
Beberapa saat kemudian terdengar lagi suara, "saya sebagai warga negara yang baik dan juga dari kecil sudah mendalami tentang pengetahuan barang antik juga tidak mungkin berdiam diri saja ketika ada masalah yang terjadi seperti itu", semua tamu Kembali mencari sumber suara itu yang nyaring itu, di salah satu meja tamu terlihat seorang tamu yang sedang duduk dengan menikmati gigitan udang yang ada di tangannya, dia memakai pakaian tradisional juga, rambut masih bercampur hitam dan putih, selain itu dia memakai kacamata di perkirakan orang tua itu berumur baru mau masuk 70 tahun, di belakangnya berdiri para pengawal sebanyak 4 orang dengan setelan jas lengkap dengan tatapan tajam.
Melihat orang tua yang duduk tersebut nenek Ding yang duduk di kursi utama segera tertawa"hahahahahaha, tidak kusangka di acara ulang tahun aku yang sederhana ini di hadiri direktur utama dari pemilik toko barang antik terbesar di kota ini," Direktur Huang maafkan saya yang sudah tua ini belum sempat menyapa kedatanganmu. dia adalah Sarfin Huang pemilik toko barang antik Rento Huang, perusahaan ini memiliki toko barang antik yang tersebar di seluruh kota Shanghai, dan merupakan perusahaan toko barang antik yang terbesar di seluruh kota shanghai.
Melihat keberadaan dua toko yang ternama di ulang tahunya nenek Ding sangat senang dan bersemangat, ini adalah kali pertama seumur hidupnya di acara ulang tahunya di hadiri oleh dua tokoh ternama, dan semua tamu yang melihat kejadian ini kembali gempar, bagaimana pun juga selama ini mereka hanya melihat dua toko ternama ini hanya tampil di TV sebagai tamu pembicara, tapi kali ini mereka dapat bertemu dengan secara langsung dua tokoh tersebut.
Ini merupakan sejarah baru yang terjadi di kota ini bagaimana pun jug selama ini dua tokoh ini sangat keras kepala dan sulit untuk di undang di acara-acara tertentu tapi kali ini berbeda, di acara ulang tahun yang di adakan oleh keluarga Ding ini mereka bisa hadir bersamaan.
Dengan sudah adanya dua toko terkemuka yang ada di seluruh kota Shanghai ini, tuan muda Su yang dari tadi berdiam segera angkat bicara" Saya mohon maaf kepada para senior-senior sampai harus ikut turun tangan untuk menilai keaslian barang antik mutiara malam ini asli atau palsu, membuat aku sebagai tuan muda Su tidak enak hati dan merasa sangat malu, sekali lagi mohon kebaikan hati dari para senior untuk memaafkan generasi muda seperti kami ini yang tidak memiliki etika.
__ADS_1
Kepada para senior mohon berkenan untuk maju ke depan untuk menilai benda Mutiara malam ini, karna menurut pandangan saya yang buta dan sedikit memahami barang antik, mutiara malam ini hanya bernilai ratusan ribu saja, siapa tau para tetua memiliki pandangan lain tentang mutiara malam ini.
Tuan muda Su berbicara dengan tutur kata yang sangat sopan dan membuat para tetua yang datang itu mengaguminya"Anak muda terimakasih sudah memberikan kami kesempatan untuk bisa menjadi penentu dalam situasi seperti ini, apakah barang asli atau palsu mutiara pada malam ini, kami sangat kagum dengan sopan santun anda.
Mendengar tanggapan baik dari kedua tetua yang sangat berpengaruh provinsi shanghai, tuan muda sangat senang sekali dan dia sangat bersemangat, bagaimana pun juga dia sudah mendapatkan pujian dari kedua tersebut. Tuan muda Su segera kembali melirik Jek Li yang terus duduk dalam diam tanpa mengatakan apa-apa, melihat sikap dari Jek Li yang tersebut terdiam itu tuan muda Su makin sangat meremehkan dan makin sangat yakin jika menantu sampah itu mungkin sudah gemetaran Karan barang palsu yang dia bawa akan segera ketahuan.
Tuan muda Su yang sudah merasa kemenangan semakin di depan mata, maka dia semakin sangat senang.
"Direktur Sarfin Huang apakah aku yang pergi periksa terlebih dahulu atau kita pergi bersama- sama untuk pergi memeriksa mutiara malam itu
__ADS_1
" hahahahahaha, fini Lang kenapa harus sungkan seperti itu kepada ada aku apakah Tuan Huang ingin menghinaku, kenapa kita tidak maju secara bersama untuk menilai benda Mutiara malam itu.
Mereka berdua segera maju bersama ke depan untuk melihat Jelas mutiara malam itu, mereka mulai memegang dengan tangan sambil penuh kehati-hatian untuk menyentuh barang itu, mereka berdua sangar takut dan kaku jangan sampai barang ini jatuh pecah di lantai bisa menyebabkan nama baik mereka akan rusak, mereka berdua ini merupakan pertama kali bisa menilainya dengan secara langsung, selama ini mereka hanya bisa melihat di pajangan ruangan pada orang-orang kaya di kota shanghai.
Akan tetapi bila di bandingkan dengan mutiara malam yang ada di depan mereka saat ini sangat terlihat jauh perbedaannya, kalau yang mereka lihat selama ini, dari kecerahan pencahayaan yang mereka lihat selama ini tidak seterang ini, kelembutan dari terang cahayanya ini lebih halus sedangkan yang mereka lihat selama ini sangat kasar dan tajam.
Para tetua itu kemudian saling memandang dan segera melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam dan mendetail dalam menilai mutiara malam ini, mereka berdua segera mengambil peralatan masing-masing, tidak lupa kacamata pun juga mereka sudah mulai persiapkan, memang betul sebenarnya mereka tidak rabun mata walaupun sudah di usia tua seperti ini, biasanya di usia tua mereka akan mulai mengalami berbagai penyakit ketuaan dan penglihatan pun mulai mengalami banyak gangguan, jadi mereka berdua saat ini mulai memakai kacamata dan mengambil kaca pembesar agar bisa lebih teliti dalam mengambil kesimpulan akhir yang adil untuk ke dua bela pihak.
Nenek Ding hanya terus berdiam di kursi utama, sambil meminum teh yang sudah di siapkan, melihat setiap proses yang sedang di lakukan oleh ke dua master yang terkenal dan yang segani di kalangan para penikmat barang antik di provinsi Shanghai, beberapa menit kemudian nenek Ding mulai melihat Jek Li dengan tatapan yang menjijikan dan ingin sekali memukul dengan tongkat kepala pemuda itu agar segera mati dan bisa pergi dengan selama-lamanya dari keluarga Ding mereka, buat nenek Ding jika kedatangan menantu sampah ini benar-benar akan selalu membuat masalah.
__ADS_1