Karena Pergaulan Bebas

Karena Pergaulan Bebas
#37


__ADS_3

Siapa yang akan menyangka dirumah yang semegah ini aku hanya bisa duduk termenung di sudut kamar sendirian tanpa ada orang lain, benar-benar merasakan kesendirian, aku yang terjebak cinta buta ini dan menyakiti suami ku yang begitu baik sama aku, memang pantas mendapatkan ini, bahkan bahagia pun aku sudah nggak berhak untuk memintanya.


Duduk menatap ke jendela kamar terlihat halaman yang cukup luas, dimana ada beberapa pelayan yang terlihat sedang menyapu, menyiram tanaman dan mengerjakan tugas mereka. Termenung sendirian disini melihat pemandangan itu, mungkin seumur hidupku aku akan menghabiskan nya seperti ini untuk menebus segala kesalahan ku. Kupikir ini tidak lah terlalu buruk.


Setidaknya aku masih bisa makan kenyang dan tidur nyaman.


Beberapa saat kemudian..


Hari sudah mulai gelap, halaman pun sudah tidak ada seorang pun berdiri disana.


Ceklek..


Ada yang membuka pintu kamar dan ternyata itu Edward. Dia datang kesini, ah iya aku kan sudah menikah dengannya wajar saja kita berbagi kamar.


"Kenapa menatapku seperti itu? Kamu nggak suka aku datang? Atau kamu kecewa yang datang itu aku?" Ujar Edward sinis.


"Entahlah" jawabku yang cukup terkejut saat mendengar perkataan Edward.

__ADS_1


"Entahlah? Apa maksud dari kata entahlah?" Tanya Edward dengan nada yang semakin tinggi.


Dia berjalan mendekatiku, menarikku dan melemparku ke atas ranjang, dia merangkak di atas ku lalu mencium ku dengan ganas nya, aku bahkan tak kuasa untuk mengelak.


Terus dan terus mencium ku, tiba-tiba tangan nya menggapai tubuh di balik baju ku, dengan tidak sabar dia merobek baju ku, dan mencium leherku sampai ke dadaku, dia melakukannya dengan penuh nafsu dan emosi. Lalu dia memberikan tekanan yang benar-benar membuat aku tidak berdaya, secara terus menerus tanpa ampun, aku gemetar, dan hanya bisa menahannya.


Beberapa saat kemudian..


Edward..


Setelah aku menerkamnya dia tertidur dan terdapat perasaan gelisah di raut wajahnya. Elisha maafkan aku, aku hanya takut kamu pergi lagi dari ku kalau aku memperlakukanmu dengan lembut.


Beberapa saat kemudian..


Elisha..


Aku terbangun dari tidur ku sendirian, aku bangun dan mencari baju ku, di lemari, ah pinggangku sakit semua.

__ADS_1


Aku mengenakan baju ku, aku merasa badanku lemas tak bertenaga dan sedikit pusing.


Ceklek..


"Sudah bangun?" Ujar nya menanyaiku setelah keluar dari kamar mandi.


Aku hanya terdiam dan menundukkan kepala, dia berjalan mendekatiku, sontak aku terkejut.


"TOLONG JANGAN PERKOSA AKU LAGI !" Teriakku sambil memejamkan mata dan mengangkat tanganku.


"Perkosa? Aku SUAMIMU !" Ujarnya sambil menggenggam tanganku.


Aku melihatnya, wajah yang berubah menjadi sangat menyeramkan, aku lari pergi keluar dari kamar, entah apa yang ada di pikiranku, aku berlari keluar meskipun dia tidak mengejarku aku tetap berlari, banyak yang bertanya dan memanggilku tapi tidak ku hiraukan, karena aku juga nggak mengerti bahasa mereka.


Aku membuka pintu utama dan lari keluar melewati gerbang rumah. Yang seperti terbuka dengan sengaja untuk menyambut kepergian ku, aku berlari tanpa arah.


Terus dan terus berlari. Malam itu sangat dingin, aku hanya memakai kaus biasa dan celana panjang tanpa memakai alas kaki, berjalan di gelapnya malam, perlahan hujuan datang, seakan dia tau kalau aku sedang menangis.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2