Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya

Kehidupan Menantu Yang Direndahkan Ternyata Seorang Tuan Muda Kaya
Bab 50.Ibu mertua yang makin menggila


__ADS_3

"Mutiara malam itu milikku, apa yang ingin aku lakukan padanya adalah itu hak aku. Terlebih lagi, aku memberikan hadiah itu kepada nenek sebagai hadiah ulang tahun, kalian semua juga tahu, kalau selama ini hadiah yang aku berikan tidak pernah di lirik atau pun untuk di buka, aku juga merasa malu dan emosi, aku juga punya harga diri untuk selalu tidak di rendahkan, aku melakukan semua ini agar semua kerabat-kerabat dan nenek, di masa yang akan datang dapat melihat kita tidak serendah itu lagi.


"Aku hanya ingin menunjukan rasa baktiku sebagai menantu yang selalu di rendahkan selama ini, apakah itu salah?, tidak kah kalian semua bisa melihat dan mendukung apa yang telah lakukan itu, apakah pantas jika hadiah itu aku tarik lagi di depan semua orang, bukankah itu sama saja dengan menampar muka nenek, apakah keluarga Ding masih akan memperlakukan kita dengan baik jika akan mempermalukan mereka di depan semua orang?.


Pada saat aku tiba tadi di pintu gerbang dan ingin membuka hadiah yang aku bawa, kalian larang, dan ibu pun kan marah pada saat itu, apakah ibu lupa?, selain itu ketika sampai dalam aula perjamuan tidak ada yang mempercayaiku kalau barang itu asli, walaupun aku juga sempat meragukan barang itu, akan tetapi setelah ke dua tetua melakukan penelitian baru ketahuan kalau barang itu asli. Jek Li mulai mengeluarkan keluh kesahnya juga.


Ketika mendengar apa yang di ucapkan dan di rasakan menantu sampah dan bodohnya itu tentang kejadian selama ini, Rin Liu yang tadinya mengomel dengan sangar ganas langsung memerah lagi karena merasa malu.


Sejujurnya dia juga merasa terharu dan ikut merasa senang karna dengan hadiah itu mereka bisa mengangkat kepala di depan para kerabat lain yang selama ini terus mempermalukan mereka, tapi dia merasa benar-benar itu sangat berlebihan, apa lagi setelah dia melihat tatapan acuh dan tidak senang ketika mereka akan pulang, dia merasa kalau nenek Ding kedepannya pasti akan tetap memperlakukan mereka dengan Jelek, terlebih lagi para kerabat pasti akan semakin mengejek kluarga dia.


Memikirkan kalau mutiara malam itu memiliki harga yang sangat fantastis dan menjadikan sebagai hadiah ulang tahun begitu saja, dia benar-benar merasa sakit hati dan tertekan.

__ADS_1


Kamu sudah lama tinggal di keluarga kami, makan dan minum dengan nyenyak, selain itu juga keberadaan kamu di keluarga kami selalu di permalukan di depan semua orang. Semasih kamu tinggal di rumah kami ini, barang-barang yang kamu punya itu menjadi barang kamu, apakah kamu paham itu!. Apapun yang sudah terjadi itu semuanya salah kamu, walaupun saat itu aku sedang marah itu kan sesuatu yang wajar karena kebodohan kamu.



Kalau kamu benar-benar peduli dengan keluarga kami seharusnya kamu tetap berinisiatif untuk berdiskusi bersama kami, sebelum kamu berani untuk menjadikan mutiara malam sebagai hadiah ulang tahun, dengan harga kisaran triliunan, hanya kamu berikan begitu saja kepada nenek, apakah kamu menganggap diri sebagai tuan muda kaya dan menjadi orang kaya?.


Kamu sadar diri dan coba bercermin dan tanyakan pada diri kamu sendiri, kalau kamu itu sangat menyedihkan dan sampai kapanpun akan selalu menjadi sampah dan sampah, apakah kamu paham itu?.


Rin Liu saat ini berkata dengan nada marah dan arogan, dia menatap Jek Li dengan tatapan membara ingin sekali mencincangnya beberapa bagian agar bisa mengurangi rasa kesal serta kemarahan dalam hatinya, entah apa yang ada di pikiran menantunya ini, kenapa nasib sial selalu berada di keluarga kami.


Suara yang begitu tajam menggema dalam ruangan, dan siapapun yang mendengar bahasa dan caci maki dari Rin liu akan sakit dan marah, Rin Liu yang berdiri di samping ibunya dari tadi diam membisu karna melihat kemarahan ibunya, tapi bagaimanapun juga dia tidak mampu mendengar bahasa dari orang tuanya sendiri.

__ADS_1



"Ma, bagaimana kamu bisa berkata dengan nada yang merendahkan seperti itu, bagaimana pun juga dia tidak salah sama sekali!, ibu juga tau dan sangat tau dari siapapun bahwa mutiara malam itu adalah barang yang di beli oleh Jek Li sendiri, dan bagaimana pun dia akan lakukan terhadap itu barang, mau di jadikan hadiah ulang tahun ataupun untuk membuangnya itu hak dia. Mengapa ibu perlu semarah itu kepada dia?.


"Apa lagi barang antik yang begitu mahal di jadikan sebagai hadiah untuk ulang tahun nenek, bukankah untuk kebaikan keluarga kita juga, lagian tidak di berikan kepada orang lain, Ibu juga bisa melihat dengan jelas kalau dari awal dia hanya duduk diam walaupun di rendahkan,dan kalau untuk orang lain apakah bisa setenang itu setelah di hina dan di marahi.


"Ibu, aku tau kamu marah dan aku juga sebenarnya sangat marah akan tetapi setelah aku cermati dengan baik dia tidak salah dalam hal ini, Karena yang seharusnya salah karena dari awal tidak mempercayai dia adalah kita sendiri. Tapi sekarang ibu meminta uang sebanyak 100 juta rupiah setiap bulan sebagai kompensasi, apakah ibu tidak sadar kalau selama ini dia hanya kerja memasak dan mencuci dal rumah kita, selain itu uang belanja selama ini kita yang berikan, dimana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu Bu. Desi Ding berjalan diantara Jek Li dan ibunya untuk menengahi perdebatan yang mulai panas ini, jika tidak mungkin ke dua orang ini akan bertengkar dan itu akan sangat memalukan.


"Siapa suruh manusia sampah dan bodoh ini merusak kehormatan aku di depan semua orang, apakah aku harus terus berdiam diri sampai mati di perlakukan tidak baik di mata semua orang, Kakek Beri Ding gila itu yang membawa sampah ini, dari awal aku tidak menyetujui pernikahan kalian, selama lima tahun ini, aku tidak pernah mengangkat kepala dengan baik di depan teman dan kerabat lainya, jadi tidak ada yang salah jika aku memperlakukan Dia juga sepert itu, dia makan di keluarga kita.


__ADS_1


Selama tinggal di keluarga kita dia tidak pernah mengeluarkan uang sepeserpun dan uang belanja selama ini di ambil dari keluarga kita, selama lima tahun dia tinggal bersama kita, aku tidak pernah mengusirnya, dan menurut aku itu sudah tindakan yang sangat sopan kepada dirinya.


__ADS_2