Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab 27. kehadiran Jek Li yang menjadi lelucon semua orang 5


__ADS_3

"Hm, Jek Li hanya mengangguk dan menanggapinya dengan dingin.


"Aku mendengar bahwa baru-baru ini kamu mendapat pekerjaan yang sangat bagus, dan mendapat beberapa Juta dalam sehari ?" Aziz Ding berkata dengan cemoohan. Faktanya dari limat tahun yang lalu mereka semua sudah mengetahui bahwa wanita yang begitu cantik dan anggun, yang berasal dari keluarga mereka menikahi seorang lelaki yang tidak punya pekerjaan dan tidak mempunyai uang, ini suatu kabar yang menggemparkan seluruh kota di waktu itu. Aziz juga sudah mengetahui dari ayahnya kalau menantu sampah itu bekerja paruh waktu di rumah sakit keluarga Ding, Alasan dia bertanya saat ini adalah untuk mengejek Jek Li dan istrinya di depan kerabat keluarga lain.


benar saja walaupun bicara dia tidak kencang tapi semua orang yang sedang duduk dekat dengan mereka dapat mendengar dan melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi, setelah kerabat lain mendengar apa yang di katakan oleh Aziz Ding, segera mereka semua menoleh dan ingin tahu apa yang di kerjakan oleh manusia sampah ini, karena yang mereka tahu selama ini bahwa ada dari keluarga Ding, yang menikahi seorang lelaki untuk masuk di keluarga Ding mereka, dan kerabat lain tidak mengetahui secara detail tentang cerita sesungguhnya jadi mereka juga sangat penasaran.


semua orang menoleh kepadanya, dan melihat istrinya yang hanya diam membisu tidak membantah atau pun menerima semua cemoohan ini dia sedikit tertekan, karena sebelum masuk dalam ruangan istrinya sudah mengingatkan dia untuk tidak berbicara, jika ada orang yang berbicara biarkan istrinya yang menjawab,tapi situasi saat ini membuatnya serba salah apa lagi semua kerabat yang duduk dekat dengan mereka semua menatap dia dan istrinya.


Setelah dia diam beberapa saat segera menjawab pertanyaan dari Aziz gagap tersebut," saat ini saya sudah bekerja sebagai perawat paruh waktu di sebuah rumah sakit.

__ADS_1


Bekerja sebagai perawat paruh waktu di sebuah rumah sakit?, apakah itu bisa membuat kamu senang, hahaahahaha,......maaf aku tertawa lepas karena merasa lucu mendengar ucapanmu, aku pikir mendapat pekerjaan layak seperti apa? ternyata hanya pekerja perawat paruh waktu di sebuah rumah sakit, itu pun pekerjaan yang hanya di lakukan pada saat tidak ada perawat lain ya?hahahahahaha, Aziz Ding tertawa dengan lantang sampai keluar dengan air matanya.


Para kerabat lain juga segera ikut tertawa dengan terbahak-bahak, setelah mendengar cemoohan dan ejekan dari Aziz Ding.


"Ipar kedua, menantu kamu ini bisa juga bercanda, dan begitu sombong ya, menantu kamu ini paleng setelah menikah dan masuk di keluarga kalian selama limat tahun ini masih sama saja tidak berguna, dia melakukan pekerjaan paruh waktu sebagai perawat, lebih baik dia pergi bekerja sebagai satpam di perusahaan bahan bangunan yang belum lama aku buka, kebetulan di sana belum ada satpam, walaupun dia akan bekerja sebagai satpam tapi gaji lumayan besar lho ya aku kasi 15 juta gaji perbulan bagaimana menurut kamu kakak ipar kedua, yang berbicara itu adalah sidik Ding adik ke 4 dari Leo Ding.


Adik kedua yang sedang duduk diam segera juga angkat bicara, kakak pertama jika menantu sampah kamu ini tidak ingin jadi satpam di perusahaan kakak ke dua bagaimana jika dia bekerja di perusahaan aku sebagai penyapu lantai, untuk menghargai dia sebagai bagian dari keluarga kita aku akan memberikan gaji 17 juta rupiah dalam sebulan, semua orang kembali tertawa terbahak-bahak lagi.


__ADS_1


Semua yang ada di dekat tempat duduk Jek Li semua kembali tertawa, Rin Liu yang sedang duduk diam hanya menunduk kebawah dan meremas tangan, hampir di tembus oleh kuku-kuku panjangnya karena makin kesal dan emosi mendengar ejekan dan cemoohan dari adik-adik suaminya yang bodoh ini. sedangkan Leo Ding hanya tersenyum getir, sementara Desi Ding dari awal hanya fokus dengan main Hp tanpa mempedulikan setiap kata atau pun cemoohan dari kerabat-kerabat ini, menurut Desi Ding jika dia ikut angkat bicara maka ejekan dari keluarga ini akan terus ada, lebih baik diam nanti juga mereka akan berhenti disini, dari awal dia sudah berniat jika sudah memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada nenek Ding maka dia akan segera cepat-cepat meninggalkan tempat ini, jika tidak sampai akhir acara mereka akan jadi sasaran ejekan dari semua orang ini.



Rin Liu sebenarnya tidak akan keberatan jika kerabat-kerabat lain akan mengejek Jek Li menantu sampah ini, dari awal dia juga ingin menampar dan mengusir Jek Li, tapi ketika dia melakukan semua itu, maka dia akan langsung ribut dengan Desi Ding, makanya dia dari awal hanya diam.



Sedangkan Jek Li yang mendengar cemoohan dari semua orang ini hanya tersenyum dengan penuh makna, jika kekuatan yang di miliki belum berkembang mungkin dia akan selalu diam dan bersabar jika di tindas, tapi sekarang situasinya berbeda, dia telah belajar banyak hal dari gurunya, kalau dia tidak ingat Budi baik dari gurunya, dari awal juga tidak ingin menikah dengan perempuan yang dia tidak cintai, apa lagi menjadi menantu yang masuk di keluarga perempuan, maka itu akan sangat memalukan dengan perkembangan ilmunya saat ini. dia hanya menunggu Desi Ding yang meminta cerai, jadi dengan seperti itu dia tidak merasa bersalah sama gurunya, dan tidak merasa bersalah juga kepada Beri Ding.

__ADS_1


Jek Li, berpikir untuk memberi pelajaran kepada kerabat-kerabat ini terutama kepada Aziz Ding karena jika bukan dia yang memulai dari awal cemoohan ini, mungkin para kerabat keluarga lain tidak akan ikut-ikutan mengejeknya. dia diam-diam mulai mencelupkan jarinya ke dalam gelas Aziz Ding dengan diam-diam menggunakan aura untuk mengeluarkan air kencing di bagian bawah Aziz Ding, dia mengerti dan memahami keterampilan medis, jika hanya ingin mengerjai Azizi Ding sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. Tidak lama itu Aziz Ding segera mengambil gelas dan langsung meminumnya tanpa ada kecurigaan apapun, karna dari awal juga dia tidak melihat Jek Li untuk memasukan jarinya kedalam gelas minumnya, Tetesan air kencing mulai pelan-pelan keluar dan membasahi celana yang dia pakai.


__ADS_2