
setelah bercerita dan mengobrol berbagai hal dengan kepala keluarga Chen, jek Li segera minta izin untuk secepat mungkin kembali ke rumah ibu mertuanya, kebetulan waktu seharusnya jam pulang kerja sudah terlewatkan 2 jam, ini sudah pasti akan ada cacian dari ibu mertuanya, baru saja dia bukan pintu untuk masuk kedalam rumah, sudah disambut dengan ceramah dari ibu mertuanya itu:
"kenapa kamu tidak langsung pulang selesai bekerja, apakah mentang-mentang sudah menghasilkan uang 1,5 juta dalam sehari kamu menjadi sombong, apakah kamu sudah pergi berselingkuh diluar sana, apakah kamu ingin kami mati kelaparan menunggu kamu untuk pulang masak?,jadi menurut kamu dengan setelah mendapat pekerjaan kamu sudah ingin jadi bos dalam rumah ini, dan harus saya yang gantikan pekerjaan memasak kamu?, aku katakan kepada kamu manusia bodoh"selama hidup kamu akan selalu menjadi sampah tidak berguna, dan selamanya kamu akan selalu hidup dalam kemelaratan, kamu tidak pintar, dan selalu akan di tindas oleh orang lain, nasib kamu sudah menjadi takdir agar kamu tetap menjadi orang bodoh dan lemah seperti itu.
dari pada terus mendengarkan ceramah dari ibu mertuanya yang tidak berfaedah ini, hanya untuk sakit hati dan bikin orang siapa pun yang mendengar akan langsung marah. dia tidak sempat lagi untuk pergi ganti baju kerja atau mandi agar bisa segar, hanya buka sepatu setelah itu segera mengarah kedapur."maaf Bu saya akan segera pergi memasak, dan tidak lama ibu mertua akan segera makan" di depan ibu mertuanya yang super gila ini, dia terus harus berpura pura bodoh, serta menjadi menantu sampah yang kerjanya tiap cuma hanya jadi pelampiasan amarah oleh ibu mertua, jadi dia benar akan tetap di marahi, begitu juga kalau dia salah akan semakin di marahi serta di maki-maki bahkan tidak segan-segan untuk selalu menyuruh dia keluar dari keluarga ini.
melihat jek Li yang tidak menghiraukan apa yang dia bicarakan, Rin Liu semakin kesal dan semakin marah" dasar manusia sampah tidak berguna, sungguh suatu musibah yang di buat oleh kakek ding gila itu untuk memaksa putriku menikahi manusia sampah eperti kamu, bisa masuk dan menjadi menantu di keluarga ding kami, seharusnya akan menjadi kebanggaan orang rendahan seperti kamu itu.
"apakah dengan menjadi pegawai perawat paruh waktu rumah sakit mawar, kamu sudah berpikir menjadi orang hebat?buat aku, dari dulu dan sampai kapanpun dengan apapun yang kamu lakukan tidak akan mengubah keadaan kalau kamu tetap sampah. Rin Liu kembali memarahi jek li, dia merasa sudah sempantasnya untuk selalu memarahi atau mencaci maki oleh jek Li ini.
__ADS_1
Desi ding sebenarnya dari tadi keluar dari kamar untuk pergi nonton di ruang tamu, tapi baru saja selesai membuka pintu dia melihat ibunya dari tadi terus memarahi jek Li, dia sangat kesal dengan sikap ibunya ini yang tiap hari tidak ada air tidak ada hujan akan terus memarahi, Dia juga tahu kalau jek Li sangat capek melakukan perawatan kepada kepala keluarga Chen, karna setiap hari sebelum dia pulang diam-diam dia memperhatikan rekaman cctv dalam ruangan menginap orang tua itu.
jika dia tidak segera turun tangan untuk menghentikan omelan ibunya lagi, jangan sampai jek Li tiba-tiba hilang kesabaran dan memukul ibunya, walaupun mungkin jek Li ini tidak berani melakukan h bodoh semacam itu, tapi akhir-akhir ini jek Li kelihatan j auh berbeda dari biasanya. selain itu bagaimanapun juga jek Li itu suami sah-nya dan diakui secara hukum dan agama, memang diantara mereka berdua yang ada hanyalah hubungan suami istri diatas kertas, tapi selama menikah mereka belum pernah melakukan hubungan suami istri. tapi setiap melihat orang lain yang memarahi suami sampah di depanya memang selama ini dia hanya diam tidak pernah membantunya, tapi dia juga beberapa hari ini, jika ada orang yang bicara kasar sama jek Li akan merasa sakit hati dan selalu ingin membelanya.
"Bu jangan ngomel lagi, aku rasa sudah cukup dan ikut juga sakit telingaku dengar suara ibu, apakah ibu tidak melihat jika jek Li capek baru pulang kerja sudah di omelin seperti itu?apakah ibu tidak punya hati nurani lagi?, apakah ibu tidak rasa kasian sama jek Li yang baru pulang kerja tapi sudah di omelin seperti itu?, Desi ding tidak bisa terlalu menahan lagi untuk tidak membela jek Li.
__ADS_1
"kenapa hari ini kamu ingin membela sampah ini,kalau bukan kakek kamu yang bego untuk memaksa kami untuk menikahkan kamu dengan sampah ini, apakah saya akan terus marah dan merasa malu setiap ketemu dengan teman-temanku, saya sudah cukup menderita setelah masuknya dia di keluarga ini, saya sangat tersiksa, apakah ini rasa sayang kamu kepada ibu kamu, sampai rela membela sampah ini?Rin Liu terus berteriak dan mengomel tidak teratur lagi, dia merasa dadanya akan meledak jika terus seperti ini.
besok adalah hari ulang tahun kepala keluarga Ding, ketika mereka akan sampai di sana, kelurga mereka sudah pasti akan di tertawakan lagi dan pasti semua orang akan menghina keluarga mereka, karena menantu yang dinikahi oleh wanita terjadi di keluarga mereka, memikirkan hal ini rin Liu merasa tertekan dan merasa malu jika akan terjadi pada saat hari ulang tahun nenek ding itu.
Desi ding melihat ibunya tidak mau kalah dan mau mengakui kesalahan yang dia lakukan kepada jek Li, dia ingin sekali menangis, tidak tau harus bagaimana lagi untuk menjelaskan kepada ibunya ini agar bisa tidak selalu memarahi lagi jek Li tiap hari. dia merasa kasihan sama jek Li, apa lagi setiap di marahi mau benar atau mau salah dia tidak akan menjawab sama sekali, dia akan selalu diam, tidak pernah untuk menjawab siapa pun yang memarahi dia di keluarga mereka.
__ADS_1
dia tidak bisa untuk selalu berdiam diri melihat kejadian ini, untuk menghindari agar tidak terjadi salah paham antara dia dan ibunya yang terus memarahi jek Li ini, lebih baik segera bergegas pergi kedapur untuk melihat apa yang dilakukan jek Li di dapur.