Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab.47 Tuntutan yang tidak masuk akal dari ibu mertua


__ADS_3

Kerabat lain yang sedari awal terus menghinanya juga terkejut dengan berita yang menggemparkan ini, mereka tidak pernah menyangka bahwa manusia sampah dan bodoh seperti Jek Li ini bisa memberikan hadiah yang begitu berharga kepada nenek Ding,.


Aziz Ding pun yang awalnya berada diatas angin dengan keberadaan tuan muda Su yang terus mempersulit pemuda itu, setelah kejadian ini Dia hanya duduk diam dan terus memakan-makananya seperti tidak mengetahui dan tidak ada hubungannya dengan dia semua yang terjadi, bahkan ibu mertuanya pun saat ini langsung terdiam membisu tanpa mengeluarkan kata-kata apapun, takut dia juga bisa jadi sasaran dari menantu sampahnya itu.



Para tamu yang hadir hanya terus diam dan mendengarkan dengan seksama setiap kata yang keluar dari Safrin Huang dan tuan muda Su, para tamu juga merasa heran dan terkejut tapi bagaimanapun juga mereka berkata, mutiara malam yang asli berada di depan mereka.


Desi Ding yang terus duduk diam dan memperhatikan dengan detail apa yang terjadi sangat terkejut dan sangat bangga, walaupun dia merasa sangat kesal kepada suaminya ini, bagaimana bisa barang antik yang bernilai triliunan rupiah itu bisa di gunakan sebagai hadiah ulang tahun.


Sebenarnya ada rahasia apa yang di sembunyikan suamiku ini, kenapa makin hari, makin misterius melihatnya, apakah ini yang di bilangkan oleh kakek Beri sebelum meninggal dunia, buat Desi Ding, yang penting suaminya bisa sedikit memiliki kelebihan itu sudah lebih dari cukup, paling tidak tekanan ejekan dan makian dari para kerabat dan para temanya bisa sedikit berkurang, saat ini dia sangat senang sekali, mukanya mulai memerah dan malu-malu melirik pemuda yang ada di sampingnya.

__ADS_1


Tuan muda Su, siapakah gerangan yang memberikan hadiah yang begitu berharga ini kepada Nenek Ding ini?dari awal fini Lang ketika dan Safrin Huang ketika memasuki ruangan tidak memperhatikan dengan jelas apa yang terjadi, tapi dari awal juga mereka sudah mendengar ejekan dan hinaan dari semua tamu dan kerabat dekat keluarga Ding tapi mereka tidak gubris dan malas pusing karna menurut mereka itu hanya buang-buang tenaga dan urusan generasi muda, sangat memalukan jika mereka ikut campur jadi dari awal mereka hanya duduk diam di kursi masing-masing, tapi setelah mendengar dan melihat dengan jelas cahaya yang di keluarkan oleh mutiara malam itu baru mereka mengangkat kepala.



Mendengar pertanyaan dari ke dua tetua itu, tuan muda Su dengan gemetar dan air mata yang mulai mengalir segera melirik Jek Li yang terus diam dan mengotak Atik Hp jadulnya. Yang dia pusingkan sekarang adalah jika keluarga Su tau, bagaimana cara menjelaskan sedangkan dari awal dia yang terus mencari masalah, jika dia melempar semua masalah itu di keluarga Ding, ayahnya dan sekaligus sebagai kepala keluarga Ding, tidak mungkin akan percaya begitu saja apa lagi kalau dia ketahuan jika di permalukan oleh pemuda sampah seperti dia.



Kalau di marahi, di pukuli, buatnya tidak masalah karna hanya butuh beberapa hari sudah bisa sembuh kembali tapi bagaimana jika ayah dan para sesepuh keluarga Su menarik semua kartu dan perusahaan yang dirintisnya dari awal, hal ini yang dia paling takutkan, jika semua ini bisa terjadi maka untuk pergi bersenang-senang atau pamer kepada para teman-temanya tidak akan pernah terjadi lagi, dia tidak bisa lagi untuk mengencani banyak wanita cantik dan seksi.


Apakah semua kesenangan itu akan berakhir begitu saja, setelah memikirkan berbagai hal yang akan terjadi, tiba-tiba dia teringat akan sesuatu yang bisa menyelamatkan dia dari amukan ayahnya, segera dia mengeluarkan telpon dan segera menelpon kepada Burhan cu dan menjelaskan secara terperinci apa yang terjadi dengan demikian amukan dari ayahnya akan sedikit mereda, karna bagaimanapun juga Burhan cu ini sudah bangat berjasa dalam membantu mereka untuk memecahkan berbagai kasus barang antik yang mereka sendiri tidak mampu untuk memecahkannya, sehingga kedudukan Burhan cu di mata keluarga Su begitu menghormatinya.

__ADS_1



Setelah itu tuan muda Su segera mengangkat kepala dan mengatakan kepada ke dua tetua itu bahwa mutiara malam di bawah oleh suami dari Desi Ding.



Melihat kejadian ini dan sikap hormat tuan muda Su kepada para senior membuat nenek Ding semakin tinggi mengaguminya, kemudian berkata:


"Tuan muda Su yang tersayang, sebenarnya mau seberapa harganya entah itu bernilai miliaran bahkan sampai ribuan triliun pun di mata aku yang sudah tua ini, semua itu tidak lah ada artinya, akan tetapi sedari tadi aku pribadi melihat tutur dan katamu yang begitu sopan membuatku makin sangat tertarik dengan kamu, apalah artinya semua hadiah ini bila tidak bisa memiliki moral yang baik, apa yang perlu di banggakan, sedangan tuan muda Su yang sudah sukses dengan membangun karirnya sendiri tanpa bantuan dari keluarga besarnya itu yang aku kasi jempol dua tangan.


Tidaklah kamu lihat pemuda dan pemudi yang seumuran kamu, banyak yang bermalas-malasan, bekerja pun hanya untung-untungan jadi staff biasa di perusahaan, bahkan mereka tidak ada yang berani mengambil tindakan seperti tuan muda Su untuk tidak mengandalkan keluarga dalam membangun karir.

__ADS_1


Tuan Fini Lang dan Sarfin Huang saya sebagai kepala keluarga Ding mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya dengan jasa kalian ini, aku juga dari awal sangat buta sampai tidak bisa dengan mudah untuk memastikan keaslian barang antik ini tapi dengan adanya para senior sehingga bisa terselesaikan dengan baik dan sangat beruntung dengan kehadiran kalian.


Setiap kata dan kalimat yang keluar dari mulut Nenek Ding seperti air dingin yang kembali menghangatkan seluruh para tamu yang datang karena ketegangan yang belum lama terjadi, sehingga pelan-pelan para tamu juga mulai tidak berani melakukan ejekan lagi, tapi para kerabat berbeda melihat sikap bijaksana dari nenek Ding ini mereka bingung sebenarnya apa maksud dari nenek Ding ini, selama ini mereka tidak pernah melihat nenek ini tersenyum, apakah ini hanya strategi untuk meredakan suasana canggung dan rasa malu yang telah di terima oleh mantan murid kesayangannya atau ada hal yang lain, mungkin nanti selesai acara ulang tahun ini baru nenek keluarga Ding akan membahasnya, bagaimana pun juga masalah ini muncul di hari ulang tahunya, selain itu para kerabat yang terlibat dalam masalah yang belum lama terjadi itu begitu banyak, sehingga mungkin takut kalau keluarga Su akan tersinggung.


__ADS_2