
"Ada apa?" Tanya Edward yang membuat ku kaget karena dia berdiri di depan pintu.
"Nggak apa-apa." Jawabku.
"Kamu mau jawab sendiri atau aku ambil paksa dan membackup semua isi hpmu?" Ujarnya yang rasanya semakin kesini semakin tegas. Ucapannya kali ini benar-benar sebuah ancaman yang membuat aku merinding sendirĂ.
"Frans, dulu dia menghianati aku dengan wanita lain, dia masih merayu perempuan lain yang teman masa kecilnya." Jawabku.
"Lalu?" Ujarnya sambil berjalan mendekat ke arah ku.
"Lalu apa?" Tanyaku.
Dia berdiri tepat di depan mukaku tangan kirinya menahan badan nya yang membungkuk seakan seperti akan mencium ku dan membuat pipiku memerah.
"Lalu apa kamu jadi galao karenanya?" Tanyanya.
"Hah? Nggak.... aku...." Belum selesai menjawab, Edward langsung mencium ku.
"Pria brengsek kayak gitu sudah nggak perlu bikin kamu galao dan resah lagi, apa aku kurang memuaskan buat kamu?" ujar Edward.
Dia menggendong ku keluar rumah sakit, memasukkan aku ke dalam mobil dengan lembut.
__ADS_1
"Kita mau kemana? Aku bahkan belum mengambil pakaian ku." Ucapku kebingungan.
"Asisten ku sudah menyiapkannya. Mulai sekarang kamu milikku dan cuman akan menjadi milikku." Ujarnya dengan tegas, membuat ku nggak berani menjawabnya lagi.
Beberapa saat kemudian..
Kita sudah sampai di hotel, tempat kita menginap. Edward berjalan terlebih dulu dan aku mengikuti nya di belakang nya.
Aku terus berjalan perlahan di belakang nya yang mungkin membuat nya nggak sabar menungguku. Dia langsung berbalik menghampiriku dan menggendong ku.
Sampai di dalam lift pun dia nggak menurunkan aku.
"Pencet nomor nya." Perintahnya.
Dia berjalan ke arah kamar kita. Dan menurunkan aku tepat di depan kamar.
"Masuk" perintahnya, dan aku langsung masuk tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Kenapa? Apa masih galao karena di hianati sama mantan tercintamu?" Ujarnya.
"Nggak, aku cuman nggak pernah di hianatin jadi sekali di hianatin rasanya hatiku nggak enak" jawabku cepat.
__ADS_1
"Bukannya itu sudah berlalu? Kalian bahkan sudah nggak punya hubungan apapun lagi, dan kamu bahkan sudah menikah sama aku" jawabnya lagi.
"Aku... Bukan begitu maksudku.. aku cuman.. aku.." jawabku terbata-bata.
Edward yang nggak sabar menanti jawabanku langsung mencium ku dan perlahan mendorong ku ketempat tidur.
Ciumannya sangat lembut. Tiba-tiba tangan nya masuk ke dalam bajuku.
"Aku lagi hamil" ucapku perlahan sambil menahan rasa yang sulit di jelaskan.
"Aku tau, tapi aku ingin, dan supaya kamu tau kalau sekarang cuman aku yang ada di hidupmu, kalau aku nggak melakukannya, kamu akan memiliki bekas mantanmu itu di tubuh dan hatimu." ujarnya.
Beberapa saat kemudian..
Aku terbangun dari tidur lelap ku dan badanku terasa sakit semua. Aku mengingat-ingat apa yang terjadi, dan ya dia melakukannya ke aku. Melakukannya ketika aku sedang hamil.
Aku melihat kesamping dan dia tengah tertidur juga.
Nggak lama kemudian aku merasa sakit dan keram pada perutku, aku langsung memakai baju ku, ketika aku memakai celana ada bercak darah di pahaku. Aku langsung membangunkan Edward.
"Aku berdarah." Ujarku sambil menangis.
__ADS_1
Edward yang baru bangun langsung terkejut dan beranjak dari tempat tidur memakai pakaian asal-asalan dan memakaikan aku daster dia langsung membawa ku kerumah sakit.
Bersambung..