi harus nya kamu bersyukur dah ketemu sama dia meskipun dengan sifat aneh nya itu, tapi dia penuh dengan tanggung jawab, dan kalau dia begitu mungkin dia udah yang nama nya jatuh cinta pada pandangan pertama cuman karena tau kamu punya pacar, dia cuman bisa jaga kamu diam-diam aja kan." Ucap Cencen yang terdengar cukup masuk akal.


Bersambung..


__ADS_2